Fera Komalasari

Beranda » Uncategorized » SELAMAT JALAN ADIK KESAYANGAN KAMI, KATTY

SELAMAT JALAN ADIK KESAYANGAN KAMI, KATTY

Arsip

Kategori

Hari ini kami sekeluarga berkabung. Saya tidak menyangka akan secepat ini. Dia pergi, menghembuskan nafas terakhirnya saat perjalanan menuju dokter pukul 11.35 pagi ini. Namanya Katty. Dia sudah kami anggap seperti adik sendiri. Tidak ada gap diantara kami. Dia memiliki kamar tidur sendiri seluas 3m X 2.75m. Tapi seringkali dia lebih senang tidur dikamar kami. Dia meniru gaya tidur kami. Dia tidur menggunakan bantal sebagai alas dikepalanya dan kasur sebagai tempat pembaringannya. Dia sangat lucu dan cerdas. Dia cantik dan tak ada yang dapat menandinginya. Dia makan makanan khusus tapi sudah sebulanan dia lebih menyukai ikan laut dan tidak memakan makanannya. Saya tidak menyebutnya bulu karena saya rasa dia bukan hewan melainkan adik kami sendiri jadi saya menyebutnya warna kulit. Warna kulitnya putih kuning seperti warna kulit wanita asia kebanyakan. Dia tidak pernah buang air sembarangan. Dia tahu dimana tempat seharusnya ia membuang hajat.

Pernah suatu ketika, Gita membeli dua buah kelinci. Setiap hari ia masuk ke kandang kelinci untuk bermain-main dengan kelinci itu. Tapi saying, Katty menggigit kelinci itu dan saya sangat marah. Saya menutup pintu tempat kelinci itu tinggal dan seringkali membiarkan Katty bermain sendirian di kamar. Saat kami makan, ia sering kali akan memakan ikan yang ada dipiring. Saya tidak memukulnya. Saya hanya memanggil namanya sedikit kencang sampai ia berlari menjauh, ketakukan mendengar namanya diteriaki. Tapi jika namnya di sebut dengan halus, Ia akan menyahut dengan sangat baik. Jika ia tidak menyahut, ia akan melihat kearah suara yang memanggil namanya.

Setiap pagi setelah shalat subuh, jika mendengar kami beraktifitas, dia selalu menggedor dan memanggil kami untuk membukakan pintu kamarnya. Jika kami membukakannya pintu ia terkadang keluar bermain atau terkadang masuk ke kamar kami untuk tidur. Jika kami beraktifitas lama dirumah seperti mengcat rumah, dia akan duduk atau berdiri ditempat yang dijangkau untuk menunggu hingga selesai. Dia tidak banyak bersuara tapi beanyak bergerak. Dia hiperaktif. dia seringkali memanjat atap tapi tidak bisa turun. Kami berteriak memanggil namanya dan harus menurunkannya dari atap. Entah sudah berapa kali dia memanjat atap rumah dan tidak bisa turun lagi. Dia gemuk dan sehat. Pernah suatu ketika, ketka Gita di opname 5 hari, mama memandikannya. Mama bercerita bahwa betapa lucunya ia. Mama berkata bahwa sekarang Ia sudah menjadi nenek dan memandikan cucunya. Mama sangat sayang pada Katty. Ketika Gita sehatpun, saya dan Gita memandikannya. Setiap waktu kami seringkali berinteraksi dengannya. Sehari tanpa Katty seperti tidak makan sebualan. Suatu hari saya berfikir untuk memfaksinnya karna frekuensi interaksi kami dengan Katty sangatlah sering. Saya berkata, besok, besok, besok. Harga vaksin sebenarnya tak seberapa dengan manfaat yang akan didapat untuk kami sekeluarga dengan Katty. Saya memutuskan untuk memvaksinnya nanti saja karena dia terlihat sangat sehat dan makannya juga sangat banyak. Dia gendut dan setiap orang yang melihatnya akan berkata bahwa Katty sangat cantik dan menggemskan. Saya benci dengan kemalasan saya karena sepuluh hari sebelum kepergiannya dia menampakkan gejala aneh.

Dia mulai terlihat lebih kurus karena makannya sedikit sekali. Tiga hari setelah itu, nafasnya mulai terlihat sangat berat. Antara pernafasan dan perut terlihat seseuatu yang tidak pernah syaa lihat sebelumnya. Sangat sulit untuk dijelaskan. Nafsnya terengah-engah setelah itu tapi ia masih mau makan dengan disuapi. Puncaknya empat hari yang lalu…. Dia sama sekali tidak mau makan. Saya sangat kebingungan dan mencari informasi di internet kira-kira dia sakit apa. Saya curiga dia terkena rabies walau itu tidak mungkin karena dia tidak pernah bermain diluar. Hanya diseputran rumah saja. Tapi dia memperlihatkan gejala yang serius selain nafas yang terengah-engah tadi. Dia tidak mau digendong. Jika digendong, dia akan mencakar dan menjauh ketempat yang gelap yaitu dibawah kasur. Awalnya saya memberikan kuning telur dan air kelapa karena saya rasa itu obat yang bagus untuknya. Siapa tahu dia bisa sembuh. Saya dapatkan resep itu dari internet. Saya menyuapinya dan ia menolak. Berapa cakaran mengenai tangan saya sebelum saya memvonisnya rabies dari gejala-gejala yang ia perlihatkan. Setelah tersadar, saya berlari menuju apotik mencari alcohol dan obat merah untuk membersihkan luka cakaran tadi hanya untuk berjaga-jaga dari ancaman yang tidak disadari.

Saya memposting di facebok 4 hari yang lalu mencari tahu dimana dokter hewan terdekat. Beberapa orang merespon, membantu saya dengan sangat baik, memberikan alamat. Semoga kebaikan mereka dibalas oleh Allah karena telah member tahu informasi yang sangat berharga. Keesokan harinya, awalnya saya ingin langsung pergi tapi ada ssuatu yang mendesak membuat saya harus keluar rumah pukul 7.30 pagi pada hari Kamis kemarin (sehari sebelum hari raya Idul Fitri). Saya berada seharian penuh dijalan mengurus segala keperluan. Mulai dari menscan sekitar 60-an sertifikat, meminta tanda tangan sampai ke Narmada, dan banyak hal lain lagi. Sebenarnya pada malam harinya saya tidak bisa tidur karena memikirkan Katty yang sedang sakit, tidak mau makan dan minum. Saya bermimpi pada malam harinya bahwa banyak sekali semut yang berjalan kearah TV. Setelah saya check ternyata semut-semut itu menuju kearah Katty. Setelah saya perhatikan ternyata Katty sudah tergeletak tak bernyawa disamping TV. Beberapa saat kemudian semut-semut itupun pergi. Itu mimpi yang sangat aneh dan saya sangat ketakutan karena mimpi itu. Keesokan harinya saya beraktifitas ke kampus mengurus beebrapa hal. Tapi saya tidak bisa tenang. Dibayangan saya hanya ada Katty. Pikiran saya tidak bisa fokus seharian. Saya mencoba menenangkan diri namun tak bisa. Sebenarnya saya ingin membawanya ke dokter hewan tapi sayang sekali saat itu saya tidak tahu dimana praktik dokter hewan. Sesampai dirumah, saya melihatnya masih hidup sampai empat hari kemudian tepatnya hari ini… saya dan adik saya menangis. Air mata kami tumpah. Kami tak bisa membawanya kemarin kedokter karena hari raya. Sehari sebelumnya karena jadwal saya sangat full dan hari ini adalah hari dimana saya tidak memiliki jadwal apapun.

Kemarin siang, ia mendekati kaki saya dan mengelus-elus dan duduk disamping saya. Dia sungguh masih sangat riang walaupun nafasnya membuat hati saya menjerit. Terlebih subuh tadi. Saya, mama dan adik saya masih sempat bercengkrama dengannya. kami memfotonya. Terlebih kemarin pada hari raya. Kami sempat narsis bersama. Ia masih kuat berjalan, meloncat dan naik keatas walau tidak makan dan minum selama 4 hari. Saat hari raya kemarin, ia berdiri dua meter didepan saya. Saya memanggilnya, “Katty, Katty” Iapun menyahut, “Meong…”. Air mata saya rasanya akan tumpah tapi saya membendungnya. Ingin sekali rasanya saya memeluknya dan menciumnya seperti sebulan yang lalu saat kami berdua selfi, Ia mencium pipi saya dan saya sangat kaget. Sayang sekali memori itu hilang karena HP hilang saat acara wisuda dan foto saya bersama Katty cukup banyak di HP itu. Katty yang lucu dan sangat cerdas. Belum pernah saya memiliki Katty2 lain yang lebih cerdas dari Katty yang sedang saya tangisi detik ini.

Saat jam 04.00 pagi tadi, kami sahur. Mama menyuruh saya untuk mengecek keadaan Katty dikamarnya tapi saya menolak karena saya sedang makan dan semua orang selain saya sudah selesai makan. Mama mengecek sendiri keadaan Katty dan membuka pintu. Katty keluar dari pintu dan masuk kekamar saya. Dia berjalan dengan nafas tersengal. Saya hampir bisa mendengar setiap tarika dan hembusan nafasnya. Ia munuju ke tempat kesukaannnya beberapa hari ini, dibawah kasur.

Hari ini, mama terlihat marah karena saya belum membawa Katty ke dokter. Saya memang berencana untuk kedokter hari ini. Saya berangkat dari rumah pukul 10.35 ke Ampenan. Dokter terdekat katanya praktik didekat kuburan China. Benar saja. Saat saya sampai disana ternyata dokternya juga baru datang sehingga saya langsung berkonsultasi dengan dokter itu dan ia meimta saya untuk membawa Katty sejam lagi karena ia harus pergi ke meninting. Saya pulang dengan wajah yang sangat senang dan berharap bahwa Katty dapat sembuh. Saya tersenyum lebar apalagi tatkala pulang saya memangggil Katty dan ia melihat kearah saya dengan wajah yang penuh cinta. Ia masih bisa mengenal saya walau dalam keadaan sakit. Sejampun berlalu. Saya mengelus kepala Katty, iapun erdiam dan memejamkan mata. Ia sangat suka saat saya menglus kepalanya. Bahkan jika saya sudah bosan melihatnya bermain seharian saat ia masih sehat kemarin, saya hanya tinggal membawanya ke kasur dan mengelus-elus kepalanya sampai ia tertidur. Saat pukul 11.35 Saya ditemani adik saya, Gita, membawa Katty menuju praktik dokter. Ia mengerang hebat berussaha untuk melawan saat kami mengangkatnya. Ia sudah emat hari ini ia seperti itu tidak mau digendong atua diangkat. Ia melawan terlebih saat diatas kendaraan. Kira-kira 700 meter dari arah rumah saat sedang dalam perjalanan menuju dokter, Gita berkata Katty sudah tidak melawan lagi. Gita mengecek dan ternyata, Ia sudah tidak bernafas. Saya tidak percaya dan melihatnya sendiri. Saya berusaha untuk mebangunkannya, memanggil-manggil namanya berkali-kali dan melanjutkan perjalanan. Saya tidak memutar kendaraan tapi masuk ke indomaret membayar sesuatu. Air mata saya tumpah didalam. Untung saja saya menggunakan kaca mata hitam. Saat keluar menuju kendaraan, tsaya tidak bisa membendung tangis dan seketika saya menangis mengleurkan suara. Puasa saya pada 2 Syawal ini sepertinya batal. Hanya ada suara tangis diatas kendaraan dan adik saya menyuruh saya untuk diam. Sesampai dirumah, tangis itu bertambah kencang dan adik sayapun menangis. Mama menenangkan saya dan menyuruh untuk mencari kain kaffan, memandikan dan menguburinya. Katty telah pergi… taadi pagi kami masih dapat bermain-main dengannya. ia masih menyahut ketika dipanggil. Pun….. saya tidak tahu ia sakit apa secara pasti. Saya tidak tahu apa penyebabnya karena kami mengurusnya dengan sangat baik. Hanya saja Ia sangat agresif dan saat bermain diluar rumah siapa saja dapat memaganngya.

Saya menyesali membiarkannya bermain diluar dan tidak memvaksinnya sejak berbulan-bulan yang lalu. Jika ada yang membaca tulisan saya ini, saya hanya menyarankan: VAKSIN peliharaan teman-teman. Jangan pernah takut untuk mengeluarkan uang. Bukankah itu merupakan sebuah amal kebaikan? Percaya saja, Allah akan membalas kebaikan teman2 suatu saat nanti. Mereka yang bermain bersama kita, tentu membutuhkan perhatian khusus dan perlakuan khusus. Jangan anggap mereka binatang yang bisa ditendang-tendang. Mereka bukan binatang. Mereka juga bisa merasakan sakit. Jangan lukai mereka. Jangan pernah. Sayangi mereka seperti menyayangi saudara sendiri. Beri mereka makanan terbaik, tempat terbaik dan kasih saying terbaik kerena mereka sebenarnya adalah malaikat kecil yang Allah titipkan kepada kita dan kita hars menjaga mereka dngan sangat baik.

Selamat jalan Katty. We love you so much. Semua orang dirumah ini termasuk misan-misan dan bibi-bibi sangat menyayangimu…. Tenanglah dialammu. Setiap lebaran insyaallah kami akan menengokmu di tempat peristirahatan terakhirmu di TPU tempat dimakamkannnya semua keluarga dekat saya.

2015-06-27 12.58.57 2015-06-27 12.52.16 2015-06-27 12.56.17 2015-06-27 12.56.29 2015-06-27 12.57.51 2015-06-27 12.58.25 2015-06-27 13.05.56


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

Juli 2015
S S R K J S M
« Jun   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: