Life Balance

Beranda » 2016 » Desember

Monthly Archives: Desember 2016

The last day in 2016

​Jeremiah: 29. 11. For I know the plans I have for you,” declares the Lord, “plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future. 12. Then you will call on me and come and pray to me, and I will listen to you. 13. You will seek me and find me when you seek me with all your heart. 14. I will be found by you,” declares the Lord, “and will bring you back from captivity. I will gather you from all the nations and places where I have banished you,” declares the Lord, “and will bring you back to the place from which I carried you into exile.” – 

Kilas 30 Desember 2016

Tidak sejauh aku mengerti kehendak-Mu dalam hidupku

Tidak dapat membaca dengan jelas setiap jalan baru yang Kau buat bahkan setiap tetes rasa sakit dan air mata yang tumpah

Pedih sangat berada dimasa terkelam dalam kehidupan

Ingin sekali memahami-Mu lebih dalam lagi namun sangat berat untuk menjalani jalan-Mu

Penderitaan berbanding lurus dengan rasa bahagia luar biasa yang didapatkan ketika semua masa berat itu terlewatkan. Seringkali begitu

Namun kali ini sungguh teramat berat. Aku tak tahu bagaimana harus menyelesaikan semua ini dan keputusan macam apa yang harus aku ambil.

Dipenghujung tahun ini,  30 Desember 2016, aku tidak menerka sebelumnya akan hari ini dalam hidup sebelumnya. Perjuangan panjang yang sangat melelahkan dan membuatku seringkali meneteskan air mata.  Satu tahun yang lalu ditanggal dan Bulan yang sama…  Aku masih berlari-lari dan berjalan cepat ditempat itu.  Sebuah pulau kecil yang sangat Indah dan melihat ratusan orang menggunakan sepeda setiap waktu. Saat itu aku mulai berpikir tentang kebebasan hidup,  betapa indahnya.  Lagipula saat itu aku sudah tidak mau S2 linier dengan jurusanku.  Aku ingin hidup yang berbeda dan tidak monoton.  Merasakan bagaimana pahitnya tertolak saat lamaran S2 membuatku berria-ria sekarang.  Aku sangat berterimakasih kepada Negara.  Aku berhutang terimakasih yang sangat besar karena jika Negara meloloskanku saat itu,  tentulah jalanku tidak akan seperti jalan yang digariskan Tuhan.  Aku sangat bersgukur dan entah bagaimana menjelaskannya.  Walau seringkali ku lihat betapa bahagiana teman-temanku S2 linier di luar negeri dengan kampus-kampus rating tinggi di dunia. Terkadang iri akan tetapi aku berpikir,  bukan itu pekerjaan yang harus kamu selesaikan. Aku tidak mau menjadi pecundang dengan kabur dari tugas dan tanggungjawabku.  Aku tahu aku ini apa dan untuk apa aku dilahirkan.  Bukan untuk bersenang-senang dalam dunia dan melupakan jiwa-jiwa yang terhilang.  Aku bahkan seringkali berpikir,  aku lelah dengan semua derita ini dan ingin berhenti.  Aku mau melanjutkan mimpiku.  Aku akan S1 kedokteran di Jemab atau Russia dan tidak akan pusing-pusing lagi disini.  

Oh…  Tapi seberapa kali aku ingin keluar,  sebesar itu juga tangan Tuhan mencegahku.  Aku tertunduk diam dan hanya bisa menatap sekat-sekat kamarku. Aku tidak mengerti bagaimana harus menjalankan semua ini seorang diri.  Pedih tak terhingga. Jalan mengikut Dia adalah jalan yang sangat menyakitkan dan penuh penderitaan.  Akan lebih banyak rasa pedih dan tangis. Dia tidak hanya memanggil kita untuk bersukacita didalam Dia tetapi memanggil kita untuk menderita.  

Aku tidak mengerti makna dari setiap jalan walau aku mencoba untuk membaca setiap jalan-Nya.  Memang teori selalu lebih gampang dari pada praktik. Namun praktik itulah kehidupan. 

Badai kelam dalam hidup sebelumnya membuatku kuat dan bertahan hingga detik ini.  Rasanya sudah sangat terbiasa jauh dari orang-orang yang disayang.  Dari keluarga.  Walau ada masa-masa rindu Mama,  adik,  teman-teman lama itu, bermunculan satu persatu.  Badai seakan sudah menjadi teman namun tidak sedahsyat itu saat bangku kuliah dulu.  Aku membaca segala hal dan maksud dari segala peristiwa bukan hanya dalam hidupku secara pribadi namun juga fenomena alam maupun kehidupan orang lain.  Disetiap akibat pasti ada sebab. 

5 cm.  Ingat film itu?

Aku memutuskan tidak akan menyerah bagaimanapun beratnya Medan kehidupan yang harus aku tempuh.  Tuhan…  Wala akau tak dapat memahami kedalaman hati-mu namun aku selalu ingin mengerti Engkau dalam setiap hembusan nafasku.  Trimakasih banyak atas Kasih setia-Mu didalam kehidupanku. 

iniPerjalanan Biru

Perjalanan itu memang nggak selalu mulus.  Aseli. Ini adalah journey ke sekian yang melelahkan dan menguras tenaga serta otak.  Cerita hari ini sadis banget.  Di kota yang sebesar ini gue samasekali nggak nemuin tempat buat ngeprint.  Aseli.  Parahnya,  buat nyari tempat ngeprint gue bareng temen harus jalan sejauh satu kilo lebih dan balik satu kilo lebih.  Alhasil?  Ambruklah rasanya cuma bisa berbaring sampai sore bahkan malam.  Ini momen liburan memang saya juga tahu tapi ini sebenarnya dunia yang sesungguhnya.  Libur sebulan dan nggak belajar tapi malah ngelakuin aktifitas lain itu sesuatu banget.  Tahun baru lusa bray…  Gue pengen banget new year an di Gili Trawangan kayak tahun kemarin.  Seru gile. Apalagi party di Villa Ombak cuy…  Itu rame pake banget.  Gue jadi inget tahun kemarin New year an bareng si Finland Mika. Gue cuma sempat ambil foto Mika doank.  Muka gue masih sembunyi-sembunyi…  Ehhh…. 

Tapi newyear tahun ini nggak jelas dan nggak tahu bakalan kemana.  Gue sebenarnya pengen liburan ke Bogor sesekali tapi mungkin bukan sekarang waktunya.  Lombok yang jauh dimatapun belum bisa terjangkau apalagi ya mau ke Gili Trawangan.  Tapi nggak apa-apa deh. Berharap tahun baru kali ini bakal berkesan seperti tahun kemarin. 

Oh ya…  Cuma ini foto hari ini yang menarik hati.  Perjalanan gue, masih panjang baget dan perjuangan gue buat menyelesaikan semua tugas gue membutuhkan tenaga ekstra,  pemikiran ekstra,  doa dan usaa yang ekstra. 

Makasi ya hari ini luar biasa banget capeknya…  Road gue bareng satu orang temen nggak habis-habis ternyata dari tanggal 24 sampai hari ini.  Eh tapi sebenarnya gue pengen bersyair walau ini udah jam 02.11 Dini hari. 

Apa yang lebih kurindu dari terbang dengan kedua sayapku diantara Taman bunga

Apa yang lebih Indah dari melihat diantara ribuan bunga itu satu tangkai bunga yang sedang mencoba berjuang sekuat tenaga untuk mekar merekah tersenyum mengenalkan diri pada dunia… 

Apa bau yang lebih ku ingat dari semerbak wangi-wangian bersama ribuan warna bunga dan pepohonan yang sedang berbuah… 

Tak dapat dilukiskan dengan sempurna semua kata dan kerinduan akan berjuta hal yang tertimbun di memori… 

hanya sebuah bahasa sederhana dari kupu-kupu yang menyukai bunga,  aroma,  keindahan dan petualangan…