Life Balance

Beranda » 2014 » September

Monthly Archives: September 2014

Workshop Hebat Menulis PKM 2014 se- NTB

Apasih PKM? Apa pentingnya PKM? Mengapa harus ikut PKM?

Semua pertanyaan itu terjawab pada ‘Workshop Hebat Menulis PKM 2014 Se-NTB” yang diadakan pada hari Jumad, 19 September 2014. PKM merupakan agenda rutin pemerintah dibawah naungan dikti atau dirgen perguruan tinggi. Untuk dapat tembus pendanaan dikti, Mahasiswa harus mengajuakan proposal PKM yang panduannya bisa diunduh di laman dikti. Besar pendanaan yang didapat adalah berkisar 2,5-12,5 juta tergantung jumlah kebutuhan yang tertulis di proposal PKM. Setelah proposal di unggah kelaman dikti, dikti menyeleksi propsoal tersebut apakah layak utnuk didanai atau tidak. Biasanya PKM yang lolos diumumkan sekitar bulan Januari.Setelah mahasiswa mengetahui apakah mereka lolos pendanaan kemuan mereka melaksanakan kegiatan sesuai dengan apa yang merkea canangkan di proposal. Tahap evaluasi atau Monev akan diadakan pihak dikti ke perguruan tinggi masing-masing yaitu sekitar bulan Juni. Untuk mencapai tahap monev, peserta harus menulis rutin log book dan menyerahkan/ menguunggah laporan kemajuan sebelum monev dilakukan. Beberapa hari sebelum movev dilakukan peserta harus mengunggah laporan akhir PKM dimana bobot untuk lolos ke tahap Nasional adalah sangat besar pada laporan akhir ini. Ada tiga komponen yang dinilai untuk dapat melaju ke Nasional yaitu Laporan Kemajuan, Laporan akhir dan Monev (presentasi monev). Jika monev sudah dilakukan, beberapa minggu kemudian peserta yang lolos ke tahap Nasional/ PIMNAS akan diumumkan. PIMNAS merupakan ajang paling bergengsi. Semua peserta PIMNAS berjaung dengan kemampuan mereka.Disini mutu dan kualitas perguruan tinggi menjadi nama dan pertaruhan wajah karena jika Mahasiswa mereka berhasil mendapat juara UMUM maka nama perguruan tinggi tersebut semakin melambung. Tahun 2013 kemarin PIMNAS diadakan di UNRAM dengan ITS sebagai juara umum. Agustus kemarin, PIMNAS diadakan di UNDIP dengan UGM sebagai juara UMUM. Wajah universitas-universitas besar dipertaruhkan disini. Seseorang juga dapat melihat kualitas mahasiswa dari suatu perguruan tinggi melalui PIMNAS ini. Sejak 2013 silam, juara 1 PIMNAS bisa memilih tempat S2 sesuai keinginan mereka. Ini tentunya menambah semangat dan kreatifitas mahasiswa utnuk terus melakukan yang terbaik. PKM sendiri memiliki 5 bisang yang berbeda yaitu PKM-P (Penelitian), PKM-K (Kewirausahaan), PKM-M (Pengabdian Masyarakat), PKM-T (Teknologi). PKM-KC (Karsa Cipta) beserta dua jenis PKM lainnya seperti AI (Artikel Ilmiah) serta GT (Gagasan Tertulis). Untuk AI dan GT pendanaan pemerintah adalah 3 juta rupiah. Meliahat urgensi PKM tersebut maka pentingnya pengenalan serta bimbingan terhadap mahasiswa ditingkatkan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah melalui workshop Hebat Menulis PKM 2014 se-NTB.

Workshop ini diadakan oleh Program studi pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNRAM reguler pagi. Workshop yang diadakan di Arbud ini menyedot perhatian Mahasiswa UNRAM. Ada delapan puluh pendaftar dengan program studi yang berbeda. Workshop ini memang sederhana. Persiapan diadakan satu minggu sebelum tanggal diadakan mengingat batas unggah proposal PKM sekitar sepuluh hari dari tanggal kegiatan. Ini memaksa panitia harus ekstra gesit mengadakan kegiatan. Panitia serta pembicara workshop berasal dari UKM Prima yaitu UKM Penalan Riset Ilmiah Mahasiswa karena UKM Prima memang spesialisasi bidang PKM. Beberapa pembicara dari UKM Prima pada workhsop ini adalah Fera Komalasari (FKIP- Bhs Inggris 2010), Fuji Astuti (MIPA-Kima 2010), Siti Ulfatun Najiyyah (Fakultas Kedokteran 2011) dan Harfi Hambani (Fakultas Ekonomi 2011) serta Ria Hikma (FKIP Bhs. Indonesia 2011) sebagai moderator. Workshop ini ditujukan khusus untuk Mahsiswa Baru dan Mahasiswa semester pertengahan. Hal unik yang dapat dipetik dari workshop ini adalah mengutip nasihat Ulfa tentang Niat, “Luruskan niat kalian tentang PKM ini. Jangan niatkan tentang uang”. Nasihat Ulfa sebagai pembicara memang perlu diperhatikan karena kebanyakan nait mahasiswa salah tentang PKM ini. PKM bukan tentang uang akan tetapi lebih dari itu.Ulfa lolos dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau PIMNAS 2014 mewakili UNRAM dengan 2 orang Mahasiswa lainnya. Keteladanan Ulfa perlu dicontoh karena pada awalnya semua itu bersumber dari niat. IMG_3511A IMG_3513A IMG_3514A IMG_3515A IMG_3518A IMG_3521A IMG_3522A IMG_3559A IMG_3563A IMG_3564A IMG_3565A IMG_3607A

Iklan

Kelas Menulis dan Menggali Ide UKM PRIMA :)

“Ini cerita adik2 PKM yang ga mau fotoan. Tapi kalau fotox udah nongol di kamera… eh malah sibuk2 lihat foto sendiri… nah lo…”

Tiga minggu belakangan ini saya menyibukkan diri membimbing adik2 tingkat  untuk menyelesaikan PKM mereka. Ada yang ZERO KNOWING about PKM dan sy harus membimbing mereka menulis dan menemukan ide dari NOL dan ada pula yang hanya berkonsultasi proposal yang hampir rampung. Well, semuanya terasa menyenangkan. Saya banyak menemukan mahasiswa Chemist semester 5 disini. Menyebalkannya pada awalnya mereka masih mengira saya memiliki watak KORLAP ketika OSPEK dulu. Saya benar2 tidak faham. Ketika mendengar cerita adik2 semester 5 teryata teman2 sekelas mereka takut dan masih kesal terhadap saya. Saya tidak habis fikir hampir semua mahasiswa semester 5 masih menganggap saya sebagai korlap walau ospek telah usai. Mereka berkata “Itu tentang kesan pertama”. Dubrak…. tapi setelah beberapa waktu terlewati mereka baru sadar saya sebagaiKORLAP OSPEK 2012 dengan saya yang sebenarnya adalah DUA SOSOK BERBEDA. Hahaha. Sebenarnya lagi saya tertawa melihat ekspresi wajah adik2 semester 5 yang masih menganggap saya korlap. Hey.. saya kakak tingkat kalia yang UNYU-UNYU dan lucu… mengapa kalian mengangap saya menyeramkan? Beberapa orang dari angkatan mereka berkomentar, “Kenapa saya nggak kenal kak Fera dari dulu saja ya?”… Makanya dek dont judge someone by kesan pertama yang menyesatkan. Sudah tau saya Unyu2 begini. Lagian kalian perlu bertanya kepada kakak2 kalian misalkan kk2 semester 7 sekarang yang pernah saya ospek pula. Mereka bahkan nggak percaya kalau disemester kalian saya jadi korlap. Pasalnya sebelum menjadi korlap, saya duduk di posisi sekretaris OSPEK FKIP 2011. Dan memang benar, kesan pertama melekat sampai sekarang. Hihiii…. jadi pelajarannya adalah “Bertanya baru menyimpulkan :D”.

then go back to topic. Ini adalah gawean PRIMA- ya UKM Penalasan dan riset ilmiah mahasiswa UNRAM. Saya ingin mengabdikan diri disini membimbing siapa saja yang butuh bimbingan dan walaupun tidak membutuhkan bimbingan setidaknya saya bisa membantu mereka dengan apa yang mereka butuhkan. Saya punya bakat menulis dan menggali ide walau hanya sebagai pemula. Tapi jika saya banyak berbagi dengan orang lain Allah telah menjanjikan bahwa Ia akan menambahkan ilmu saya asal saya berbagi. Apapun itu saya sangat menikmati masa-masa ini. 🙂

Setiap sore saya harus berangkat ke Rektorat UNRAM untuk mengisi kelas Menulis dan menggali ide.Well.. bukan hal yang sulit memang tapi jika saya sangat mengantuk maka saya datang setengah jam dari jam yang ditentukan. Dan terkadang saya paling tidak suka kebiasaan telat saya yang sudah saya pelihara sejak zaman dahulu kala 😀

Kalau mood saya tidak enak.. tiba-tiba saja jadi enak gara2 lihat mereka. Bukan karena wajah mereka tapi candaan-candaan kecil mereka bahkan hal-hal konyol yang terjadi selama kelas berlangsung. Menyenangkan kalau bisa membulli mereka dengan apa yang mereka kerjakan. Niat saya baik sih… haha. Kebiasaan yang belum punah sampai sekarang. Sesi yang paling membuat perut saya benar-benar sakit menahan tawa adalah sesi fotoan. Setiap akhir kelas atau ditengah kelas berjalan, saya selalu mengajak mereka untuk fotoan. Firstly sih saya lihat Ria yang sibuk foto2an didepan rektorat dengan berbagai macam ekspresi 😀 . Nah… ngajakin mereka fotoan itu bukan hal yang gampang. Nggak semua dari orang2 yang datang ke kelas mau diajak fotoan. Harus menggeret bahkan memaksa mereka untuk ikut bergabung. Uniknya setelah sesi fotoan berakhir mereka sibuk cari foto mereka yang tadi sambil berkomentar kegirangan tentang wajah dan ekspresi mereka. Ternyata adik2 yang aneh :D. Yah masih mending seneng diajak fotoan ini sudah nggak mau diajak fotoan tapi masih aja seneng lihat wajah sendiri di foto :D. Baiklah adik2… Peace… Apapun mau kalian saya tidak mengerti 😀

Kelas dimulai pada sekitar tanggal tujuh atau sepuluh September.Saya berhasil mengumpulkan beberapa foto narsis, unik, aneh, ngangenin kalau dilihat dan sebagainya. Seperti ini nih: (Kalau kalian kangen kelas tahun depan- foto2 ini bisa sebagai pengobat rindu)

aIMG_3467aIMG_3468aIMG_3498AIMG_3487IMG_3880AIMG_3886AIMG_3890AIMG_3896AIMG_3905AIMG_3908AIMG_3912AIMG_3923AIMG_3922AIMG_3931aIMG_3932a253314_732646830141928_6930209300836405178_n

Well… lihat ekspresi kalian 😀

Sedikit memang yang bisa saya lakukan menjelang detik2 akhir sebagai Mahasiswa yang sebentar lagi akan meninggalkan kampus putih tercinta. Namun sekecil apapun itu semoga dapat bermanfaat bagi adik2 yang lain 🙂 Semoga kalian sukses adinda 🙂 Saya tidak meminta apa2 sebagai imbalan. Cukup do’akan saya agar diterima di kampus tujaun saya di Australia dan semoga Agustus 2015 saya sudah bisa berkuliah lagi sebagai Mahasiswa akan tetapi bukan Mahasiswa S1 melainkan Mahasiswa S2 🙂 Saya minta dido’akan semoga saya lulus beasiswa S2 dan bisa berkuliah di kampus tujuan. Trimaksih adik2 sudah menemani beberapa minggu saya dan detik2 akhir saya menjadi seorang Mahasiswa S1. Apapun yang kalian lakukan, lakukanlah dengan CINTA. Jika kalian tidak suka dengan apa yang kalian lakukan, maka keluarlah dari lingkaran itu dan temukan kebahagiaan kalian masing2 karena standar kebahagiaan dan kesuksesan setiap orang berbeda-beda. Standar kebahagiaan saya adalah hidup di Lingkup AKADEMIK. Standar kebahagiaa saya bukan uang melainkan pengabdian terhadap akademik yang sangat saya sukai 🙂

Fokus Fokus Fokus Fera sayang…..

Persepsi MIMPI dan MISI ala Yahudi dan Saya

“selalu ada cerita dan kebahagiaan disetiap langkah dan Hembusan nafas dlm mengejar MIMPI… Tak ada kata letih wlau langkah kadang tertaih. Dijalan yg terjal, berliku dan menanjak, tak ada kata tidak mungkin untuk dilalui selama semangat, keyakinan dan usaha untuk melangkah tetap KUAT. Kita lebih kuat dr pd baja, dan semangat itu yg tdk pernah mati.”

Proses itu istimewa. Sekecil apapun sebuah proses itu merupakan hal yang menyenangkan. Seseorang mungkin lelah dalam sebuah proses untuk mencapai tujuan mereka. Akan tetapi saya tidak percaya hal itu. Proses menuju tujuan adalah hal yang sangat menghibur. Kadang orang berfikir bahwa kalau mereka sudah sukses nanti- barulah mereka bahagia. Banyak pula petuah yang sesat beredar sehingga banyak orang mengira bahwa kebahagiaan sejati itu adalah saat mereka memiliki banyak rupiah dan kesakitan yang mereka alami saat ini akan berakhir dan tergantikan dengan kesuksesan yang menyenangkan. Masalah dalam mencapai tujuan mereka adalah hal yang tidak menyenangkan.

Saya bingung melihat persepsi orang tentang masalah. Orang-orang mengira bahwa ujian yang datang saat mereka mencapai tujuan hidup merupakan hal yang sangat berat. Padahal mereka akan lebih berat lagi jika sudah diatas nanti. Ujian ketika seseorang berada diatas itu lebih sulit dibandingkan ketika mereka berada dibawah namun serngkali dalam bentuk lain.

Sejauh ini seberapa jauh masalah yang ada semampunya saya nikmati. Namun terkadang tidak bisa dipungkiri bahwa ada rasa tidak kuat yang datang menghampiri. Ketika rasa letih itu datang- saya hanya memiliki satu senjata. Senjata itu tidak lain adalah MIMPI atau TUJUAN. Saya percaya setiap orang yang lahir kedunia ini adalah dengan suatu MISI. Saya yakin sekali MISI saya terlahir keduia ini adalah menjadi “….. (rahsia. hanya saya yang boleh tau)…”. MIMPI dan MISI adalah dua hal yang saling berkaitan. Saya harus berhasil meraih MIMPI saya untuk BERHASIL MENCAPAI MISI ITU. Pak Kamal- seorang dosen favorit saya pernah bercerita di kelas saya pada suatu kesempatan. Beliau ingin sekali mengetahui resep hebat orang yahudi dan  seorang yahudi memebri tahu kepada dosen saya bahwa orang Yahudi percaya bahwa SETIAP INSAN yang terlahir kedunia ini terlahir dengan mengemban MISI. Bahkan seekor nyamukpun yang ada didunia ini tidaklah datang melainkan dengan MISI. Itu kata orang Yahudi kepada bapak dosen. Beliau berkata lagi tidak heran mengapa orang Yahudi jika mereka PINTAR maka mereka sangat pintar dan megnapa jika mereka jahat mereka sangat jahat karena mereka percaya bahwa mereka terlahir untuk menuntaskan MISI mereka dan itu yang akan mereka pertanggung jawabkan kepada Tuhan kelak dihari pembalasan. Jadi apa MISI anda terlahir kedunia ini? Misi saya adalah….”(Masih dirahasiakan)”

Pak Polosi dan Razia

Saya tidak punya SIM C untuk mengemudi. Padahal saya sudah memiliki dan mengendarai motor sejak tiga setengah tahun yang lalu. Hari ini saya berencana untuk mengantar surat izin penelitian. Satu kilo dari arah rumah, saya melihat beberapa pria dengan jaket hijau silau menyetop beberepa kendaraan. Ketika tersadar, sontak saya membalikkan kendaraan menuju POM. Untuk menghindari mereka- saya lantas menempuh jalur berbeda. Satu kilo sebelum tempat tujuan: fikiran saya sudah tidak enak. Filling saya diturunan ini akan ada razia. Saya tetap mematahkan naluri saya. Akhirnya seorang pria berjaket hijau menghentikan laju motor dan meninta surat kendaraan saya. Saya membuka dompet dan hanya menyerahkan STNK saja. Sudah ditebak, motor saya dibawa kearah polisi yang lain dan tadaaa… “TILANG”. Huft…. Razia gabungan di tempat ini. Saya hanya memiliki uang 20 ribu dan dengan perasaan aneh memberikan semua uang yang saya punya kepada pak polisi itu. Miris. Dalam hati saya nyeletuk iseng, “Ishh dasar polisi…. gini nih. Uang segininya diambil T.T”. Padahal beberapa menit yang lalu seseorang dirumah memberikan uang sejumlah 30 ribu kepada saya. Uag itu saya gunakan untuk mengisi bensin dan tahu-tahunya beberapa menit kemudian… habis karena tidak ada SIM. Baiklah…. Trimakasih pak polisi karena sudah merazia orang yang tak taat hukum….. Tapi saran saya hanya satu, “Uang yang anda pegang adalah UANG TILANG. Hati-hati pak karena itu adalah uang amanah negara yang harus anda kembalikan kepada negara. Jika anda memakan uang hasil razia- berfikirlah seribu kali karena bisa jadi itu adalah alasan kehidupan keluarga anda kurang berkah karena menafkahi anak dan istri anda dengan uang yang tidak halal. Surga tidak menerima uang haram. Surga tidak suka disogok. Percayaah pak. Saya tidak bohong. Kalau sudah terlanjur, siapapun bisa bertaubat dan tidaklagi mengulangi kesalahan yang sama. Tapi saya yakin bahwa pak polisi adalah orang yang amanah. Kalau tidak amanah- tidak mungkin lolos sebagai pengaman masyarakat. Sekecil apapun uang yang saya titip kepada negara lantaran keteledoran saya melanggar hukum- Saya sangat memohon agar uang itu sampai kepada NEGARA. Saya percayakan uang kecil saya kepada Pak Polisi. Terimakasih”

“Menunggu” di Kelas Menulis dan Menggali Ide itu sangat Menyedihkan

Kemarin saya sangat bersedih karena pertama kalinya saya sebagai tutor kelas PKM menunggu adik-adik yang akan belajar menulis dan menggali ide PKM. Kesedihan saya bertambah karena selama setengah jam duduk sendiri tak satupun yang datang. Angin memang sangat kencang dan menampar wajah-wajah pohon sore itu. Saya degan dress hitam baru menguatkan hati untuk duduk dibawah kerasnya tamparan angin. Ada rasa sedih tak tertahankan terlebih kedua orang adik-adik Mahasiswa yang sejak dua minggu lalu berkonsultasi dengan saya sudah dua hari takada kabarnya. Hati saya tak karuan. Beberapa saat kemudian datanglah seorang adik semester 5. Ia teman satu organisasi. Ia berkata bahwa temannya yang kemarin berkonsultasi dengan sya sedang mengambil laptop untuk dibawa ke kelas saya hari ini. Saya tetap bersedih. Saya tidak ingin ssu’udzon akan tetapi keadaannya memang saya ingin mereka benar lolos pendanaan. Kalau saya tahu apa yang mereka tulis sudah benar dan selesai mereka boleh saja meninggalkan kelas karena saya rasa tugas saya untuk membimbing mereka sudah selesai.

Untung saja air mata saya tidak tumpah. Sudah dua orang yang datang. Dua orang lainnya datang lagi. Saya mengajak mereka tidak duduk di rumput rektorat karena angin sangat kencang dan saya benar-benar tidak bisa kena angin kencang. Lantas kami duduk di dalam rekorat UNRAM sambil mengerjakan latar belakang proposal mereka. Saya bertanya epada salah seorang diantara dua orang yang datang pertama kali, “Kalau PKM ini diwajibkan kpd seluruh mahasiswa bidikmisi, mengapa kalian tidak mengarahkan teman-teman kalian kemari? Kalian sudah tahu ada kelas Prima setiap sore lantas mengapa kalian tidak mengajak mereka? Biar saya yang membimbing”, Ucap saya dengan penuh harap.

Anehnya… saya yang berharap untuk dapat membibing penuh adik-adik itu. Tujuan saya sangat simple sebenarnya: Ingin berbagi ilmu. Saya ingin mereka pandai menulis. Tidak berarti saya hebat dalam menulis akan tetapi sedikit ilmu yang saya miliki setidaknya berguna bagi orang lain. Akan tetapi- mungkin iutlah mahasiswa: seperti apapun usaha saya untuk mendatangkan mereka: tak berhasil banyak. Hanya ada beberapa. Bisa dihitung dengan jari. Kelas pertama berisikan 7 atau 8. Kelas selanjutnya setelah dua minggu dengan orang yang berbeda berisi 4 orang. Seperti apapun itu saya berharap apa yang saya berikan kepada mereka meskipun itu kecil dapat bermanfaat untuk adik-adik yang lain. Semoga peristiwa kemarin : menunggu adik-adik itu datang ke kelas menulis” tidak akan pernah terjadi lagi. Mungkin begini rasanya seorang dosen yang menunggu Mahasiswanya untuk datang ke kelasnya. Tidak on-time itu menyaitkan. Apalagi tanpa kabar berita. Hiks hiksss

Nasihat Ulfa tentang PKM

“Luruskan niat terlebih dahulu”, Kata Ulfa kepada adik-adik Mahasiswa ketika mengisi acara workshop menulis PKM.

Benar memang. Kemarin niat saya berbanding terbalik dengan tujuan DIKTI mendanai PKM yang lolos. Persepsi saya salah tentang PKM. Takutnya saya korupsi dana. Tapi itu kan PKMK alias kewirausahaan. Uang itu diberikan negara untuk mendanai proposal bukan untuk kepetingan yang lain.

Ulfa lantas bercerita tentang BAGAIMANA AKHIRNYA Ia sampai ke PIMNAS- Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional. Ia percaya bahwa Pimnas merupakan takdir Allah atas dirinya. Saya sempat diam sejenak lantas berfikir, “Mungkin niat saya kemarin salah dan saya memang harus meluruskannya dari sekarang agar apa yang saya dapatkan membawa berkah”.

Ya.. Ulfa bersama dua orang Mahasiswa UNRAM bulan Agustus kemarin lolos PIMNAS ke UNDIP. Ia bercerita kepada saya bahwa PKMP yang mendapat juara dua tahun ini menganalisis bahasa keraton Jogja. Tau apa? Saya sedari satu minggu yang lalu memang berencana untuk meneliti salah satu bahasa yang ada di KLU. Sangat menarik buat saya karena beberapa alasan. Tapi niat itu saya patahkan berkali-kali karena berfikir saya sudah semester akhir. Lebih parahnya lagi contoh proposal tentang bahasa yang di ungga ke google hanya beberapa saja. Saya terkadang berfikir “Mengapa Mahasiswa begitu pelit hanya untuk membagikan tulisan mereka kepada publik? Padahal tulisan mereka sangat bermanfaat untuk orang lain: terkdang”.  Saya jadi teringat Bli Andi yang tak bosan-bosannya berbagi tentang beasiswa Australia. Saya mengenal beliau sebagai sosok loyal berbagi informasi.Ah…senadainya saja banyak Mahasiswa yang seperti beliau saya yakin- Indonesia pasti memiliki SDM yang lebih baik karena manfaat dari apa yang ditulis itu akan lebih berdampak besar terhadap SDM Indonesia.

Berbicara tentang SDM, hari ini setelah niat yang hilang beberapa kali untuk meneliti bahasa kini niat tersebut muncul lebih kuat. Sebenarnya ada yang mematahakan semangat saya hari ini akan tetapi gagal. Semangat ini tetap menjadi semangat kuat. Karena bagi saya- menulis itu keren dan meneliti itu lebih keren lagi. Saya akan meneliti Bahasa. Insyaallah semoga proposal yang saya tulis berhasil. Lagi pula, ini pertama kali saya menulis proposal tentang penelitian. Saya cukup blank karena contoh yang sangat minim. Saya berharap ada angin lewat yang memberikan saya contoh tentang analisis bahasa agar proposal yang akan saya tulis berjalan dengan lancar- Aamiin.

Tentang nasihat Ulfa Jumad kemarin- trimaksih. Saya juga sudah memperbaiki niat karena memang saya sungguh-sunggu ingin meneliti. Saya ingin menjadi seseorang yang berguna bukan hanya bagi bangsa akan teapi bagi seluruh umat manusi… ciehhh… maksut loh??/ gkgkgkgkkg

BERMIMPI

Setelah membongkar status-status lama di fb, saya menemukan sebuah kalimat dari guru saya di Tsanawiyah. Beliau berkomentar tentang puisi saya.
‘bermainlah terus dengan rintik-rintik mu anakku. Teruslah bermimpi, karena minimal setengah dari apa yang kau impikan pasti akan tergenggam dalam telapak tangan mu. Salam ke anak-anak ku yang lain..’
dan sebuah komentar indah lainnya:
“Bayangan tidak pasti semu, bayangan bisa menjadi nyata. tergantung di posisi mana benda aslinya diletakkan di depan cermin”
Ada saebuah keyakinan kuat yang tertanam dilubuk hati ini…. Aku adalah seorang PEMIMPI yang memiliki sebuah keyakinan tak terpatahkan. Keyakinan itu bahkan lebih kuat dari pada baja. Standar kebahagiaan dan kesuksesan untukku adalah jika aku bisa mendapatkan apa yang aku impikan. Diantara rentetan mimpi2 itu melanjutkan sekolah keluar negeri sampai S3 adalah mimpiku. Aku tak pernah menyerah meski terjatuh karena pada akhirnya MIMPI2 itulah yang menuntun kemana aku harus pergi. Tanpa MIMPI aku seperti orang buta- tak dapat melihat keindahan dunia, tak dapat menikmati setiap pancaran cahaya. MIMPI adalah sesuatu yang selalu ku sebut dalam benakku. Aku tak cukup jenius memang tapi minimal aku akan selalu berusaha untuk cerdas karena MIMPI2 ku yang menuntunku untuk menjadi seperti itu. Hingga aku membaca ulang komentar itu:
‘bermainlah terus dengan rintik-rintik mu anakku. Teruslah bermimpi, karena minimal setengah dari apa yang kau impikan pasti akan tergenggam dalam telapak tangan mu. Salam ke anak-anak ku yang lain..’
Aku diajak untuk terus mermimpi. Jangan pernah mererah seberapa seringpun kegagalan menghampiri. Teruslah mencoba karena minimal, separuh dari apa yang kita mimpikan- pasti akan kita raih. Insyaallah. Mimpi itu ibarat oase di padang pasir. Kau akan mati jika kau berjalan diterik yang panas tanpa air. Ketika kau menemukan oase- maka kau akan tetap dapat melanjutkan perjalananmu. Ya… aku selalu yakin untuk sebuah tujuan yang pasti- SEKOLAH SAMPAI BISA MEMBUAT PERUBAHAN. Karena dengan bersekolah, aku bisa mendapat ilmu yang banyak. Dengan bersekolah, aku bisa merubah keadaan daerahku- bahkan negeriku. Bukankah Rasulullah mengajak kita untuk menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahab? Bukankah ILMUadalah sesuatu yang paling berharga didunia ini? Ya….ILMU bisa diperoleh dimana saja. Ilmu yang banyak bisa diperoleh dengan bersekolah. Dan itu adalah MIMPIKU untuk menjadi seseorang yang berilmu pengetahuan- seorang yang dapat berbagi ilmu dengan yang lainnya- seorang yang mengajarkan ilmu itu kepada orang lain- seorang yang dengan inlumnya bisa mencerdaskan orang lain. Karena ada kebahagiaan tersendiri ketika mengajarkan ilmu kepada orang lain dan mereka dapat menyerap ilmu itu. 🙂 SO I LOVE DREAMINGLucky Bay, Esperence, WA

Workshop menulis-PKM dan Gedungnya

Bing bing bing…..

Saya orangnya anti ngeluh kalau masalah kegiatan kampus tapi paling suka ngeluh kalau masalah beres-beres rumah. Kali ini naluri MAHASISWA saya tetap bertengger diposisi teratas. Ya… Saya mengupayakan yang terbaik buat adik-adik tingkat sepeninggal saya nantinya. Saya berharap- dengan kegiatan ini ada regenerasi dan penerus saya yang hobi banget ngusulin PKM. Ya… Bulan ini KAPRODI mengadakan kegiatan WORSHOP HEBAT MENULIS PKM- 2014 SE-NTB. Sebagai otak dari kegiatan ini dan panitia tunggal yang mempersiapkan segala sesuatu dengan sangat baik- saya rasa kualahan menghadapi deadline yang dicanangkan oleh DIKTI yakni 28 September sedangkan proposal bagi pemulatidaklah gampang. Tujuan khusus dari kegiatan ini adalah membuka fikiran adik-adik agar tidak monoton hebat dalam dunia akademik saja akan tetapi hebat juga dalam hal lain. PKM sendiri merupakan kepanjangan dari Program Kreatifitas Mahasiswa dimana PKM itu sendiri adalah PROGRAM DIKTI. Bagi adik-adik tingkat saya khususnya Bahasa Inggris- mungkin agak sulit bagi mereka untuk membuat proposal PKM-P atau PKM-T. Ada dua kemungkinan besar bagi mereka yaitu PKM-Kewirausahaan dan PKM-Pengabdian Masyarakat. Well…. Kedua jenis PKM ini pernah saya dapatkan sebelumnya. PKM-M atau Pengabdian Masyarakat – lolos didanai pada 2011 dulu. PKM-K menyusul ditahun berikutnya.

Bagi saya PKM merupakan hal yang spesial. Entah mengapa saya merasa selalu tertantang untuk menulis proposal atau membagi ilmu dangan yang lain. Bagi saya, mengajak adik2 tingkat untuk mengenal dan menulis PKM merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Naluri menulis saya tidak bisa hilang. Ini sudah melekat sejak SD dulu dan tidak bisa saya hilangkan. Ibaratnya, menulis itu merupakan camilan rutin bagi saya dan tanpa camilan itu saya merasa selalu lapar.

Mungkin saya tidak terlalu jago dalam merangkai kata akan tetapi saya sangat lihai dalam BERFIKIR dan MENEMUKAN IDE. Itu adalah kemampuan yang tidak diketahui oleh orang lain dan sebaiknya saya diam saja karena tak ada guna juga jika saya bicarakan.

Permisalan kecil, dalam Karya tulis- Saya punya puluhan ide yang bisa saya berikan satu persatu kepada kelas saya. Saya bisa memberikan mereka ide atau judul gratis yang tida perlu dibayar. Bayaran yang saya minta adalah selesaikan karya tulis itu dan cari referensi. Selesaikan dengan sebaik-baiknya, intinya lakukan yang terbaik. Saya ingin melihat adik-adik bimbingan saya ‘SUKSES’ tanpa terkecuali. Saya ingin melihat orang-orang yang ada didaerah ini mencontoh Universitas-Universitas besar yang ada diluaran sana. Sukses itu terjadi bukan tanpa perjuangan. Kita butuh tetesan keringat untuk sukses dalam hal yang kita inginkan. Sukses juga bukan tentang berapa rupiah yang bisa kita hasilkan. Akan tetapi sukses itu merupakan sebuah proses dari butiran-butiran kepercayaan kita kepada mimpi. Kita melangkah dengan sebuah keyakinan bahwa MIMPi itu pasti akan terwujud adalah merupakan setengah dari kesuksesan itu. Sukses adalah tentang tercapainya MIMPI kita. Mimpi yang selalu membuat kita terjaga ketika rasa suntuk menghadang, mimpi yang membuat kita selalu termotifasi untuk melakukan tugas sehingga rasa malas dan bodoh itu lenyap seketika. Sukses adalah tentang MIMPI dan BISA berbagi dengan orang-orang s=disekeliling kita. Kita mungkin tidak bisa berbagi uang dengan mereka. akan tetapi kita bisa berbagi ilmu yang kita miliki. Bagi saya- PKM ini se=ndiri merupakan sebuah KESUKSESAN yang taka ternilai harganya. Saya bisa belajar dan mengajarkan ilmu saya kepada orang lain. Inti kesukseanbagi saya adalah tentang MIMPI dan PKM merupakan rentetan dari MIMPI-MIMPi saya selain S2. Saya ingin sekali melihat orang lain sukses ketika saya sudah sukses didalam satu hal. Saya ingin melihat mereka dalam posisi yang sama dengan saya. Saat ini mungkin saya hanya bisa berbagi sedikit ilmu menulis dengan mereka akan tetapi suatu saat nanti saya yakin dapat memberi lebih bagi daerah saya yang tercinta-NTB.

Entah itu sebagai tutor kealas menulis dan menggali ide ataupun sebagai pemateri kepenulisan- saya sangat menyukai bidang saya. Jika saya tidak benar-benar pada bidang dan MIMPI saya- saya tidak akan membuang pekerjaan saya.

Hari ini… entah hari keberapa perjuangan saya untuk meminjam ruangan- saya merasa semakin baik meski gagal meminjam gedung D8 untuk kegiatan . Padahal dari minggu kemarin saya usahakan.Kesempatan akan selalu ada percayalah. Tidak mati sampai disitu- Saya pergi ke rektorat untuk meminjam gedung ARBUD. 10 kali bolak balik kampus dan tempat ngeprint- bolak balik tempat ngeprint-runag dosen sampai akhirnya bolak balik ke Rektorat. Disana- meski dengan nasihat bijak- bapak di bagian RT menasihati saya untuk jangan lagi seperti ini meminjam gedung H-1. Well…. saya memang salah karena seharusnya jika di fakultas cukup lama- maka seharusnya saya sudah punya persiapan gedung lain. Hanya satu harapan saya kali ini bahwa PR II berbaik hati untuk menolong saya. Ini juga demi kebaikan semua orang. Sebuah niat yang tulus insyaallah akan selalu terberkati. Allah akan selalu membantu orang yang akan mengajarkan ilmu kepada orang lain. Insyaallah 🙂

CONTOH PROPOSAL PKMK DIDANAI DIKTI

GAMIS SASAMBO MENUJU ERA HIJABERS MODERN

RINGKASAN

Kegiatan ini dilatar belakangi oleh semakin maraknya penggunaan hijab yang dipadu padankan dengan busana muslim sebagai sebuah fashion yang mulai dilirik oleh kaum hawa saat ini. Busana muslim khas sasambo merupakan sebuah karya dan inovasi baru dengan pola-pola beragam yang modis dan elegan menuju era hijabers modern. Terbukanya peluang pasar yang besar memberi dampak positif untuk penjualan busana muslim khas sasambo. Adapun tujuan umum dari pembuatan produk ini adalah: Menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa untuk mendorong terciptanya wirausahawan muda yang peduli dengan keadaan daerahnya, memasarkan produk Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern. Mencari profit yang sebesar-besarnya dengan memanfaatkan peluang pasar, Mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Target khusus dari kegiatan ini adalah pembuatan 175 busana muslim khas sasambo menuju era hijabers modern untuk mendapatkan profit yang sebesar-besarnya serta usaha yang berkelanjutan. Ada empat metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu tahap persiapan dan survey, tahap promosi, tahap pemasaran dan tahap evaluasi.

Kata Kunci: fashion busana muslim           sasambo                      modern           khas

 

BAB 1 PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dunia fashion merupakan saatu bidang yang paling diminati oleh hampir semua kalangan dimanapun dan kapanpun serta suatu bisnis yang tidak ada matinya. Salah satu fashion yang saat ini mulai disorot oleh kaum hawa adalah hijab. Hijab dijadikan kebiasaan berpakaian sehari-hari. Penggunaannyapun dari berbagai kalangan mulai dari kalangan atas, menengah hingga bawah. Hijab pula dipadu padankan dengan busana muslim yang elegan dengan berbagai motif. Mulai dari motif bunga, garis-garis, kotak-kotak hingga batik yang merupakan khas daerah yang patut dijaga kelestariannya. Harganyapun bervarisi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Busana memilikii model untuk selalu berubah. Ia berkembang sesuai dengna perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi. Seiring dengan perkembangan zaman tersebut, saat ini, busana yang ada semakin berkembang sesuai dengna perkembangan mode yang beraneka ragam, baik warna, model, bahan, dan teknik pembuatan busana. Pembuatan tersebut menuntut para desainer untuk menghasilkan desain atau bentuk busana yang kreatif, inofatif dan dinamis (Iqra’, 2004).

Heidi (2004) menyatakan bahwa busana muslim untuk remaja sekarang ini sudah ditampilkan dengan berbagai cara dan gaya, sehingga sesuai dengan karakter remaja yang muda, energik dan ceria.

Iqra’ (2004) menyatakan bahwa busana mempunyai konotasi “pakaian yang bagus atau indah”. Ungkapan lain busana adalah pakaian yang serasi, harmonis, selaras, nyaman dipandang, cocok dengan pemakai, serta sesuai dengan kesempatan.

Busana muslim memberikan peluang yang besar untuk berbisnis. Demand pasar yang tinggi memberikan efek yang tak terelakkan lagi bagi keberlangsungannya sebagai sebuah fashion yang selalu dinanti-nanti oleh kaum hawa dan dicari-cari untuk berbagai kepentingan mulai dari kepentingan untuk hari raya, pesta, kuliah, jalan-jalan, sehari-hari dan sebagainya.

Penggunaan batik dalam pembuatan busana muslim di Nusa Tenggara Barat sangat minim tidak seperti dikota-kota lainnya yang ada dipulau Jawa. Sebagaian besar busana muslim ataupun pakaian lain yang dijual di Nusa Tenggara Barat rata-rata merupakan buatan di luar Nusa Tenggara Barat itu sendiri. Padahal peluang yang ada sangat besar dan dapat menghasilkan profit yang tinggi. Pemanfaatan kain batik sasambo hanya sebatas pada pembuatan baju formal saja misalkan baju kantor, dan acara-acara resmi lainnya. Padahal, sejak disahkannya batik menjadi sebuah pusaka bangsa, peminat batik meroket tajam dimana-mana. Konsumenpun tak segan-segan mengeluarkan uang demi mendapatkan desain batik yang beragam dan indah serta mulai memburu pakaian yang berbahan dasar batik, terutama busana muslim yang saat ini digandrungi oleh kaum hawa.

Mensiasati peluang pasar yang terlihat transparan, Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern hadir sebagai sebuah solusi yang tepat bagi perkembangan fashion saat ini dengan menginovasikan pola-pola yang beragam. Bahan yang mudah dijumpai yaitu batik sasambo yang merupakan batik khas Nusa Tenggara Barat bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Desain busana batik yang ditawarkanpun bervariasi sesuai dengan perkembangan zaman.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka didapatkan rumusan masalah, antara lain :

  1. Bagaimana memaksimalkan pemanfaatan batik sasambo menjadi busana muslim yang modis dan elegan?
  2. Bagaimana cara memasarkan produk “Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern kepada masyarakat?
  3. Bagaimana cara mendapatkan keuntungan yang optimal sehingga mampu menjaga keberlangsungan usaha?

Tujuan

Secara umum tujuan dari program ini antara lain :

  1. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa untuk mendorong terciptanya wirausahawan muda yang peduli dengan keadaan daerahnya.
  2. Memasarkan produk Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern.
  3. Mencari profit yang sebesar-besarnya dengan memanfaatkan peluang pasar.
  4. Mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

Luaran Yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan:

  1. Menarik minat masyarakat untuk membeli Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern
  2. Memasarkan produk busana Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern kepada masyarakat luas.
  3. Memperoleh profit yang sebesar-besarnya dari hasil penjualan produk.
  4. Usaha” Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern” dapat berkelanjutan dengan sasaran pasar semakin meluas sampai keseluruh Indonesia.

Kegunaan

Program kegiatan ini berguna untuk :

  1. Mengasah kreatifitas untuk menciptakan desain pola produk yang diminati oleh semua kalangan.
  2. Mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari hasil pemasaran “Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern”

BAB 2

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Sekilas tentang Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern

Usaha yang kami lakukan mengambil ide mendesain, membuat dan memasarkan dan dalam hal ini kami sebagai pencetus ide busana “Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern” dari produk yang kami rancang. Batik sasambo merupakan sebuah batik khas gabungan dari tiga etnis yang mendiami Pulau Lombok dan Sumbawa (yang kemudian disebutNTB) yaitu rumpun Sasak, Sumbawa dan Mbojo. Batik sasambo saat ini mulai marak dipasarkan di Nusa Tenggara Barat sebagai sebuah batik khas daerah dan penggunaan dalam pembuatan busana muslim sangatlah minim. Berangkat dari Lombok yang pada dasarnya bukanlah produsen dari komunitas baju dan busana lainnya serta mengimpor dari daerah lain, maka busana muslim modern bermotif batik sasambo merupakan sebuah busana muslim inovasi kami dari Nusa Tenggara Barat yang memanfaatkan kain batik sasambo semaksimal mungkin dengan pola yang beragam yang mengikuti permintaan pasar.

Prospek Pengembangan Usaha

            Prospek pengembangan busana muslim modern bermotif batik sasambo dikaji berlandasakan pada analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Thereat) sebagai berikut:

Kekuatan (Strength)

  1. Variasi desain

Desain yang bervariasi dengan pola-pola tertentu memiliki keunikan tersendiri yang tidak didapatkan dari corak busana muslim lainnya.

  1. Memiliki nilai estetika yang tinggi

Corak batik dari Nusa Tenggara Barat membuat pemakainya terlihat elegan karena desain dari busana muslim ini mengikuti permintaan pasar yang modern..

  1. Bahan baku murah

Kebaradaan Batik Sasambo sebagai sebuah batik khas paduan dari tiga etnis utama di NTB memiliki harga yang terjangkau.

Kekurangan (Weakness)

Skala produksi terbatas sehingga terkendala dalam memenuhi permintaan pasar.

Peluang (Opportunity)

Tidak adanya pengusaha Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern di Nusa Tenggara Barat.

Nusa Tenggara Barat bukan merupakan produsen pakaian bahkan garmen yang ada di Nusa Tenggara Barat sangatlah minim. Jikalaupun ada garmen di Nusa Tenggara Barat, mereka bukanlah membuat busana muslim modern bermotif batik sasambo. Hal ini memberian peluang yang besar bagi keberadaan usaha ini.

Ancaman (Threat)

Munculnya usaha-usaha sejenis yang menggunakan bahan dasar yang sama dan memproduksi dalam skala besar.

Dari uraian kelemahan (weakness) dan ancaman (threat) di atas, perlu disusun strategi untuk prospek pengembangan usaha Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern sehingga lebih baik. Adapun strategi yang digunakan adalah dengan menggunakan kekuatan (strength) yang dimiliki untuk mengatasi kelemahan dan ancaman. munculnya usaha-usaha sejenis yang menggunakan bahan dasar yang sama dan memproduksi dalam skala besar akan diatasi dengan pengembangan pola yang bermacam-macam sesuai dengan permintaan pasar.

Dari uraian analisa SWOT Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern diatas dapat diprediksikan bahwa pengembangan usaha ini akan memiliki prospek usaha yang baik serta memperoleh laba yang sebesar-besarnya serta berkelanjutan.

Keunggulan Busana Muslim Modern Bermotif Batik Sasambo

Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern ini berbahan dasar batik sasambo. Sebagai sebuah batik khas daerah, pola yang dikembangkan untuk pembuatan busana muslin ini pun berfariatif serta coraknyapun bermacam-macam serta menginovasikan trend-trend busana muslim dengan pola terbaru.

ANALISIS EKONOMI USAHA

Sasaran Usaha

Sebagai permulaan sasaran utama pemasarn produk ini adalah pasar-pasar yang ada di Pulau Lombok. Mengingat permintaan terhadap busana muslim yang cukup tinggi maka tidak menutup kemungkinan produk ini dapat diterima oleh masyarakat luas dan pemasarannya tidak hanya pada skala pulau Lombok saja melainkan juga nasional.

Tempat Pemasaran

Tempat pemasaran yang menjadi fokus penjualan antara lain:

  1. Pasar-pasar yang ada di Pulau Lombok
  2. Toko-toko yang ada di Kota Mataram
  3. Butik-butik yang ada di Kota Mataram
  4. Stand di beberapa pasar.

Strategi Promosi dan Pemasaran

Promosi dan pemasaran pada tahap awal dilakukan dengan cara menyebarkan brosur, melalui spanduk yang ditempatkan di tempat-tempat strategis, melalui sosial media seperti iklan di radio, poster, facebook, blog, dan website menerapkan metode partnership, yaitu bekerja sama dengan pengusaha pakaian untuk membidik pesanan dalam jumlah besar serta mebuka stan-stan ditempat beberapa pasar. Untuk memperbesar profit margin, juga dipasarkan melalui direct selling.

Langkah pengembangan ke depan

Langkah yang akan dilakukan jika usaha ini mulai berkembbang serta tingkat permintaan yang mulai tinggi yaitu dengan mematenkan produk Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern serta mempertahankan keunggulan produk dan kualitas produk, memperluas jaringan usaha, pemasaran dalam berbagai media, pembuatan garmen, serta mengembangkan produk busana muslim dalam berbagai macam bahan dasar.

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

Terdapat empat metode yang digunakan pada program ini, yaitu tahap persiapan dan survey pasar, promosi, pemasaran dan evaluasi. Penjelasannya sebagai berikut:

  1. Tahap persiapan dan survey

Tahap persiapan dan survey pasar diawali dengan mempersiapkan tempat. Pada tahap ini juga kami membeli segala perlengkapan baik berupa alat maupun bahan pembuatan busana muslim modern bermotif batik sasambo serta mulai membuat produk serta mengamati target yang akan menjadi target penjualan.

  1. Tahap Promosi

Publikasi dan menyebarluaskan informasi mengenai Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern dengan kerja sama dengan masyarakat yang khususnya menjual pakaian, took-toko, butik, serta pasar-pasar yang ada di wilayah Lombok. Selain itu pembuatan dan penyebaran brosur, pamphlet, blog-blog, facebook dan twiter agar semua kalangan lebih mengenal dan memiliki ketertarikan untuk membeli produk busana muslim modern bermotif batik sasambo.

  1. Tahap pemasaran

Pada tahap ini dilakukan dengan direnc selling yaitu penjualan langsung kepada masyarakat di stand-stand yang telah dipersiapkan sebelumnya serta penjualan keberbagai pasar tradisional ataupun modern utuk membidik konsumen yang lebih luas. Selain itu diadakan pula metode pemesanan. Diawalai dengan membuat katalog mengenai produk yang kami jual, melalui tahap promosi yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian barang akan dibuat setelah konsumen memsan produk tersebut.

  1. Tahap Evaluasi

Pada tahap ini dilakukan evaluasi total terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan busana muslim modern bermotif batik sasambo baik itu berupa pengeluaran dan pemasukan, strategi pemasaran, modal serta terhadap jaringan dan mitra kerja.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

  • Anggaran Biaya

Table 3.1

No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1 Peralatan Penunjang (20% – 30%) 3.901.000
2 Bahan Habis Pakai (40% – 50%) 6.985.000
3 Perjalanan (10%) 500.000
4 Lain-lain(administrasi, laporan, publikasi) (10%) 567.000
  Jumlah 11.681.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Jadwal Kegiatan

 

Tabel 3.1

  1. JADWAL KEGIATAN
       Bulan   ke-

Minggu ke-

Kegiatan

1 2 3 4

Target

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

Persiapan dan Survey Pasar Usaha siap dijalankan, mengetahui minat pasar
Promosi Pasar mengenal produk Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern dan berminat dengan barang tersebut
Pemasaran     Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern terjual sesuai target, bahkan melebihi, dengan kata lain Cash Flow berjalan dengan baik
Evaluasi Mengetahui kelemahan strategi pemasaran dan menentukan strategi lain serta inovasinya

Daftar Pustaka

Al-Firdaus, Iqra’. 2010. Inspirasi-Inspirasi Menakjubkan dalam Kreasi Busana. Jogjakarta: Diva Press.

Purname Dewi, Heidi. 2004.Busana Muslim Bergaya Funky & Etnik Untuk Remaja. Tangerang: Kawan Pustaka.

Lampiran-Lampiran

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Kelompok

Biodata Ketua

  1. Identitas Diri

 

Nama : Nurfarhati
NIM : E1D 011 056
Jenis Kelamin : Perempuan
Program Studi : Pendidikan Bahasa Inggris
Tempat dan Tanggal Lahir : Mataram, 13 April 1993
Email : Nurfarhati@gmail.com
No HP : 081805745003

 

  1. Riwayat Pendidikan

 

No   SD SMP SMA
1 Nama istitusi SDN 37 Ampenan SMPN 2 Mataram SMAN2 Mataram
2 Jurusan IPA
3 Tahun Mauk-Lulus 1999-2005 2008-2011 2008-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak -sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah

Mataram, 25 Oktober 2013

(Nurfarhati)

Biodata Anggota 1

Identitas Diri

 

Nama : Johaerani
NIM : E1D 012 031
Jenis Kelamin : Perempuan
Program Studi : Pendidikan Bahasa Inggris
Tempat dan Tanggal Lahir : Batu Numpuk, 29 Juni 1993
Email : johaerani@yahoo.com
No HP : 087864174232

 

Riwayat Pendidikan

 

No   SD SMP SMA
1 Nama istitusi SDN 2 Lendang Kunyit MTS N. Model Praya MAN 1 Praya
2 Jurusan Bahasa
3 Tahun Mauk-Lulus 1999-2006 2006-2009 2009-2012

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak -sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah

Mataram, 25 Oktober 2013

(Johaerani)

Biodata Anggota 4

  1. Identitas Diri

 

Nama : Fera Komalasari
NIM : E1D 010 002
Jenis Kelamin : Perempuan
Program Studi : Pendidikan Bahasa Inggris
Tempat dan Tanggal Lahir : Mataram, 02 Mei 1992
Email : ferakomala@gmail.com
No HP : 081936737449

 

  1. Riwayat Pendidikan

 

No   SD SMP SMA
1 Nama istitusi SDN 5 Denpasar MTs N Model Kuripan MAN 2 Mataram
2 Jurusan     IPS
3 Tahun Masuk-Lulus 1998-2004 2004-2007 2007-2010

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak -sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah

Mataram, 25 Oktober 2013

(Fera Komalasari)

LAMPIRAN 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

  1. Peralatan Penunjang
No. Material Justifikasi pemakain Kuantitas Harga (Rp.) Keterangan (Rp.)
1. Mesin jahit Untuk menjahit busana muslim 2 buah 1.250.000 2.500.000
2. Mesin obras Untuk mengobras busana muslim 1 buah 1.250.000 1.250.000
3. Gunting Menggunting bahan 3 buah 20.000 60.000
4. Sekuci Dipasang pada mesin jahit 2 buah 10.000 20.000
5. Peniti Untuk menahan kain agar tidak miring 1 pcs. 1.000 1.000
6. Meteran Mengukur panjang kain 3 buah 5.000 25.000
7. Pendedel Untuk membongkar jika ada kesalahan penjahitan 3 buah 5.000 15.000
8. Penggaris kayu Menggaris pola-pola rancang busana 3 buah 10.000 30.000
Sub total 3.901.000
  1. Bahan Habis Pakai
No. Material Justifikasi pemakaian Kuantitas Harga (Rp.) Keterangan (Rp.)
1. Kain batik sasambo 1 roll = 50 meter

Total 300 meter

1 busana menghabiskan 2 meter kain

6 roll 750.000 4.500.000
2. Kain kaos biasa 1 roll= 50 meter

Sebagai bahan tambahan

Memperindah corak busana

1 roll 750.000 750.000
3. Benang kain 175 unit produksi membutuhkan 1 pcs benang 1 pcs 45.000 45.000
4. Benang obras 175 unit produksi membutuhkan 10 gulung benang obras 10 gulung 17.500 150.000
5. Kapur jahit Digunakan untuk mengukir pola sebelum proses pengguntingan dimulai 5 buah 3000 15.000
6. Karet -3 cm Digunakan sebagai variasi untuk membentuk lingkar pinggang serta tangan busana 50 meter 5.000 250.000
7. Pernik hiasan Sebagai pemanis tambahan yang diaplikasikan didepan busana 175 buah 3.000 525.000
8. Renda Sebagai bahan untuk memperindah bentuk terluar dari busana 10 gul. 50.000 500.000
Sub total 6.985.000

Pemasaran

No. Perjalanan Justifikasi perjalanan Kuantitas Harga Satuan Keterangan
1. Perjalanan pemasaran dan survey. Ke pasar tradisional seluruh Lombok, took-toko, butik 500.000
Sub Total 500.000
  1. Lain-lain
No. Material Justifikasi perjalanan Kuantitas Harga satuan (Rp.) Keterangan
1. Administrasi Pembuatan proposal 3 20.000 60.000
2. Pameran Pameran busana muslim berbasis batik sasambo 1 kali 500.000 500.000
3. Materai Untuk lembar pengesahan 1 buah 7.000 7000
Sub total 567.000
Total 11.681.000

1 roll kain batik berisi 50 meter. Pembuatan satu model baju busana muslim membutuhkan kurang lebih 2 meter kain batik. 6 roll berisikan kurang lebih: 300 meter ditambah 1 roll kain biasa: 50 meter. Jadi total kain keseluruhan adalh 350 meter. Dari 350 meter ini satu baju membutuhkan 2 meter kain sehingga ditargetkan pembuatannya mencapai 175 unit baju.

Total target Produksi dari modal awal: 175 unit

Kebutuhan per unit produksi Rp. 39.900

Harga jual per unit:Rp. 100.000

Laba per unit X total produksi awal: Rp. 60.100

Laba dari seluruh penjualan: 175 (unit) X 60.100= Rp. 10.517.500

Total laba dari modal awal= Rp. 10.517.500

 

 

Perkiraan penjualan

Produksi ke- I II III IV V VI
Unit terjual 25 30 30 35 30 25

 

Analisis Laba Rugi:

Produksi pertama        : Rp. 25 X Rp. 100.000 = Rp. 2.500.000

Laba Bersih                 : Rp. 2.500.000

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No Nama/NIM Program Studi Bidang Ilmu Alokasi Waktu (Jam/Minggu) Uraian Tugas
1 Nurfarhati

(E1D 00)

Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa Inggris 24 jam/

minggu

Penanggung jawab

Persiapan dan survey pasar

2 Fera Komalasari

(E1D 010 002)

Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa Inggris 24 jam/minggu Penanggung jawab

Evaluasi

3 Johaerani Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa Inggris 24 jam/minggu Penanggung jawab

Promosi

    Penjualan

 

 

 

 

 

                        KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

                                                UNIVERSITAS MATARAM

                        Jl. Majapahit No. 62 telp. (0370) 623873 Fax. 634918 Mataram 83125

Lampiran 4

Surat Pernyataan

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama              : Nurfarhati

NIM                 : E1D 011 0

Program Studi   : Pendidikan Bahasa Inggris

Fakultas            : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan ini menyatakan bahwa usulan ( Isi sesuai dengan bidang PKM) saya dengan judul:

Busana Muslim Khas Sasambo Menuju Era Hijabers Modern yang diusulkan untuk tahun anggaran 20132014 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.

Mataram, 25 Oktober 2013

Mengetahui,

Pembantu Rektor/Ketua                                                                            Yang menyatakan,

Bidang kemahasiswaan,

( Drs. H. Nasarudin, M.Kes)                                                                    ( Nurfarhati )

NIP/NIK: 19560808 198511 1001                                                            NIM: E1D 011 056

Semoga bermanfaat 🙂