Life Balance

Beranda » 2015 » Desember

Monthly Archives: Desember 2015

Hujan

Hujan… susah mendiskripsikannya. Saat masih kecil dulu saya suka sekali berlari-lari menggunakan CD dan baju dalam mencari dimana atap rumah tetangga yang banyak tumpahan air hujannya. Kalau hujannya besar, saya suka ngekor orang dewasa untuk mandi hujan di jalan raya dekat rumah. Bukan satu atau dua orang tapi banyak sekali. Kalau hujan sedang turun saya sangat bahagia dan menikmati sensasi mandi hujan yang amat segar dan menyenangkan dengan teman2 sebaya. Saya ingat kapan terakhir kali mandi hujan dengan hanya menggunakan celana dalam dan baju dalam berwarna putih transparan. Ketika itu anak2 seusia saya tidak lagi bermain hujan. 2004/2005. Moment saat saya masih menginjak bangku MTs kelas VII. Masih segar diingatan. Itu adalah terakhir kali saya menikmati mandi hujan sebagai anak-anak yang belum mengerti apa itu busana haha..  Belum ada yang saya takutkan karena masih terhitung anak-anak.  Saya berlari kesana kemari sembari menengadah sesekali ke langit, mendongak dan menutup mata. Diatas kepala saya jatuh air hujan dari seng rumah tetangga. Betapa indahnya. Masa kecil yang begitu membuat saya bahagia ketika melihat hujan.
Sore ini hujan dirumah. This is December. Bulan turunnya hujan. Saya menyaksikan anak-anak yang sedang bermain hujan di luar. Betapa bahagianya mereka. Tapi mereka tidak berpakaian seperti pakaian mandi hujan ala zaman saya dahulu. Zaman sekarang anak kecil saja sudah malunya pake banget huhu…

image

image

Hujan… aku belum bisa mendiskripsikannya. Hanya saja ada begitu banyak rindu yang tumpah bersama derasnya hujan yang turun. Ada luka, bahagia, tawa, tangis, dan ribuan rasa bergantung dan jatuh bersama butiran2 air.
Hujan… entah kali keberapa hadirmu membuat hatiku luka berdarah. Terkadang bahagia tak tertahankan. Terkadang perasaan haru yang mendalam bahkan memori usang yang kau siram hingga bersih kembali….
Hujan… Engkau tak sama dengan langit. Kalian berbeda. Tapi aku menyukai kalian berdua. Aku selalu bisa melihat langit yang sama dengan orang yang aku rindukan. Sehingga jika aku merindukan seseorang, aku hanya perlu menatap langit karena dia juga melihat langit yang sama. Sedangkan engkau… aku tak selalu bisa merasakan bahkan melihat hal yang sama dengan orang yang aku rindukan….
Tapi apa kau tahu jika kau begitu istimewa? Kau istimewa karena engkau seperti embun yang meneduhkan jika kau datang. Aku ingin dalam kehidupakku kelak akan ada seseorang yang membuatku merasa aman dan nyaman. Perasaan yang sama sepertimu hujan… Engkau teduh. Segalamacam bara api akan padam dengan kehadiranmu…. Salam rinduku untuk orang2 terkasihku. Untuk saudara2ku dang kedua orang tuaku hujan…

Iklan

Bersyukur

Sudah terlalu banyak air mata yang telah kutumpahkan dalam tangisku. Banyaknya pertengkaran menyisakan luka dan memar dalam driku. Sekarang aku telah hancur lebur, mengetahui bahwa hatiku telah patah menjadi dua. Aku patah hati, hancur berantakan. Ada begitu banyak masa ketika aku terjatuh, terjungkal dan remuk. Saat ini hanya tersisa waktu untuk menebus segala kesempatan yang telah kusiakan. Semua telah usai. Telah berakhir bagiku. Aku memang harus terpuruk agar aku bisa bangkit kembali untuk kebahagiaanku.

Aku bersyukur telah datang badai dalam hidupku. Badai yang kelam membuatku mensyukuri sinar matahari yang terang. Aku bersyukur telah pernah melakukan kesalahan, agar aku bisa menghargai hal yang benar. Aku bersyukur pernah dikaruniai kesakitan, dan segala hal yang membuatku hancur. Aku bersyukur memiliki banyak berkas luka, agar aku mengingat segala hal tak menyenangkan untuk membuat hidupku jauh lebih menyenangkan lagi. Aku bersyukur atas semua yang terjadi dalam hidupku.

Aku pernah tenggelam dan terendam keraguan. Beratnya luka hatiku membuatku merasa rendah dan terpuruk. Kucoba untuk menyingkirkan semuanya dan mencoba untuk bangkit kembali. Ada banyak pelajaran dalam semua peristiwa buruk itu. Memang, ada banyak jalan untuk menuju ke neraka. Tapi yang sudah terjadi biarlah terjadi, tak perlu disesali. Asal kelak diperbaiki, hanya cinta yang akan kumiliki. Tak ada lagi kepahitan yang akan menghiasi hidupku ini. Kuhitung kembali berkah dalam hidupku, dan aku jadi berbangga pada setiap tetes air mata yang telah membuatku semakin kuat, hingga aku bisa berada di tempatku sekarang ini.

Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Tak ada yang ingin kuubah dalam kisah hidupku. Bahkan kesalahan-kesalahanku pun akan kujadikan pelajaran dalam hidupku. Aku pernah tersesat, tapi kini aku telah kembali. Aku bersyukur pernah mengalami kehancuran, hingga aku tak bisa menyombongkan diriku akan kemudahan yang terus kudapatkan. Aku bersyukur pernah melakukan kesalahan, agar aku tak menyombongkan diriku karena selalu berbuat benar.

Kalian semua tahu betapa bersyukurnya diriku. Kalian tahu betapa aku peduli, tak boleh ada kesalahan yang terulang lagi. Aku akan selalu ada dan waspada akan siapa diriku, agar aku selalu bisa mensyukuri hidupku.

Pengalaman Nyeri haid ‘Primary Dismonorhea’

Seminggu sebelum haid adalah masa seperti orang ngidam saat hamil. Pengen rujakan terus. Pengen yang asem dan ada sambal terasi tanpa gula. Ribet sekali memang menjadi wanita. Belum lagi sudah 3 tahun belakangan gara-gara minum obat resep dari dokter buat ngilangin sakit saat hari pertama haid ternyata berdampak buruk. Ngerasain nyeri (maaf) area payudara selama seminggu sebelum haid. Padahal dulunya sama sekali nggak kayak gitu. Parahnya pas hari-H yaitu saat datang bulan hari 1-2 nyeri haid atau dikenal dengan istilah ‘Primary Dismonorhea’ melanda. Baru setahunan ini berani minum asam mefenamat sehingga nyeri haid itu tidak terlalu parah. Pernah pingsan saat jam kuliah gara2 nyeri haid, pingsan diatas motor saat ada ujian dari dosen, pingsan dijalan waktu mau pergi ke rumah temen pas acara maulid, dan banyak lagi…. Kalau berkaca penyebab nyeri luar biasa itu saya cuma bisa kasi tau dulu saat kelas satu tsanawiah saya ada sedikit sakit dan dokter memberikan saya obat 2 kaplet besar beserta beberapa obat tambahan. Sejak saat itu saya resmi haid alias datang bulan. Parahnya datang bulan yang tak biasa. Rasa sakit luar biasa dan bertambah luar biasa saat saya Aliah dan kuliah. Sampai2 seringkali gara2 masalah haid itu saya sering tidak masuk kelas saat aliah begitu juga saat kuliah. Mual, muntah, diare, nyeri pinggang, terkadang saking sakitnya sampai pingsan, sampai2 saya menjerit kesakitan. Saya hanya tidur dikamar selama 2 hari full tanpa aktifitas. Primary dismonorhea. Itu namanya. Dua kali ke dokter spesialis katanya saya baik2 saja hanya gangguan hormon dan akan hilang ketika sudah menikah. Bahkan kata banyak orang penyakit ini akan hilang setelah berhubungan intim. Itu letak kuncinya. Mereka berbicara kurang senonoh jika menyebut itu. Sebenarnya juga itu maksud dokter tapi diperhalus dengan bahasa menikah. Lantas apa saya harus menunggu entah sampai kapan surat hodog saya turun baru penyakit gangguan hormon ini hilang? Parahnya dokter tidak bisa mengobati. Semakin diobati malah muncul nyeri payudara seminggu sebelum haid. Nasib menjadi wanita yg harus disyukuri T.T saya seringkali menangis hanya karena masalah ini dan sering histeris saat haid  tiba. Oh Lord… Parahnya saat haid itu tiba dan saya merasakan kesakitan yang luar biasa, saya ingin sekali menikah agar sakit haid itu segera berakhir. Tapi kalau sudah hari ke tiga saya beristighfar tidak lagi berfikir demikian karena rasa sakitnya telah hilang. Malam ini saya benar-benar dalam posisi tidur yang tidak enak karena (maaf) rasanya nyeri payudara melanda dan harus membuk BH saat tidur. Saya bahkan tidak bisa menyentuhnya karena nyeri yang buat saya geram. Hal tidak menyenangkan kadang terjadi, seseorang tidak sengaja menyenggol bagian dada dan rasanya luar biasa sakit. Ingin marah tapi malu dan tidak etis. Saya berbicara fiqih dan dalam islam itu adalah ilmu yang wajib di ketahui. Haid adalah salah satu dari ilmu fiqig.
Ini hanya pengalaman saya tentang sakitnya primary dismonorhea yang dialami sebagian besar wanita, bukan hanya saya.
Lucunya saya pernah berdoa saat nyeri haid hari pertama, “Ya Allah turunkahlah jodoh saya agar saya tidak merasa sakit lagi” sembari menangis kesakitan. Bisa dibayangkan bagaimana penderitaan seseorang yang terkena dismonorhea dengan level sakit yang luar biasa. Berdoa meminta jodoh yang pada saat itu sebenarnya tidak pernah diinginkan sama sekali karena belum cukup matang rasanya. Itulah momen-momen Allah menguji kesabaran sebenarnya. Apakah seseorang itu ikhlas dan sabar atau malah sebaliknya. Ilmu ikhlas dan sabar itu adalah 2 ilmu yang kedudukannya sangat tinggi. Saya selalu berdoa semoga dengan rasa sakit yang saya terima Allah lantas menggugurkan dosa-dosa saya yang telah lalu dan yang akan datang. Karena sejatinya ketika ujian diberikan kepada seorang hamba adalah untuk mendekatkan sang hamba dengan pemilik kerajaan langit dan bumi. Sakit apapun itu, ujian apapun itu.
Saran buat yang mengalami penyakit yang sama: Primary Dismonorhea itu tidak perlu diobati. Jika merasa nyeri saat hari-H, minum saja ‘ASAM MEFENAMAT’ 3X1 selama 2 hari (Saran dari saya). Penyakit ini hanya akan hilang setelah melakukan hubungan intim alias menikah (Kata dokter tempat saya periksa begitu bukan kata saya ya jadi menurut dokter ya obatnya menikah)  Periksakan ke dokter kandungan segera.

Nomor Induk Anggota UKM PRIMA UNRAM

Nomor Induk Anggota

DAFTAR ANGGOTA UKM PRIMA ANGKATAN 2011

ANGGOTA ANGKATAN 2012

ADRT UKM PRIMA UNRAM

Contoh Artikel PKM-GT Lolos PIMNAS pdf

BANK AIR SEBAGAI SOLUSI MENGATASI KELANGKAAN AIR BERSIH BRAIN WASHING MOTIVASI

INDEPENDENT ENERGY COMPANY

JEMBATAN APUNG GUNUNG JATI

PIPERANTHA

PUSKESMAS STELSEL BERDINDING BOTOL

SURABAYA FISH APPBANK AIR SEBAGAI SOLUSI MENGATASI KELANGKAAN AIR BERSIH