Fera Komalasari

Beranda » Uncategorized » “Menunggu” di Kelas Menulis dan Menggali Ide itu sangat Menyedihkan

“Menunggu” di Kelas Menulis dan Menggali Ide itu sangat Menyedihkan

Arsip

Kategori

Kemarin saya sangat bersedih karena pertama kalinya saya sebagai tutor kelas PKM menunggu adik-adik yang akan belajar menulis dan menggali ide PKM. Kesedihan saya bertambah karena selama setengah jam duduk sendiri tak satupun yang datang. Angin memang sangat kencang dan menampar wajah-wajah pohon sore itu. Saya degan dress hitam baru menguatkan hati untuk duduk dibawah kerasnya tamparan angin. Ada rasa sedih tak tertahankan terlebih kedua orang adik-adik Mahasiswa yang sejak dua minggu lalu berkonsultasi dengan saya sudah dua hari takada kabarnya. Hati saya tak karuan. Beberapa saat kemudian datanglah seorang adik semester 5. Ia teman satu organisasi. Ia berkata bahwa temannya yang kemarin berkonsultasi dengan sya sedang mengambil laptop untuk dibawa ke kelas saya hari ini. Saya tetap bersedih. Saya tidak ingin ssu’udzon akan tetapi keadaannya memang saya ingin mereka benar lolos pendanaan. Kalau saya tahu apa yang mereka tulis sudah benar dan selesai mereka boleh saja meninggalkan kelas karena saya rasa tugas saya untuk membimbing mereka sudah selesai.

Untung saja air mata saya tidak tumpah. Sudah dua orang yang datang. Dua orang lainnya datang lagi. Saya mengajak mereka tidak duduk di rumput rektorat karena angin sangat kencang dan saya benar-benar tidak bisa kena angin kencang. Lantas kami duduk di dalam rekorat UNRAM sambil mengerjakan latar belakang proposal mereka. Saya bertanya epada salah seorang diantara dua orang yang datang pertama kali, “Kalau PKM ini diwajibkan kpd seluruh mahasiswa bidikmisi, mengapa kalian tidak mengarahkan teman-teman kalian kemari? Kalian sudah tahu ada kelas Prima setiap sore lantas mengapa kalian tidak mengajak mereka? Biar saya yang membimbing”, Ucap saya dengan penuh harap.

Anehnya… saya yang berharap untuk dapat membibing penuh adik-adik itu. Tujuan saya sangat simple sebenarnya: Ingin berbagi ilmu. Saya ingin mereka pandai menulis. Tidak berarti saya hebat dalam menulis akan tetapi sedikit ilmu yang saya miliki setidaknya berguna bagi orang lain. Akan tetapi- mungkin iutlah mahasiswa: seperti apapun usaha saya untuk mendatangkan mereka: tak berhasil banyak. Hanya ada beberapa. Bisa dihitung dengan jari. Kelas pertama berisikan 7 atau 8. Kelas selanjutnya setelah dua minggu dengan orang yang berbeda berisi 4 orang. Seperti apapun itu saya berharap apa yang saya berikan kepada mereka meskipun itu kecil dapat bermanfaat untuk adik-adik yang lain. Semoga peristiwa kemarin : menunggu adik-adik itu datang ke kelas menulis” tidak akan pernah terjadi lagi. Mungkin begini rasanya seorang dosen yang menunggu Mahasiswanya untuk datang ke kelasnya. Tidak on-time itu menyaitkan. Apalagi tanpa kabar berita. Hiks hiksss


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

September 2014
S S R K J S M
« Mei   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: