Life Balance

Beranda » 2015 » Maret

Monthly Archives: Maret 2015

Sepenggal Kisah

image

Sepenggal Kisah
Berteman Zaman…
Ada hijau yg kulihat dari pantulan cahaya… Kita di pertemukan waktu. Tuhan memang selalu memiliki rencana terindahNya… Setiap kita di berikan jalan cerita yg berbeda. Dan ini hanyalah sepenggal kisahku. Saat asa mulai menyeruak ke permukaan, Tuhan mempertemukan kita dengan mahluk yamg tak di sangka itu adalah takdir kita. Takdir untuk bertemu dan berbagi. Sepenggal kisah yang kelak mungkin akan sangat di rindukan. Duduk bersama para malaikat yg bertasbih dan berdoa untuk orang-orang yang menuntut ilmu. Suatu saat nanti, kau mungkin akan merindukan duduk melingkar di tempat hijau itu. Rindu senda tawa adik-adik yang membuatmu merasa ada. Kau mungkin akan merindukan sosok sahabat yang dikirim Tuhan karena sebuah sebab. Mungkin juga, kau akan sangat merindukan mereka… Adik-adik itu. Adik-adik yang selalu saja membawa canda dan tawa. Pada akhirnya, kau sangat menyayangi mereka dan ingin terus memperjuangkan mereka. Jiwamu sudah di beli oleh mereka. Jiwa mu untuk berbagi dan kau adalah seorang pelayan yang bertugas mengajarkan mereka agar mereka bisa. Iya… Kebahagiaan itu tak dapat di beli dengan uang. Kau tak pernah di bayar tapi sangat menyukai pekerjaan ini. Kau belajar sesuatu bukan? Belajar apa? Rasa nyaman dalam sebuah profesi. Akhir dari kisah dengan mereka adalah kau memilih menjadi seorang pengajar dan penulis. Cita-cita mu masih sama… Ingin keliling benua Eropa.

Stay Focus

Terlalu banyak hal yang berubah akhir-akhir ini… Mendapati diri sebagai sosok yang jauh berbeda. Setelah semua itu berlalu, barulah tersadar jika apa yg terjadi memang harus terjadi. Pelajaran yang dapat di petik adalah “STAY FOCUS”… Jangan terpancing godaan. Mimpi sebenarnya bisa mengalahkan apapun yang ada di dunia ini, termasuk mengalahkan diri sendiri. Jangan terpancing amarah, jangan mudah marah, harus bersabar, jaga ucapan, jaga mata, jaga hati… Tetap fokus 🙂

Kosong

image

Karena segala hal memiliki masa
Begitu pula dengan hati…
Kosong
Bukan tanpa celah
Hanya saja masih butuh waktu
Aku ingin berkelana ke negeri bersalju putih itu
Sungguh…
Sebenarnya jauh di lubuk hati ini
Mulai merasa ada lorong yang harus di isi
Aku ingin mengunjungi banyak tempat dengan kekasih halal ku
Tapi… Bangku panjang itu rupanya masih kosong
Belum terisi…
Ingin sekali mengisi buku agenda dengannya…
Aku ingin melihat ia tersenyum saat hendak tidur dan menenangkan ku ketika gelisah
Aku ingin keliling benua Eropa dengan kekasih halal ku…
Aku ingin segera menikah….
Agar cerita hidup ku sempurna
Mungkin… Kan ku temui nanti
Ia yang memiliki senyum termanis dan kasih berlimpah serta Ilmu agama yg membuat ku jatuh hati
Mungkin nanti ketika aku sudah sampai di Eropa…
Bisa jadi ku temukan Ia…
Seseorang yang kan duduk di bangku kosong itu bersama ku…
Aku menunggu mu…
Untuk mengisi setiap ruang di hati ini….
Jangan tertawa… Karena aku memang tidak lihai dalam memuji
Tidak lihai dalam memikat hati seseorang
Tidak lihai untuk membuat seseorang jatuh hati
Tidak lihai
Aku juga tidak lihai bersikap anggun
Tidak pandai membaca hati adam
Tidak lihai
Aku hanya ingin di cintai dengan sederhana…
Jika kau bertanya apakah aku memiliki cinta sebelum ini maka aku akan menjawab, “Tidak Pernah”…
Bisa jadi kau lah orang pertama dalam hidup ku yang mengisi ruang kosong dalam hati…
Jangan tanya mengapa aku tak memiliki banyak mantan kekasih…
Jika kau bertanya berapa kali aku memiliki pacar,
Maka aku akan menjawab, “Aku tidak pernah berpacaran”.
Karena memang aku tidak mau dan belum sanggup…
Aku ingin ikatan halal
Itu saja…
Saling mengisi dan percaya…
Saling menyayangi dan memberi dukungan…
Aku terlalu berfikir indah…
Sekarang belum saat nya
Jadi biarlah bangku iti tetap kosong…

Eropa dan Islam

image

Iya saya mengerti… Memang bukan langkah yang mudah ketika memilih sesuatu yang sulit untuk di raih. Awal saya bermimpi keluar negeri adalah ketika duduk di bangku Tsanawiah. Ketika itu IALF rutin mengirimi saya majalah Kangguru per tiga bulan sekali. Alangkah bahagiannya saya. Saya melihat Kota Sydney yang begitu memukau. Yang saya sangat ingay dari majalah itu adalah Sydney merupakan kota dengan biaya hidup tertinghi nomor satu di dunia. Saya tak bisa melupakan hal itu karena selalu mengingatnya. Hari silih berganti.. Seketika saya mulai tersadar bahwa saya begitu menyukai Australia. Suatu saat nanti saya harus bersekolah di sana. Mimpi itu tetap terpahat hingga saya duduk di bangku kuliah. Mimpi itu semakin tak bisa saya bendung. Mimpi itu yang membuat saya kuat ketika lemah. Saya selalu mengingat Australia. Suatu saat setelah surat yudisium saya terima, saya menonton sebuah film. Sebuah film biasa menurut saya hanya saja saya menonton dalam keadaan khusyuk. Saya mengamati setiap keindahan tempat dan sejarah yang ada di film itu. Kemudian mata saya benar-benar terbuka. Saya memang penggemar film dan selalu menonton setiap waktu tapi baru kali ini saya menyadari bahwa Eropa begitu indah. Saya bisa melihat banyak peninggalan2 kejayaan islam periode lampau di tempat itu. Eropa begitu indah dan saya ingin kuliah di tempat itu. Saya tahu Australia sangat menginspirasi saya akan tetapi saya tidka bisa memungkiri bahwa Eropa membuat saya jatuh hati. Cita-cita saya sangay simple: Saya ingin menjadi seorang penulis, dosen dan bisa keliling dunia. Itu saja tidak lebih untuk saat ini karena saya sangat nyaman dengan itu. Kemudian saya mencari Universitas2 terbaik di Eropa. Awalnya saya ingin sekali ke Cambridge karena Cambridge memikiki rating program studi linguistik no. 1 di dunia versi QS. world ranking. saya menemukan Edinburg di UK. Pada akhirnya saya benar-benar jatuh hati pada Oxford. Dan benar-benar mwnjatuhkan pilihan di Oxford. Saya tahu ini merupakan pilihan yang sangat sulit. Jika saya memilih Australia, saya hanya tinggal belajar Toefl dan Ielts akan tetapi Eropa?… Saya harus belajar 4 tes lainnya: Toefl-iBT, PTA, CAE, CPA. Tingkat kesulitan? Iya saya faham. Sangat. Tapi kesulitan tidak kemudian membuat mimpi saya menjadi lemah. Semua kesulitan itu pada akhirnya membuat saya harus berusaha lebih dan lwbih kuat lagi untuk belajar tidak pedulu sebagaimana sulitnya. Tapi… Saya tetap mengapply beasiswa ke Australia karena saya rasa kualitas pendidikan di Australia memang bagusn 2 Universitas masuk 50 besar dunia: ANU dan Melbourne. Saya akan mempersiapkan segala hal dengan usaha maksimal. Ya Allah permudahlah setiap langkah hamba. Berikanlah hamba yang terbaik. Eropa 🙂