Fera Komalasari

Beranda » Uncategorized » CONTOH PROPOSAL PKMK DIDANAI DIKTI

CONTOH PROPOSAL PKMK DIDANAI DIKTI

Arsip

Kategori

GAMIS SASAMBO MENUJU ERA HIJABERS MODERN

RINGKASAN

Kegiatan ini dilatar belakangi oleh semakin maraknya penggunaan hijab yang dipadu padankan dengan busana muslim sebagai sebuah fashion yang mulai dilirik oleh kaum hawa saat ini. Busana muslim khas sasambo merupakan sebuah karya dan inovasi baru dengan pola-pola beragam yang modis dan elegan menuju era hijabers modern. Terbukanya peluang pasar yang besar memberi dampak positif untuk penjualan busana muslim khas sasambo. Adapun tujuan umum dari pembuatan produk ini adalah: Menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa untuk mendorong terciptanya wirausahawan muda yang peduli dengan keadaan daerahnya, memasarkan produk Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern. Mencari profit yang sebesar-besarnya dengan memanfaatkan peluang pasar, Mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Target khusus dari kegiatan ini adalah pembuatan 175 busana muslim khas sasambo menuju era hijabers modern untuk mendapatkan profit yang sebesar-besarnya serta usaha yang berkelanjutan. Ada empat metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu tahap persiapan dan survey, tahap promosi, tahap pemasaran dan tahap evaluasi.

Kata Kunci: fashion busana muslim           sasambo                      modern           khas

 

BAB 1 PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dunia fashion merupakan saatu bidang yang paling diminati oleh hampir semua kalangan dimanapun dan kapanpun serta suatu bisnis yang tidak ada matinya. Salah satu fashion yang saat ini mulai disorot oleh kaum hawa adalah hijab. Hijab dijadikan kebiasaan berpakaian sehari-hari. Penggunaannyapun dari berbagai kalangan mulai dari kalangan atas, menengah hingga bawah. Hijab pula dipadu padankan dengan busana muslim yang elegan dengan berbagai motif. Mulai dari motif bunga, garis-garis, kotak-kotak hingga batik yang merupakan khas daerah yang patut dijaga kelestariannya. Harganyapun bervarisi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Busana memilikii model untuk selalu berubah. Ia berkembang sesuai dengna perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi. Seiring dengan perkembangan zaman tersebut, saat ini, busana yang ada semakin berkembang sesuai dengna perkembangan mode yang beraneka ragam, baik warna, model, bahan, dan teknik pembuatan busana. Pembuatan tersebut menuntut para desainer untuk menghasilkan desain atau bentuk busana yang kreatif, inofatif dan dinamis (Iqra’, 2004).

Heidi (2004) menyatakan bahwa busana muslim untuk remaja sekarang ini sudah ditampilkan dengan berbagai cara dan gaya, sehingga sesuai dengan karakter remaja yang muda, energik dan ceria.

Iqra’ (2004) menyatakan bahwa busana mempunyai konotasi “pakaian yang bagus atau indah”. Ungkapan lain busana adalah pakaian yang serasi, harmonis, selaras, nyaman dipandang, cocok dengan pemakai, serta sesuai dengan kesempatan.

Busana muslim memberikan peluang yang besar untuk berbisnis. Demand pasar yang tinggi memberikan efek yang tak terelakkan lagi bagi keberlangsungannya sebagai sebuah fashion yang selalu dinanti-nanti oleh kaum hawa dan dicari-cari untuk berbagai kepentingan mulai dari kepentingan untuk hari raya, pesta, kuliah, jalan-jalan, sehari-hari dan sebagainya.

Penggunaan batik dalam pembuatan busana muslim di Nusa Tenggara Barat sangat minim tidak seperti dikota-kota lainnya yang ada dipulau Jawa. Sebagaian besar busana muslim ataupun pakaian lain yang dijual di Nusa Tenggara Barat rata-rata merupakan buatan di luar Nusa Tenggara Barat itu sendiri. Padahal peluang yang ada sangat besar dan dapat menghasilkan profit yang tinggi. Pemanfaatan kain batik sasambo hanya sebatas pada pembuatan baju formal saja misalkan baju kantor, dan acara-acara resmi lainnya. Padahal, sejak disahkannya batik menjadi sebuah pusaka bangsa, peminat batik meroket tajam dimana-mana. Konsumenpun tak segan-segan mengeluarkan uang demi mendapatkan desain batik yang beragam dan indah serta mulai memburu pakaian yang berbahan dasar batik, terutama busana muslim yang saat ini digandrungi oleh kaum hawa.

Mensiasati peluang pasar yang terlihat transparan, Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern hadir sebagai sebuah solusi yang tepat bagi perkembangan fashion saat ini dengan menginovasikan pola-pola yang beragam. Bahan yang mudah dijumpai yaitu batik sasambo yang merupakan batik khas Nusa Tenggara Barat bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Desain busana batik yang ditawarkanpun bervariasi sesuai dengan perkembangan zaman.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka didapatkan rumusan masalah, antara lain :

  1. Bagaimana memaksimalkan pemanfaatan batik sasambo menjadi busana muslim yang modis dan elegan?
  2. Bagaimana cara memasarkan produk “Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern kepada masyarakat?
  3. Bagaimana cara mendapatkan keuntungan yang optimal sehingga mampu menjaga keberlangsungan usaha?

Tujuan

Secara umum tujuan dari program ini antara lain :

  1. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa untuk mendorong terciptanya wirausahawan muda yang peduli dengan keadaan daerahnya.
  2. Memasarkan produk Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern.
  3. Mencari profit yang sebesar-besarnya dengan memanfaatkan peluang pasar.
  4. Mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

Luaran Yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan:

  1. Menarik minat masyarakat untuk membeli Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern
  2. Memasarkan produk busana Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern kepada masyarakat luas.
  3. Memperoleh profit yang sebesar-besarnya dari hasil penjualan produk.
  4. Usaha” Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern” dapat berkelanjutan dengan sasaran pasar semakin meluas sampai keseluruh Indonesia.

Kegunaan

Program kegiatan ini berguna untuk :

  1. Mengasah kreatifitas untuk menciptakan desain pola produk yang diminati oleh semua kalangan.
  2. Mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari hasil pemasaran “Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern”

BAB 2

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Sekilas tentang Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern

Usaha yang kami lakukan mengambil ide mendesain, membuat dan memasarkan dan dalam hal ini kami sebagai pencetus ide busana “Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern” dari produk yang kami rancang. Batik sasambo merupakan sebuah batik khas gabungan dari tiga etnis yang mendiami Pulau Lombok dan Sumbawa (yang kemudian disebutNTB) yaitu rumpun Sasak, Sumbawa dan Mbojo. Batik sasambo saat ini mulai marak dipasarkan di Nusa Tenggara Barat sebagai sebuah batik khas daerah dan penggunaan dalam pembuatan busana muslim sangatlah minim. Berangkat dari Lombok yang pada dasarnya bukanlah produsen dari komunitas baju dan busana lainnya serta mengimpor dari daerah lain, maka busana muslim modern bermotif batik sasambo merupakan sebuah busana muslim inovasi kami dari Nusa Tenggara Barat yang memanfaatkan kain batik sasambo semaksimal mungkin dengan pola yang beragam yang mengikuti permintaan pasar.

Prospek Pengembangan Usaha

            Prospek pengembangan busana muslim modern bermotif batik sasambo dikaji berlandasakan pada analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Thereat) sebagai berikut:

Kekuatan (Strength)

  1. Variasi desain

Desain yang bervariasi dengan pola-pola tertentu memiliki keunikan tersendiri yang tidak didapatkan dari corak busana muslim lainnya.

  1. Memiliki nilai estetika yang tinggi

Corak batik dari Nusa Tenggara Barat membuat pemakainya terlihat elegan karena desain dari busana muslim ini mengikuti permintaan pasar yang modern..

  1. Bahan baku murah

Kebaradaan Batik Sasambo sebagai sebuah batik khas paduan dari tiga etnis utama di NTB memiliki harga yang terjangkau.

Kekurangan (Weakness)

Skala produksi terbatas sehingga terkendala dalam memenuhi permintaan pasar.

Peluang (Opportunity)

Tidak adanya pengusaha Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern di Nusa Tenggara Barat.

Nusa Tenggara Barat bukan merupakan produsen pakaian bahkan garmen yang ada di Nusa Tenggara Barat sangatlah minim. Jikalaupun ada garmen di Nusa Tenggara Barat, mereka bukanlah membuat busana muslim modern bermotif batik sasambo. Hal ini memberian peluang yang besar bagi keberadaan usaha ini.

Ancaman (Threat)

Munculnya usaha-usaha sejenis yang menggunakan bahan dasar yang sama dan memproduksi dalam skala besar.

Dari uraian kelemahan (weakness) dan ancaman (threat) di atas, perlu disusun strategi untuk prospek pengembangan usaha Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern sehingga lebih baik. Adapun strategi yang digunakan adalah dengan menggunakan kekuatan (strength) yang dimiliki untuk mengatasi kelemahan dan ancaman. munculnya usaha-usaha sejenis yang menggunakan bahan dasar yang sama dan memproduksi dalam skala besar akan diatasi dengan pengembangan pola yang bermacam-macam sesuai dengan permintaan pasar.

Dari uraian analisa SWOT Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern diatas dapat diprediksikan bahwa pengembangan usaha ini akan memiliki prospek usaha yang baik serta memperoleh laba yang sebesar-besarnya serta berkelanjutan.

Keunggulan Busana Muslim Modern Bermotif Batik Sasambo

Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern ini berbahan dasar batik sasambo. Sebagai sebuah batik khas daerah, pola yang dikembangkan untuk pembuatan busana muslin ini pun berfariatif serta coraknyapun bermacam-macam serta menginovasikan trend-trend busana muslim dengan pola terbaru.

ANALISIS EKONOMI USAHA

Sasaran Usaha

Sebagai permulaan sasaran utama pemasarn produk ini adalah pasar-pasar yang ada di Pulau Lombok. Mengingat permintaan terhadap busana muslim yang cukup tinggi maka tidak menutup kemungkinan produk ini dapat diterima oleh masyarakat luas dan pemasarannya tidak hanya pada skala pulau Lombok saja melainkan juga nasional.

Tempat Pemasaran

Tempat pemasaran yang menjadi fokus penjualan antara lain:

  1. Pasar-pasar yang ada di Pulau Lombok
  2. Toko-toko yang ada di Kota Mataram
  3. Butik-butik yang ada di Kota Mataram
  4. Stand di beberapa pasar.

Strategi Promosi dan Pemasaran

Promosi dan pemasaran pada tahap awal dilakukan dengan cara menyebarkan brosur, melalui spanduk yang ditempatkan di tempat-tempat strategis, melalui sosial media seperti iklan di radio, poster, facebook, blog, dan website menerapkan metode partnership, yaitu bekerja sama dengan pengusaha pakaian untuk membidik pesanan dalam jumlah besar serta mebuka stan-stan ditempat beberapa pasar. Untuk memperbesar profit margin, juga dipasarkan melalui direct selling.

Langkah pengembangan ke depan

Langkah yang akan dilakukan jika usaha ini mulai berkembbang serta tingkat permintaan yang mulai tinggi yaitu dengan mematenkan produk Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern serta mempertahankan keunggulan produk dan kualitas produk, memperluas jaringan usaha, pemasaran dalam berbagai media, pembuatan garmen, serta mengembangkan produk busana muslim dalam berbagai macam bahan dasar.

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

Terdapat empat metode yang digunakan pada program ini, yaitu tahap persiapan dan survey pasar, promosi, pemasaran dan evaluasi. Penjelasannya sebagai berikut:

  1. Tahap persiapan dan survey

Tahap persiapan dan survey pasar diawali dengan mempersiapkan tempat. Pada tahap ini juga kami membeli segala perlengkapan baik berupa alat maupun bahan pembuatan busana muslim modern bermotif batik sasambo serta mulai membuat produk serta mengamati target yang akan menjadi target penjualan.

  1. Tahap Promosi

Publikasi dan menyebarluaskan informasi mengenai Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern dengan kerja sama dengan masyarakat yang khususnya menjual pakaian, took-toko, butik, serta pasar-pasar yang ada di wilayah Lombok. Selain itu pembuatan dan penyebaran brosur, pamphlet, blog-blog, facebook dan twiter agar semua kalangan lebih mengenal dan memiliki ketertarikan untuk membeli produk busana muslim modern bermotif batik sasambo.

  1. Tahap pemasaran

Pada tahap ini dilakukan dengan direnc selling yaitu penjualan langsung kepada masyarakat di stand-stand yang telah dipersiapkan sebelumnya serta penjualan keberbagai pasar tradisional ataupun modern utuk membidik konsumen yang lebih luas. Selain itu diadakan pula metode pemesanan. Diawalai dengan membuat katalog mengenai produk yang kami jual, melalui tahap promosi yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian barang akan dibuat setelah konsumen memsan produk tersebut.

  1. Tahap Evaluasi

Pada tahap ini dilakukan evaluasi total terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan busana muslim modern bermotif batik sasambo baik itu berupa pengeluaran dan pemasukan, strategi pemasaran, modal serta terhadap jaringan dan mitra kerja.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

  • Anggaran Biaya

Table 3.1

No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1 Peralatan Penunjang (20% – 30%) 3.901.000
2 Bahan Habis Pakai (40% – 50%) 6.985.000
3 Perjalanan (10%) 500.000
4 Lain-lain(administrasi, laporan, publikasi) (10%) 567.000
  Jumlah 11.681.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Jadwal Kegiatan

 

Tabel 3.1

  1. JADWAL KEGIATAN
       Bulan   ke-

Minggu ke-

Kegiatan

1 2 3 4

Target

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

Persiapan dan Survey Pasar Usaha siap dijalankan, mengetahui minat pasar
Promosi Pasar mengenal produk Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern dan berminat dengan barang tersebut
Pemasaran     Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern terjual sesuai target, bahkan melebihi, dengan kata lain Cash Flow berjalan dengan baik
Evaluasi Mengetahui kelemahan strategi pemasaran dan menentukan strategi lain serta inovasinya

Daftar Pustaka

Al-Firdaus, Iqra’. 2010. Inspirasi-Inspirasi Menakjubkan dalam Kreasi Busana. Jogjakarta: Diva Press.

Purname Dewi, Heidi. 2004.Busana Muslim Bergaya Funky & Etnik Untuk Remaja. Tangerang: Kawan Pustaka.

Lampiran-Lampiran

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Kelompok

Biodata Ketua

  1. Identitas Diri

 

Nama : Nurfarhati
NIM : E1D 011 056
Jenis Kelamin : Perempuan
Program Studi : Pendidikan Bahasa Inggris
Tempat dan Tanggal Lahir : Mataram, 13 April 1993
Email : Nurfarhati@gmail.com
No HP : 081805745003

 

  1. Riwayat Pendidikan

 

No   SD SMP SMA
1 Nama istitusi SDN 37 Ampenan SMPN 2 Mataram SMAN2 Mataram
2 Jurusan IPA
3 Tahun Mauk-Lulus 1999-2005 2008-2011 2008-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak -sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah

Mataram, 25 Oktober 2013

(Nurfarhati)

Biodata Anggota 1

Identitas Diri

 

Nama : Johaerani
NIM : E1D 012 031
Jenis Kelamin : Perempuan
Program Studi : Pendidikan Bahasa Inggris
Tempat dan Tanggal Lahir : Batu Numpuk, 29 Juni 1993
Email : johaerani@yahoo.com
No HP : 087864174232

 

Riwayat Pendidikan

 

No   SD SMP SMA
1 Nama istitusi SDN 2 Lendang Kunyit MTS N. Model Praya MAN 1 Praya
2 Jurusan Bahasa
3 Tahun Mauk-Lulus 1999-2006 2006-2009 2009-2012

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak -sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah

Mataram, 25 Oktober 2013

(Johaerani)

Biodata Anggota 4

  1. Identitas Diri

 

Nama : Fera Komalasari
NIM : E1D 010 002
Jenis Kelamin : Perempuan
Program Studi : Pendidikan Bahasa Inggris
Tempat dan Tanggal Lahir : Mataram, 02 Mei 1992
Email : ferakomala@gmail.com
No HP : 081936737449

 

  1. Riwayat Pendidikan

 

No   SD SMP SMA
1 Nama istitusi SDN 5 Denpasar MTs N Model Kuripan MAN 2 Mataram
2 Jurusan     IPS
3 Tahun Masuk-Lulus 1998-2004 2004-2007 2007-2010

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak -sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah

Mataram, 25 Oktober 2013

(Fera Komalasari)

LAMPIRAN 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

  1. Peralatan Penunjang
No. Material Justifikasi pemakain Kuantitas Harga (Rp.) Keterangan (Rp.)
1. Mesin jahit Untuk menjahit busana muslim 2 buah 1.250.000 2.500.000
2. Mesin obras Untuk mengobras busana muslim 1 buah 1.250.000 1.250.000
3. Gunting Menggunting bahan 3 buah 20.000 60.000
4. Sekuci Dipasang pada mesin jahit 2 buah 10.000 20.000
5. Peniti Untuk menahan kain agar tidak miring 1 pcs. 1.000 1.000
6. Meteran Mengukur panjang kain 3 buah 5.000 25.000
7. Pendedel Untuk membongkar jika ada kesalahan penjahitan 3 buah 5.000 15.000
8. Penggaris kayu Menggaris pola-pola rancang busana 3 buah 10.000 30.000
Sub total 3.901.000
  1. Bahan Habis Pakai
No. Material Justifikasi pemakaian Kuantitas Harga (Rp.) Keterangan (Rp.)
1. Kain batik sasambo 1 roll = 50 meter

Total 300 meter

1 busana menghabiskan 2 meter kain

6 roll 750.000 4.500.000
2. Kain kaos biasa 1 roll= 50 meter

Sebagai bahan tambahan

Memperindah corak busana

1 roll 750.000 750.000
3. Benang kain 175 unit produksi membutuhkan 1 pcs benang 1 pcs 45.000 45.000
4. Benang obras 175 unit produksi membutuhkan 10 gulung benang obras 10 gulung 17.500 150.000
5. Kapur jahit Digunakan untuk mengukir pola sebelum proses pengguntingan dimulai 5 buah 3000 15.000
6. Karet -3 cm Digunakan sebagai variasi untuk membentuk lingkar pinggang serta tangan busana 50 meter 5.000 250.000
7. Pernik hiasan Sebagai pemanis tambahan yang diaplikasikan didepan busana 175 buah 3.000 525.000
8. Renda Sebagai bahan untuk memperindah bentuk terluar dari busana 10 gul. 50.000 500.000
Sub total 6.985.000

Pemasaran

No. Perjalanan Justifikasi perjalanan Kuantitas Harga Satuan Keterangan
1. Perjalanan pemasaran dan survey. Ke pasar tradisional seluruh Lombok, took-toko, butik 500.000
Sub Total 500.000
  1. Lain-lain
No. Material Justifikasi perjalanan Kuantitas Harga satuan (Rp.) Keterangan
1. Administrasi Pembuatan proposal 3 20.000 60.000
2. Pameran Pameran busana muslim berbasis batik sasambo 1 kali 500.000 500.000
3. Materai Untuk lembar pengesahan 1 buah 7.000 7000
Sub total 567.000
Total 11.681.000

1 roll kain batik berisi 50 meter. Pembuatan satu model baju busana muslim membutuhkan kurang lebih 2 meter kain batik. 6 roll berisikan kurang lebih: 300 meter ditambah 1 roll kain biasa: 50 meter. Jadi total kain keseluruhan adalh 350 meter. Dari 350 meter ini satu baju membutuhkan 2 meter kain sehingga ditargetkan pembuatannya mencapai 175 unit baju.

Total target Produksi dari modal awal: 175 unit

Kebutuhan per unit produksi Rp. 39.900

Harga jual per unit:Rp. 100.000

Laba per unit X total produksi awal: Rp. 60.100

Laba dari seluruh penjualan: 175 (unit) X 60.100= Rp. 10.517.500

Total laba dari modal awal= Rp. 10.517.500

 

 

Perkiraan penjualan

Produksi ke- I II III IV V VI
Unit terjual 25 30 30 35 30 25

 

Analisis Laba Rugi:

Produksi pertama        : Rp. 25 X Rp. 100.000 = Rp. 2.500.000

Laba Bersih                 : Rp. 2.500.000

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No Nama/NIM Program Studi Bidang Ilmu Alokasi Waktu (Jam/Minggu) Uraian Tugas
1 Nurfarhati

(E1D 00)

Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa Inggris 24 jam/

minggu

Penanggung jawab

Persiapan dan survey pasar

2 Fera Komalasari

(E1D 010 002)

Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa Inggris 24 jam/minggu Penanggung jawab

Evaluasi

3 Johaerani Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa Inggris 24 jam/minggu Penanggung jawab

Promosi

    Penjualan

 

 

 

 

 

                        KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

                                                UNIVERSITAS MATARAM

                        Jl. Majapahit No. 62 telp. (0370) 623873 Fax. 634918 Mataram 83125

Lampiran 4

Surat Pernyataan

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama              : Nurfarhati

NIM                 : E1D 011 0

Program Studi   : Pendidikan Bahasa Inggris

Fakultas            : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan ini menyatakan bahwa usulan ( Isi sesuai dengan bidang PKM) saya dengan judul:

Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern yang diusulkan untuk tahun anggaran 20132014 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.

Mataram, 25 Oktober 2013

Mengetahui,

Pembantu Rektor/Ketua                                                                            Yang menyatakan,

Bidang kemahasiswaan,

( Drs. H. Nasarudin, M.Kes)                                                                    ( Nurfarhati )

NIP/NIK: 19560808 198511 1001                                                            NIM: E1D 011 056

Semoga bermanfaat🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

September 2014
S S R K J S M
« Mei   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: