Fera Komalasari

Beranda » Uncategorized » Pak Polosi dan Razia

Pak Polosi dan Razia

Arsip

Kategori

Saya tidak punya SIM C untuk mengemudi. Padahal saya sudah memiliki dan mengendarai motor sejak tiga setengah tahun yang lalu. Hari ini saya berencana untuk mengantar surat izin penelitian. Satu kilo dari arah rumah, saya melihat beberapa pria dengan jaket hijau silau menyetop beberepa kendaraan. Ketika tersadar, sontak saya membalikkan kendaraan menuju POM. Untuk menghindari mereka- saya lantas menempuh jalur berbeda. Satu kilo sebelum tempat tujuan: fikiran saya sudah tidak enak. Filling saya diturunan ini akan ada razia. Saya tetap mematahkan naluri saya. Akhirnya seorang pria berjaket hijau menghentikan laju motor dan meninta surat kendaraan saya. Saya membuka dompet dan hanya menyerahkan STNK saja. Sudah ditebak, motor saya dibawa kearah polisi yang lain dan tadaaa… “TILANG”. Huft…. Razia gabungan di tempat ini. Saya hanya memiliki uang 20 ribu dan dengan perasaan aneh memberikan semua uang yang saya punya kepada pak polisi itu. Miris. Dalam hati saya nyeletuk iseng, “Ishh dasar polisi…. gini nih. Uang segininya diambil T.T”. Padahal beberapa menit yang lalu seseorang dirumah memberikan uang sejumlah 30 ribu kepada saya. Uag itu saya gunakan untuk mengisi bensin dan tahu-tahunya beberapa menit kemudian… habis karena tidak ada SIM. Baiklah…. Trimakasih pak polisi karena sudah merazia orang yang tak taat hukum….. Tapi saran saya hanya satu, “Uang yang anda pegang adalah UANG TILANG. Hati-hati pak karena itu adalah uang amanah negara yang harus anda kembalikan kepada negara. Jika anda memakan uang hasil razia- berfikirlah seribu kali karena bisa jadi itu adalah alasan kehidupan keluarga anda kurang berkah karena menafkahi anak dan istri anda dengan uang yang tidak halal. Surga tidak menerima uang haram. Surga tidak suka disogok. Percayaah pak. Saya tidak bohong. Kalau sudah terlanjur, siapapun bisa bertaubat dan tidaklagi mengulangi kesalahan yang sama. Tapi saya yakin bahwa pak polisi adalah orang yang amanah. Kalau tidak amanah- tidak mungkin lolos sebagai pengaman masyarakat. Sekecil apapun uang yang saya titip kepada negara lantaran keteledoran saya melanggar hukum- Saya sangat memohon agar uang itu sampai kepada NEGARA. Saya percayakan uang kecil saya kepada Pak Polisi. Terimakasih”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

September 2014
S S R K J S M
« Mei   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: