Life Balance

Beranda » Ma Vie » Kilas 30 Desember 2016

Kilas 30 Desember 2016

Arsip

Kategori

Tidak sejauh aku mengerti kehendak-Mu dalam hidupku

Tidak dapat membaca dengan jelas setiap jalan baru yang Kau buat bahkan setiap tetes rasa sakit dan air mata yang tumpah

Pedih sangat berada dimasa terkelam dalam kehidupan

Ingin sekali memahami-Mu lebih dalam lagi namun sangat berat untuk menjalani jalan-Mu

Penderitaan berbanding lurus dengan rasa bahagia luar biasa yang didapatkan ketika semua masa berat itu terlewatkan. Seringkali begitu

Namun kali ini sungguh teramat berat. Aku tak tahu bagaimana harus menyelesaikan semua ini dan keputusan macam apa yang harus aku ambil.

Dipenghujung tahun ini,  30 Desember 2016, aku tidak menerka sebelumnya akan hari ini dalam hidup sebelumnya. Perjuangan panjang yang sangat melelahkan dan membuatku seringkali meneteskan air mata.  Satu tahun yang lalu ditanggal dan Bulan yang sama…  Aku masih berlari-lari dan berjalan cepat ditempat itu.  Sebuah pulau kecil yang sangat Indah dan melihat ratusan orang menggunakan sepeda setiap waktu. Saat itu aku mulai berpikir tentang kebebasan hidup,  betapa indahnya.  Lagipula saat itu aku sudah tidak mau S2 linier dengan jurusanku.  Aku ingin hidup yang berbeda dan tidak monoton.  Merasakan bagaimana pahitnya tertolak saat lamaran S2 membuatku berria-ria sekarang.  Aku sangat berterimakasih kepada Negara.  Aku berhutang terimakasih yang sangat besar karena jika Negara meloloskanku saat itu,  tentulah jalanku tidak akan seperti jalan yang digariskan Tuhan.  Aku sangat bersgukur dan entah bagaimana menjelaskannya.  Walau seringkali ku lihat betapa bahagiana teman-temanku S2 linier di luar negeri dengan kampus-kampus rating tinggi di dunia. Terkadang iri akan tetapi aku berpikir,  bukan itu pekerjaan yang harus kamu selesaikan. Aku tidak mau menjadi pecundang dengan kabur dari tugas dan tanggungjawabku.  Aku tahu aku ini apa dan untuk apa aku dilahirkan.  Bukan untuk bersenang-senang dalam dunia dan melupakan jiwa-jiwa yang terhilang.  Aku bahkan seringkali berpikir,  aku lelah dengan semua derita ini dan ingin berhenti.  Aku mau melanjutkan mimpiku.  Aku akan S1 kedokteran di Jemab atau Russia dan tidak akan pusing-pusing lagi disini.  

Oh…  Tapi seberapa kali aku ingin keluar,  sebesar itu juga tangan Tuhan mencegahku.  Aku tertunduk diam dan hanya bisa menatap sekat-sekat kamarku. Aku tidak mengerti bagaimana harus menjalankan semua ini seorang diri.  Pedih tak terhingga. Jalan mengikut Dia adalah jalan yang sangat menyakitkan dan penuh penderitaan.  Akan lebih banyak rasa pedih dan tangis. Dia tidak hanya memanggil kita untuk bersukacita didalam Dia tetapi memanggil kita untuk menderita.  

Aku tidak mengerti makna dari setiap jalan walau aku mencoba untuk membaca setiap jalan-Nya.  Memang teori selalu lebih gampang dari pada praktik. Namun praktik itulah kehidupan. 

Badai kelam dalam hidup sebelumnya membuatku kuat dan bertahan hingga detik ini.  Rasanya sudah sangat terbiasa jauh dari orang-orang yang disayang.  Dari keluarga.  Walau ada masa-masa rindu Mama,  adik,  teman-teman lama itu, bermunculan satu persatu.  Badai seakan sudah menjadi teman namun tidak sedahsyat itu saat bangku kuliah dulu.  Aku membaca segala hal dan maksud dari segala peristiwa bukan hanya dalam hidupku secara pribadi namun juga fenomena alam maupun kehidupan orang lain.  Disetiap akibat pasti ada sebab. 

5 cm.  Ingat film itu?

Aku memutuskan tidak akan menyerah bagaimanapun beratnya Medan kehidupan yang harus aku tempuh.  Tuhan…  Wala akau tak dapat memahami kedalaman hati-mu namun aku selalu ingin mengerti Engkau dalam setiap hembusan nafasku.  Trimakasih banyak atas Kasih setia-Mu didalam kehidupanku. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 55 pengikut lainnya

Desember 2016
S S R K J S M
« Jun   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

follow My twitter

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

%d blogger menyukai ini: