Fera Komalasari

Beranda » Uncategorized » Eropa dan Islam

Eropa dan Islam

Arsip

Kategori

image

Iya saya mengerti… Memang bukan langkah yang mudah ketika memilih sesuatu yang sulit untuk di raih. Awal saya bermimpi keluar negeri adalah ketika duduk di bangku Tsanawiah. Ketika itu IALF rutin mengirimi saya majalah Kangguru per tiga bulan sekali. Alangkah bahagiannya saya. Saya melihat Kota Sydney yang begitu memukau. Yang saya sangat ingay dari majalah itu adalah Sydney merupakan kota dengan biaya hidup tertinghi nomor satu di dunia. Saya tak bisa melupakan hal itu karena selalu mengingatnya. Hari silih berganti.. Seketika saya mulai tersadar bahwa saya begitu menyukai Australia. Suatu saat nanti saya harus bersekolah di sana. Mimpi itu tetap terpahat hingga saya duduk di bangku kuliah. Mimpi itu semakin tak bisa saya bendung. Mimpi itu yang membuat saya kuat ketika lemah. Saya selalu mengingat Australia. Suatu saat setelah surat yudisium saya terima, saya menonton sebuah film. Sebuah film biasa menurut saya hanya saja saya menonton dalam keadaan khusyuk. Saya mengamati setiap keindahan tempat dan sejarah yang ada di film itu. Kemudian mata saya benar-benar terbuka. Saya memang penggemar film dan selalu menonton setiap waktu tapi baru kali ini saya menyadari bahwa Eropa begitu indah. Saya bisa melihat banyak peninggalan2 kejayaan islam periode lampau di tempat itu. Eropa begitu indah dan saya ingin kuliah di tempat itu. Saya tahu Australia sangat menginspirasi saya akan tetapi saya tidka bisa memungkiri bahwa Eropa membuat saya jatuh hati. Cita-cita saya sangay simple: Saya ingin menjadi seorang penulis, dosen dan bisa keliling dunia. Itu saja tidak lebih untuk saat ini karena saya sangat nyaman dengan itu. Kemudian saya mencari Universitas2 terbaik di Eropa. Awalnya saya ingin sekali ke Cambridge karena Cambridge memikiki rating program studi linguistik no. 1 di dunia versi QS. world ranking. saya menemukan Edinburg di UK. Pada akhirnya saya benar-benar jatuh hati pada Oxford. Dan benar-benar mwnjatuhkan pilihan di Oxford. Saya tahu ini merupakan pilihan yang sangat sulit. Jika saya memilih Australia, saya hanya tinggal belajar Toefl dan Ielts akan tetapi Eropa?… Saya harus belajar 4 tes lainnya: Toefl-iBT, PTA, CAE, CPA. Tingkat kesulitan? Iya saya faham. Sangat. Tapi kesulitan tidak kemudian membuat mimpi saya menjadi lemah. Semua kesulitan itu pada akhirnya membuat saya harus berusaha lebih dan lwbih kuat lagi untuk belajar tidak pedulu sebagaimana sulitnya. Tapi… Saya tetap mengapply beasiswa ke Australia karena saya rasa kualitas pendidikan di Australia memang bagusn 2 Universitas masuk 50 besar dunia: ANU dan Melbourne. Saya akan mempersiapkan segala hal dengan usaha maksimal. Ya Allah permudahlah setiap langkah hamba. Berikanlah hamba yang terbaik. Eropa🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

Maret 2015
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: