Fera Komalasari

Beranda » Uncategorized » LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMP NEGERI 1 KURIPAN PERIODE 2013/2014

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMP NEGERI 1 KURIPAN PERIODE 2013/2014

Arsip

Kategori

 LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMP NEGERI 1 KURIPAN

PERIODE 2013/2014 KABUPATEN LOMBOK BARAT

DISUSUN OLEH

  1. EKA RAHAYU PUJI A.                               E1D 010 044
  2. DESI WAHYUNINGSIH                             E1D 109 084
  3. FERA KOMALASARI                                 E1D 010 002
  4. UL FARIDA                                                  E1D 109 057

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATARAM

2013

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam membentuk generasi mendatang, yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dan bertanggung jawab serta mampu mengantisipasi masa depan. Pendidikan dalam maknanya yang luas senantiasa menstimulir dan menyertai perubahan-perubahan dan perkembangan umat manusia dan berupaya untuk senantiasa mengantar dan membimbing perubahan dan perkembangan hidup serta kehidupan manusia.

Tujuan pendidikan nasional menurut UUD 1945 (versi Amendemen), Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.” Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut, maka guru mempunyai tugas dan peranan yang sangat penting. Tugas seorang guru tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa tetapi lebih jauh dari itu juga turut membentuk pribadi anak didik agar menjadi manusia pembangunan sesuai dengan yang dinyatakan dalam falsafah negara Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan merupakan proses pendewasaan anak menuju sikap yang dapat mempertanggung jawabkan segala pikiran maupun pola tingkah lakunya sehari-hari. Mengingat beratnya tugas tersebut, maka seorang guru hendaknya menguasai 4 (empat) kompetensi utama meliputi kompetensi pedagogik, profesional, personal, dan sosial sehingga dapat dihasilkan guru yang profesional.

Secara teoritis, sebagai calon seorang guru tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang pendidikan, tetapi harus dilengkapi dengan pengalaman yang cukup sebagai aplikasi antara teori dengan kenyataan yang dihadapi di lapangan. Penguasaan keterampilan mengajar dan kemampuan dasar adalah unsur penting bagi mahasiswa calon guru, terlebih lagi dengan tuntutan kurikulum yang setiap waktu selalu berubah-ubah.

Berdasarkan hal tersebut, kegiatan program pengalaman lapangan (PPL) sangatlah perlu untuk dilaksanakan. Dengan adanya pelaksanaan PPL ini, mahasiswa calon pendidik diharapkan dapat memperoleh ilmu yang selama ini tidak mereka peroleh di bangku kuliah, tetapi juga situasi dunia pendidikan yang sesungguhnya melalui kenyataan yang mereka lihat dan alami di lapangan.

  1. Pengertian PPL

Program pengalaman lapangan merupakan kegiatan intrakulikuler yang harus dilaksanakan oleh semua mahasiswa. Kegiatan tersebut mencakup latihan maupun tugas-tugas kependidikan diluar pengajar yang dilaksanakan dengan suatu bimbingan secara terpadu untuk memenuhi persyaratan pembentukan profesi pendidik yang professional.

Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah titik kulminasi dari seluruh program pendidikan yang telah dihayati dan dialami oleh mahasiswa di bangku kuliah. PPL merupakan ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan yang diperoleh di perkuliahan dalam rangka pembentukan guru yang profesional. Dengan demikian PPL adalah suatu program yang memasyarakatkan kemampuan aplikatif dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya ke dalam pelatihan berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan, baik kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya. Kegiatan PPL ini diarahkan dalam bentuk : pelatihan terbatas, pelatihan terbimbing, dan pelatihan mandiri. Semua kegiatan ini harus terjadwal secara sistematis, di bawah bimbingan dosen pembimbing dan guru pamong.

 

  1. Tujuan PPL

Pelaksanaan praktek pengalaman lapangan ini memiliki dua tujuan yaitu:

  1. Tujuan Umum

Membentuk mahasiswa calon guru yang mampu melaksanakan tugas keguruan secara mandiri ditempat tugasnya. Melaksanakan pengajaran secara mandiri serta memberikan bimbingan kepada siswa yang bermasalah. Melaksanakan tugas administrasi rutin sekolah / kelas. Memperoleh kesempatan berlatih bagi mahasiswa calon guru untuk menanyakan dan mengintegrasiakan antara teori yang dipelajari di kampus/dibangku kuliah kedalam kehidupan nyata.

  1. Tujuan Khusus
    1. Menerapkan secara langsung teori – teori yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan dan pengalaman lapangan.
    2. Untuk mengetahui sejauh mana tentang situasi dan kondisi serta keadaan sekolah.
    3. Memiliki dan menguasai berbagai ketrampilan dasar mengajar.
    4. Mampu melaksanakan keterampilan mengajar pada mata pelajaran yang diajarkan.
    5. Mampu menarik pelajaran dari penghayatan dan pengalamnnya selama latihan untuk dijadikan bahan refleksi terhadap pembentukan sikap profesional sebagai guru.
    6. Memiliki suatu stanar kompetensi profesional keguruan yang dihasilkan oleh suatu LPTK.
    7. Menerapkan berbagai kemampuan profesional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata.
    8. Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sosial sekolah.
    9. Mampu mengerjakan tugas administrasi sekolah dan kelas.
    10. Menarik kesimpulan nilai edukatif dari penghayatan dan pengalaman selama pelatihan melalui refleksi dalam bentuk laporan.

 

  1. Sasaran PPL

Sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan ini adalah membentuk pribadi calon pendidik yang memiliki seperangkat ilmu pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta mampu dan tepat menggunakannya didalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran disekolah maupun diluar sekolah.

  1. Manfaat PPL

Adapun manfaat yang diperoleh dari kegiatan PPL ini antara lain :

  1. Mahasiswa PPL mendapatkan pengalaman tentang bagaimana caramelaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam suatu lembaga pendidikan.
  2. Mahasiswa tidak merasa asing jika kelak telah menjadi seorang guru karena telah mendapatkan pengalaman sebelumnya.
  3. Mahasiswa PPL memperoleh kesempatan untuk mempraktekkan teori yang didapatkan pada saat perkuliahan.
  4. Sekolah akan memperoleh informasi tentang perkembangan dunia pendidikan pada umumnya dan perkembangan teori-teori pada bidang- bidang tertentu, sehingga kehadiran mahasiswa PPL tidak perlu dianggap penghambat pelaksanaan PBM, tetapi merupakan suatu kebutuhan.
  5. Perguruan tinggi akan memperoleh informasi tentang PBM di Sekolah, terutama kurikulum yang digunakan dan perangkat-perangkat yang berfungsi untuk menunjang PBM tersebut dan dari informasi tersebut, perguruan tinggi dapat mempersiapkan tenaga- tenaga professional dibidangnya.

 


 

 

BAB II

HASIL OBSERVASI KEADAAN SEKOLAH

Kegiatan Program Lapangan (PPL) yang dilaksanakan dari bulan Juli 2012 sampai dengan bulan Desember 2012. Kegiatan yang pertama kali dilakukan adalah observasi. Observasi adalah salah satu cara untuk memperoleh informasi atau data melalui pengamatan dan penyelidikan, seperti observasi terhadap lembaga pendidikan, administrasi, perkantoran, statistik, dan lain-lain. Observasi yang dilakukan adalah observasi langsung selama satu minggu pada minggu pertama.

Observasi ini bertujuan untuk melihat kondisi sekolah secara keseluruhan dan untuk mengumpulkan data yang diperlukan dengan cara mengadakan pengamatan, pendekatan, penelitian dan analisa terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan Kegiatan Program Lapangan.

  1. Keadaan Fisik Sekolah
    1. Identitas Sekolah

Nama Sekolah                   : SMP NEGERI I KURIPAN

No. Statistik Sekolah        : 20 1 23 01 15 030

Tipe Sekolah                     : A

Alamat Sekolah                 : Jl. TGH. Abdul Hapidz Kuripan

                                          Kec. Kuripan

                                          Kabupaten Lombok Barat

Telepon/Hp/Fax                : (0370) 6162495 / 081803751225

Status Sekolah                  : SSN (Sekolah Standar Nasional)

Nilai Akreditas                  : A, skor = 89

 

  1. Keadaaan Fisik Sekolah

2.1. DATA TANAH

Luas Tanah                                       : 17.827 m2

Luas Tanah Terbangun                     : 11.667 m2

Luas Tanah Siap Bangun                 : 4.296 m2

2.2. DATA RUANG BELAJAR (KELAS)

Ruang untuk kelas VII                          : 4

Ruang untuk kelas VIII                         : 7

Ruang untuk kelas IX                            : 7                        +

Jumlah ruang kelas                                 : 18

 

Ukuran ruang kelas                                 : 9×7 m2

 

Visi Dan Misi Sekolah

Visi Sekolah

Bertaqwa, Disiplin, berprestasi dan terampil

Misi Sekolah

  1. Menjadikan agama sebagai sumber nilai-nilai moral dalam sikap hidup berbangsa dan bernegara
  2. Bersikap sopan santun dan berbudi pekerti luhur
  3. Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat
  4. Menjaga keamanan dan ketertiban sekolah
  5. Melaksanakan tugas secara efektif dan efesien
  6. Memiliki wawasan masa depan dan mampu berkompetisi
  7. Meningkatkan mutu layanan pendidikan dan pembelajaran
  8. Pengembangan kompetensi dan kemampuan profesionalisme
  9. Meningkatkan penguasaan teknologi dan komunikasi
  10. Pengembangan kegiatan ekstra kurikuler yang dapat menunjang prestasi akademik dan kecakapan hidup

 

  1. Keadaan Fisik Sekolah

Selama observasi yang dilakukan pada saat melakukan PPL didapatkan bahwa bentuk dan keadaan fisik sekolah SMP Negeri 1 Kuripan yang dibangun dengan permanen dan memilki fasilitas yang cukup lengkap.

SMPN 1 Kuripanterletak diJl. Tgh. Abd. Hafidz Kuripan. Di samping letaknya yang strategis di pinggir jalan raya, lingkungan aman, bebas kebisingan dan kondusif juga dikelilingi oleh sawah, kebun serta berbatasan dengan sekolah dasar dan jauh dari lingkungan perumahan sehingga membuat proses pembelajaran mengajar di lebih baik dan teratur .

Sekolah ini mempunyai 48 orang guru yang terdiri dari 24 guru yang sudah PNS, 17 orang pegawai TU, serta 506 orang siswa.

Dengan batas wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah timur sekolah                     : Perkebunan Jagung
  • Sebelah barat sekolah                     : Perkebunan Jagung
  • Sebelah selatan sekolah                  : Perkebunan Jagung
  • Sebelah utara sekolah                     : SD N 4 Kuripan

 

 

SMP Negeri 1 Kuripan memiliki fasilitas seperti halaman sekolah, taman sekolah dan bangunan gedung.Adapun perincian jumlah bangunan SMP Negeri 1 Kuripan adalah sebagai berikut :

  • Ruang Teori/Kelas (Baik)             : 18 Lokal
  • Ruang Kepala Sekolah                  : 1 Lokal
  • Ruang guru                                   : 1 Lokal
  • Ruang Tata Usaha                         : 1 Lokal
  • Laboratorium IPA                         : 1 Lokal
  • Laboratorium Komputer               : 1 Lokal
  • Laboratorium Bahasa                    : 1 Lokal
  • Ruang BK                                     : 1 Lokal
  • Ruang Perpustakaan                     : 1 Lokal
  • Ruang UKS                                  : 1 Lokal
  • Ruang alat olah raga                     : 1 Lokal
  • Ruang Tunggu                              : 1 Lokal
  • Ruang keterampilan                      : 1 lokal
  • Kamar kecil / WC Guru                : 1 Lokal
  • Kamar kecil / WC Siswa               : 3 Lokal
  • Kantin                                           : 5 Lokal
  • Koperasi siswa                              : 1 Lokal
  • Ruang Penjaga Sekolah                : 1 Lokal
  • Mushalla                                        : 1 Lokal         
  • Tempat Parkir                                : 2 Lokal
  • Lapangan basket/ olah raga           : 1 Lokal
  • Lapangan Volly                            : 1Lokal
  • Lapangan Bola                              : 1 Lokal

 

 

  1. Sarana dan Prasarana/Fasilitas Sekolah

Sarana dan prasarana di SMPN 1 Kuripan cukup memadai. Adapun sarana dan prasarana yang ada antara lain :

  1. Kantor

Ruang kantor terdiri dari :

  • Ruang Kepala Sekolah merupakan suatu ruangan yang tesendiri yang terletak di sebelah pintu masuk utama (diapit oleh ruang tunggu dan ruang tata usaha) dengan dilengkapi kamar kecil tersendiri.
  • Disamping ruang kepala sekolah terdapat ruang TU. Dilengkapidengan ruang komputer serta meja dan kursi pegawai Tata Usaha (TU). Ruangan ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu ruang kerja pegawai, ruang komputer dan gudang. Pada ruangan ini terdapat computer dan printer pada ruang computer yang membatu dalam proses administrasi sekolah dan guru.
    1. Ruang guru

Ruang guru terletak terletak disamping ruang tunggu. Di ruang guru terdapat 12 meja dan kursi untuk masing-masing guru. Disini juga terdapat peralatan lain seperti mesin tape untuk mendengarkan lagu nasional dan bel sekolah. Pada ruangan guru juga terdapat toilet tersendiri dengan keadaan baik serta sebuah ruangan untuk penyimpanan barang barang bekas. Di ruangan guru ini juga terdapat hasil-hasil kreasi dari siswa, seperti bunga yang terbuat dari sedotan, lukisan dan alat-alat dari tanah liat.

 

  1. Ruang Kelas

Ruang kelas SMP Negeri 1 Kuripan cukup memadai, pengaturan kursi seperti biasa yang dilengkapi dengan 30 meja dan 60 kursi , papan tulis yang berjumlah 2 buah yakni whiteboard dan blackboard. Walaupun fasilitas ruang kelas cukup memadai namun masih memprihatinkan, yakni ada beberapa jendela dari setiap ruangan kelas mengalami kerusakan seperti kaca jendela yang pecah selain itu dinding ruang kelas yang mengalami pengikisan/ retak dan cat dinding ruangan yang telah memudar sehingga sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan pihak sekolah yang bersangkutan.

  1. Laboratorium

SMP Negeri 1Kuripan memiliki beberapa laboratorium yang terdiri atas :

  • Laboratorium IPA

SMPN 1 Kuripan memiliki satu laboratorium IPA yang dilengkapi dengan alat-alat serta bahan praktikum yang cukup memadai. Ruang laboratorium IPA ini terbagi atas 3 ruang, yakni 1 ruang praktikum dan 1 ruang perlengkapan alat dan bahan preaktikum serta 1 ruang untuk guru IPA.

  • Laboratorium Bahasa

Selain laboratorium IPA SMP Negeri 1 Kuripan juga memiliki Laboratorium Bahasa yang letaknya bersebelahan dengan ruangan komputer dimana ruangan ini dilengkapi dengan alat komunikasi antara siswa dan guru dan fasilitas yang sangat lengkap. Di laboratorium ini di atur oleh seorang laboran agar laboratorium bisa di pakai sesuai dengan jadwal. Laboratorium Bahasa ini terdiri atas beberapa unit computer yang telah di atur dengan baik dan bersekat. Terdapat pula whiteboard dan lantai yang beralaskan karpet. Ruangan ini telah terancang dengan suasana yang cukup nyaman sehingga dapat memudahkan siswa dalam proses pembelajaran. Tetapi terdapat beberapa hal yang menyebabkan ruangan ini tidak bisa digunakan, seperti alat-alat yang dikirim\ tidak lengkap, serta guru yang tidak bisa menggunakan alat-alat tersebut, sehingga perlu pengawasan dari pihak pemerintah untuk membantu sekolah dalam menggunakan dan melengkapi peralatan pada laboratorium bahasa.

  • Laboratorium Komputer

Ruangan ini dilengkapi dengan beberapa perangkat komputer yang digunakan sebagai tempat praktikum bagi siswa, guna mengenalkan siswa agar trampil menggunakan tekhnologi serta digunakan juga untuk para guru yang ingin mencari materi ajar yang update dari internet yang sudah tersedia. Disini terdapat 12 buah computer lengkap dengan keyboard, mouse, screen lcd , meja guru dan whiteboard. Ruangan ini beralaskan karpet serta ac agar suasana belajar menjadi lebih baik.

  1. Ruang BP/BK

Ruang ini terdiri atas meja tamu serta lemari, meja dan kursi kerja guru BP/BK. Ruang BP/BK ini dilengkapi juga dengan struktur-struktur organisasi. Ruang BK merupakan ruangan yang disediakan oleh sekolah untuk menampung dan menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan kesiswaan, terutama yang berkaiatan dengan belajar siswa.

  1. Ruang Perpustakaan

Dengan adanya perpustakaan di SMPN 1 Kuripan, maka dapat menunjang proses belajar mengajar. Fasilitas yang dimiliki dalam perpustakaan belum cukup memadai, perpustakaan ini pun belum tertata dengan baik sebab buku-buku masih belum terdapat almari penyimpanan. Siswa belum dapat meminjam buku karna sebagian siswa belum memiliki kartu yang disebabkan kartu anggota belum selesai dibuat. Ini berdampak kepada siswa yang tidak dapat meminjam buku untuk bahan belajar dirumah., tetapi sebagian dari siswa sudah memiliki kartu. Adapun perlengkapan sebagai penunjang perpustakaan antara lain :

  • Buku-buku pelajaran
  • Majalah, surat kabar dan media lainnya.
  • Peraturan tata tertib
  • Kartu buku/kartu siswa
  • Rak-rak buku dan majalah
  • Lemari administrasi buku
  • Tempat duduk
  • Meja petugas serta kursi
  • Globe

 

  1. Ruang UKS

SMP Negeri 1 Kuripan memiliki ruang khusus untuk menangani permasalahan siswa secara medis yakni ruang UKS. Ruang UKS 1 Lokal yang terletak di sebelah rungan kelas A serta ruang keterampilan. Didalam ruang UKS ini telah dilengkapi dengan lemari obat beserta berbagai jenis obat-obatan, tempat tidur (bagi yang sakit), almari tempat penyimpanan obat-obatandan kursi diruang UKS. Ruang UKS merupakan ruangan yang disediakan oleh sekolah untuk menangani kesehatan para siswa di sekitar lingkungan sekolah.

  1. Ruang alat olah raga

Selain ruang UKS dan ruang lainnya terdapat pula salah satu ruangan yang berfungsi untuk menyimpan alat- alat yang berkaitan dengan olah raga yang di sebut dengan ruang alat olah raga. Ruang ini letaknya di dalam ruangan UKS yang berukuran 9 m2.

  1. Ruang Tunggu

Ruang tunggu merupakan ruang yang terletak antara ruang kepala sekolah dan ruang guru. Ruang tunggu ini berfungsi sebagai lobi/ruang tunggu bagi tamu yang memiliki kepentingan dengan pihak sekolah. Ruangan ini berukuran 12 m2 yang berisikan piala-piala yang di dapat oleh siswa SMPN 1 Kuripan.

  1. Kamar kecil / WC Guru

Kamar kecil/WC guru terdiri dari 2 bagian. Ada bagian pria dan wanita. Tetapi kamar kecil/WC yang dapat berfungsi hanya satu yaitu kamar mandi wanita. Kamar mandi ini dalam keadaan baik.

  1. Kamar kecil / WC Siswa

Kamar kecil/WC siswa terdiri dari 2 bagian. Ada bagian laki-laki dan perempuan. Pada setiap bangunan terdapat kamar kecil/ WC, keadaan kamar kecil/ WC siswa sangat buruk, karna terdapat air yang ada jentik nyamuknya dan sangat bau. Ini disebabkan karna siswa tidak mejaga kebersihan dari kamar mandi/ WC.

  1. Kantindan Koperasi siswa

Ruang koperasi terletak disebelah laboratorium komputer yang menjual peralatan alat tulis bagi siswa serta menjual berbagai macam minuman dingin, baju imtag, nama-nama siswa. Kantin terdiri dari 5 unit yang terdapat di belakang laboratorium komputer. Kantin ini berukuran 4 m2 yang menjual berbagai macam makanan ringan (snack), mie goreng, nasi bungkus serta minuman.

  1. Mushola

Terdapat sebuah Mushalla yang biasa digunakan untuk melakukan ibadah baik oleh murid maupun para guru, yang terletak di samping ruang kelas IX C dan ruangan perpustakaan. Mushola ini luasnya 36m2 digunakan oleh para murid dan guru untuk melaksanakan kegiatan sholat dzuhur berjamaah secara bergiliran dari masing-masing kelas dari kelas VII, VIII, dan IX. Kondisi mushola ini sangat tidak memungkinkan karna keadaanya yang retak , jendela yang buram dan kurang terawat      

  1. Tempat Parkir

SMP Negeri 1 Kuripan memiliki tempat parkir hanya 2 lokal yaitu untuk parkir kendaraan guru dan kendaraan/sepeda siswa yang letaknya besebelahan dengan ruang TU dan Laboratorium IPA untuk parker guru dan letaknya bersebelahan dengan laboratorium IPA dan kantin untuk parker pegawai.

  1. Lapangan olah raga

Lapangan olahraga terdiri dari lapangan basket, lapangan sepak bola dan lapangan Volly. Lapangan basket ini sering digunakan untuk kepentingan olag raga siswa, lapangan basket dalam keadaan cukup baik karena ring basket sudah diganti tetapi lantai masih terdapat bolongan atau tidak rata. Sehingga perlu perbaikan untuk melancarkan kegiatan olahraga khususnya permainan basket. Lapangan bola terletak di tengah sekola dan disebelah lapangan volly, lapangan ini masih asli dengan menggunakan rumput alami serta tidak ada pembatas dengan lapangan volly. Yang terakhir adalah lapangan volly yang letaknya diapit oleh lapangan basket dan lapangan sepak bola. Lapangan volly masih belum layak karena pada lapangan masih menggunakan rumput sehingga tidak terlihat jelas garis-garisnya serta net yang digunakan belum standar.

  1. Ruangan Keterampilan

Ruangan ini terletak disebelah ruangan UKS yang luasnya 90 m2, di ruangan ini terdapat kursi dan meja guru serta siswa. Biasanya ruangan ini digunakan sebagai tempat mengumpulkan siswa dalam pemberian pengarahan, untuk ruangan imtag dan belajar agama.

 

  1. Perangkat Administrasi Sekolah
    1. Struktur organisasi sekolah

Struktur untuk organisasi sekolah dapat diketahui adanya garis koordinasi yang jelas dari kepala sekolah sampai siswa. Struktur organisasi SMPN 1 Kuripan terdiri dari beberapa komponen yang memiliki tugas dan kewajiban masing-masing, adapun komponen itu antara lain:

  1. Kepala Sekolah

Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh penyelenggaraan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab baik dalam bidang administrasi sekolah, edukatif dan pada waktu tertentu untuk melakukan supervisi atau pengawasan.

Adapun tugas-tugas kepala sekolah antara lain, meliputi:

  • Merencanakan, menyusun, membimbing dan mengawali kegiatan sesuai dengan kebijakasanaan yang telah ditetapkan;
  • Bertanggungjawab terhadap pengelolaan sekolah, baik tehnik edukatif maupun administratif; dan
  • Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya terhadap atasan.

 

  1. Wakil Kepala Sekolah

Di dalam melaksanakan tugasnya, kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah dalam hal-hal sebagai berikut:

  • Menyusun perencanaan membuat program kegiatan dan pelaksanaan program
  • Pengorganisasian
  • Pengarahan
  • Ketenagaan
  • Pengkoordinasian
  • Pengawasan
  • Penilaian
  • Identifikasi dan pengumpulan data
  • Penyusunan program
  • Mengkoordinir kegiatan kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana dan humas.

 

Selain itu juga terdapat bagian urusan-urusan yang bertugas untuk membantu kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam hal:

  • Urusan Kurikulum

Wakil kepala sekolah urusan kurikulum bertugas membantu kepala sekolah khususnya yang berhubungan dengan kurikulum, antara lain:

1)        Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan.

2)        Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran.

3)        Mengatur penyusunan program pengajaran.

4)        Mengatur pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.

5)        Mengatur pelaksanaan program penilaian kriteria kenaikan kelas, kelulusan, dan laporan kemajuan belajar siswa serta pembagian raport dan STTB.

6)        Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan.

7)        Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.

8)        Mengatur pengembangan MGMP dan koordinator mata pelajaran.

9)        Mengatur mutasi siswa.

10)    Melakukan supervisi administrasi dan akademis.

11)    Menyusun laporan.

 

  • Urusan Sarana Dan Prasarana

Bertugas membantu kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah yang berhubugan dengan sarana dan prasarana, antara lain:

1)      Menyusun program.

2)      Merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar.

3)      Merencanakan program pengadaan barang yang di perlukan.

4)      Mengatur pemanfaatan sarana prasarana.

5)      Mengelola perawatan, perbaikan, dan pengisian

6)      Mengatur pembukuanya.

 

  • Urusan Hubungan Masyarakat

Bertugas untuk membantu kepala sekolah dalam pengelolaan yang berhubungan dengan masyarakat, antara lain:

1)        Bekerjasama dengan wali kelas dan wali murid

2)        Kerjasama dengan instansi yang relevan

3)        Pendataan statistik

4)        Menghadiri rapat dengan instansi yang terkait (menggantikan kepala sekolah jika berhalangan hadir)

 

  • Urusan Kesiswaan

Tugas umum wakil kelapa sekolah urusan kesiswaan adalah mengkoordinir bidang kesiswaan, kegiatan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karier. Disamping tugas secara umum, ada beberapa tugas khusus diantaranya:

1)        Mengatur penerimaan siswa baru

2)        Mengatur kegiatan ekstrakurikuler

3)        Mengatur tata tertib siswa

4)        Mengatur absensi siswa dan pembagian kelas siswa

5)        Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 6K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan)

6)        Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan

7)        Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapat beasiswa

 

  1. Guru

Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien, yang meliputi:

  • Membuat perangkat program pengajaran

–          Program tahunan

–          Program semester

–          Rencana pelaksanaan pembelajaran

–          LKS, dll.

  • Melaksanakan kegiatan pembelajaran
  • Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan Mid Semester, dan Ulangan Semester, serta Ujian Akhir.
  • Melaksanakan analisis hasil ulangan harian.
  • Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
  • Mengisi daftar nilai siswa.
  • Melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar.
  • Membuat alat pelajaran / alat peraga
  • Melaksanakan tugas tertentu di sekolah.
  • Menumbuhkembangkan sikap mengharagai karya seni.
  • Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum.
  • Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa.
  • Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran.
  • Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum.
  • Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.

 

  1. Wali Kelas

Wali kelas adalah seorang guru yang diberikan tugas dan tanggung jawab khusus untuk membimbing siswa dalam satu kelas agar siswa lebih terarah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan siswa di sekolah. Ada pun tugas-tugas tersebut adalah:

  • Mengisi daftar hadir kelas
  • Membentuk pengurus kelas
  • Memeriksa daftar hadir
  • Mengontrol kehadiran siswa dalam upacara bendera atau kegiatan lainnya.
  • Memberikan dan menerima informasi dari guru-guru tentang siswa-siswa yang perlu diperhatikan secara khusus danyang perlu dibimbing dalam pembinaan siswa.
  • Mengumpulkan nilai siswa dari setiap guru mata pelajaran.
  • Mengisi buku raport siswa.
  • Mengelola kelas.
  • Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi denah tempat duduk siswa, papan absensi siswa, daftar pelajaran kelas, daftar piket kelas, buku absensi siswa, buku kegiatan pembelajarn, tata tertib kelas.
  • Penyusunan statistik bulanan siswa.
  • Pengisian daftar kumpulan nilai siswa.
  • Pembuatan catatan khusus tentang siswa.
  • Pencatatan mutasi siswa.
  • Pembagian buku laporan penilaian hasil belajar.

 

  1. Guru Bimbingan Dan Konseling

Bimbingan dan konseling menangani dan bertanggung jawab dalam kegiatan antara lain:

  • Menyusun program bimbingan dan konseling.
  • Mengelola, mengembangkan, dan memonitor pelaksanaan bimbingan dan konseling.
  • Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar.
  • Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai.
  • Mengadakan penilaian pelaksanaan BK.
  • Menyusun kegiatan analisis hasil evaluasi pembelajaran, dll.

 

  1. Pustakawan sekolah

Pustakawan bertanggung jawab terhadap beberapa kegiatan di antaranya:

  • Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka / media elektronik.
  • Pengurus pelayanan perpustakaan.
  • Perencanaan pengembangan perpustakaan.
  • Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku/ bahan pustaka / media elektronika
  • Inventarisasi dan pengadministrasian buku-buku / bahan pustaka / media elektronika
  • Kebersihan Perpustakaan
  • Kelengkapan Upacara Pagi
  • Laporan triwulan Perpustakaan
  1. Laboran

Laboran bertugas dan bertanggung jawab terhadap kegiatan- kegiatan sebagai berikut:

  • Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium
  • Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
  • Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
  • Memelihara, inventarisasi, dan pengadministrasian peminjaman alat-alat laboratorium

 

  1. Kepala Tata Usaha Sekolah

Kepala tata usaha sekolah mempunyai tugas dan bertanggung jawab kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Menyusun Program Kepala Tata Usaha
  • Pengelolaan Keuangan Sekolah
  • Administrasi Kepegawaian  
  • Administrasi Kesiswaan 
  • Pembinaan dan Pengembangan Karier Staff
  • Administrasi Perlengkapan
  • Pengembangan Fisik Sekolah
  • Penyusunan dan Penyajian data/ Statistik
  • Mengkoordinasikan Pelaksanaan 7 K
  • Penyusunan Laporan-laporan
  • Kasus-kasus Kepegawaian
  • Administrasi Beasiswa
  • RASK, DASK DAN BOS

 

  1. Osis

Kegiatan yang dilakukan yaitu mengikuti event-event antar sekolah jika ada undangan, seperti dibidang Seni, Olahraga, dan Pendidikan.

 

  1. Siswa

Siswa mempunyai tugas untuk belajar dan berkewajiban untuk mematuhi tata tertib yang berlaku.

  1. Komponen Administrasi Sekolah
  1. Administrasi Kurikulum
  • Menyusun program tahunan dan semester
  • Menyusun jadwal pelajaran
  • Evaluasi program pengajaran
  1. Administrasi Sekolah
  • Penerimaan siswa baru
  • Bimbingan kepada siswa guru
  • Pengelolaan kelas
  • Mengatur kegiatan OSIS
  • Pengelolaan data tentang siswa
  1. Administrasi ketata-usahaan
  • Kegiatan administrasi surat menyurat
  • Administrasi keuangan yang meliputi buku-buku penerimaan siswa, BP3 dan daftar penerimaan gaji guru.
  1. Administrasi sarana dan prasarana
  • Administrasi material, yang meliputi alat-alat perlengkapan dan alat-alat pelajaran.
  • Administrasi laboratorium, meliputi pemeliharaan alat-alat dan bahan praktikum.
  1. Administrasi hubungan masyarakat/orang tua murid dengan sekolah, memelihara hubungan yang baik melalui BK, serta pemeliharaan hubungan dengan pemerintah.

 

  1. Interaksi Sosial Sekolah

Suasana pergaulan atau interaksi dari semua personil di sekolah adalah :

  • Hubungan Guru-guru

Hubungan antara guru dengan guru berlangsung dengan baik dan penuh kekeluargaan.

  • Hubungan guru-siswa

Siswa SMP Negeri 1 Kuripan sangat menghormati dan berlaku sopan dengan semua guru. Begitu pula kepada siswa, selain berperan sebagai pembimbing, guru juga menjadi sahabat bagi siswa. Hal ini terasa ketika siswa bertemu dengan guru langsung mengucapkan salam dan mencium tangan.

  • Hubungan siswa-siswa

Hubungan sosial antara siswa di SMP Negeri 1 Kuripan sangat akrab dan penuh dengan rasa kekeluargaan serta berlangsungnya kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah.

  • Hubungan Guru-Pegawai TU

Sama seperti suasana guru-guru berlangsung sangat akrab dan penuh dengan rasa kekeluargaan serta berlangsungnya kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah.

  • Hubungan sosial secara keseluruhan

Secara keseluruhan dari personil sekolah memperlihatkan hubungan yang harmonis dan kerjasama yang baik serta adanya sistem controlling dari semua komponen.

  1. Tata Tertib Sekolah

Untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar di SMPN 1 Kuripan, terdapat tata tertib yang harus dipatuhi baik untuk guru maupun untuk siswa. Secara rinci mengenai tata tertib yang ada di SMPN 1 Kuripan sebagaimana terlampir.

 

 

 

BAB III

OBSERVASI SETTING KELAS DAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

 

  1. Hasil Observasi Setting Kelas
  2. Kurikulum Bidang Studi Biologi

Hasil observasi setting kelas di SMP Negeri 1 Kuripan menunjukkan bahwa kurikulum bidang studi Bahasa Inggris yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk kelas VIII dan IX dan kurikum 2013 untuk kelas VII. Program Pengajaran

Kegiatan utama dalam Prektek Pengalaman Lapangan (PPL) adalah Pelatihan keterampilan mengajar dan tugas – tugas sebagai seorang guru. Dimana seorang guru harus dapat menerapkan keterampilan mengajar secara utuh maka terlebih dahulu Guru harus menyusun Program Pengajaran yang harus dimiliki oleh seorang Guru seperti yang ditetapkan di SMP Negeri 1 Kuripan. Program pengajaran tersebut terdiri dari Program Tahunan, Program Semester/Matrik Semester, Silabus, dan Rencana Pembelajaran yang berpedoman pada Kalender Pendidikan yang telah ditetapkan sebagai acuan pada waktu pelaksanaan proses belajar mengajar.

  1. Program Tahunan

Program Tahunan adalah Program pengajaran suatu mata pelajaran yang disusun oleh masing – masing Guru Mata pelajaran berdasarkan GBPP dengan berpedoman pada kalender pendidikan yang telah ditetapkan. Program Tahunan ini merupakan pedoman Guru selama satu tahun. Program tahunan berisi tentang Garis – garis Besar Program Pengajaran satu mata pelajaran selama satu tahun dan alokasi waktunya (terlampir).

 

 

  1. Program Semester/Matrik Semester

Program Semester yaitu program pembelajaran dalam satu semester yang disusun berdasarkan program tahunan dimana untuk satu tahun ada dua program semester yang dibuat (terlampir).

  1. Program Pengembangan Silabus

Program pengembangan silabus merupakan penjabaran dari standar kompetensi, dimana dalam pengembangan silabus ini tiap-tiap pokok bahasan dan penyusunan disesuaikan dengan banyak sedikitnya bahan pelajaran dan harus berpatokan dengan kurikulum yang digunakan.

  1. Rencana Pembelajaran

Rencana pembelajaran merupakan penjabaran dari program pengembangan dan satu program rencana pembelajaran digunakan untuk setiap KD yang dibagi kali pertemuan (kali tatap muka) bergantung dari banyaknya materi yang mencangkup satu KD.

  1. Program Harian

Program harian ini berisi tentang materi – materi yang akan di ajarkan pada saat hari akan mengajar dan di buat dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RPP) adalah Program pengajaran untuk setiap kali pertemuan. Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini terdapat Materi Pelajaran, Sumber Pembelajaran, Pendekatan / Metode Pembelajaran, Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran secara terperinci dan penilaian dalam mengajar sehingga kegiatan belajar – mengajar dapat berjalan dengan lancar danterperinci,(Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terlampir ).

Adapun jadwal mengajar yang dipegang adalah :

  1. Fera Komalasari

Hari

Jam ke-

Kelas

Senin

4-5

IXE

Selasa

4-5

IXE

Rabu

3-4

IX F

 

Kamis

1-2

IX F

 

 

  1. Eka Rahayu Puji Astuti

Hari

Jam ke-

Kelas

 

 

 

Selasa

6-7

VII D

Rabu

6-7

VII D

 

Kamis

5-6

VII F

Jumat

2-3

5-6

VII E

VII D

Sabtu

1-2

VII F

 

  1. Desi Wahyuningsih

Hari

Jam ke-

Kelas

Senin

2-3

IXD

Selasa

1-2

3-4

6-7

IXD

IX C

IX A

 

 

 

Kamis

1-2

4-5

6-7

IX A

IX C

IX B

Jumat

2-3

4-5

IXB

IX D

Sabtu

1-2

3-4

5-6

IX B

IX A

IX C

 

  1. Ul Farida

Hari

Jam ke-

Kelas

Senin

2-3

IXD

Selasa

1-2

3-4

6-7

IXD

IX C

IX A

 

 

 

Kamis

1-2

4-5

6-7

IX A

IX C

IX B

Jumat

2-3

4-5

IXB

IX D

Sabtu

1-2

3-4

5-6

IX B

IX A

IX C

 

  1. Jumlah Guru Bidang Studi

Salah satu faktor yang menunjang keberhasilan proses belajar dan mengajar adalah guru yang mengajar. Di samping guru dituntut untuk meningkatkan kualitas dirinya dengan menjunjung tinggi profesional guru, jumlah guru yang akan ditempatkan di setiap sekolah harus sebanding dengan jumlah murid yang ada di sekolah tersebut. Jumlah guru yang ada di SMP Negeri 1 Kuripan adalah 48 orang yang terdiri guru tetap dan tidak tetap.

Keberhasilan pengajaran Bidang Studi Bahasa Inggris juga sangat ditentukan oleh faktor Guru Pengajar. Adapun mengenai jumlah guru bidang studi Bahasa Inggris dan Bahasa Inggris Pariwisata terdiri dari 6 orang antara lain:

  1. Sapinah spd
  2. Siti dewi rohanah spd
  3. Hj rakmah spd
  4. Ridwan spd
  5. zuhaeriah spd
  6. L. sudarman spd

 

  1. Keadaan fisik kelas dan pengaturan kelas

Observasi tentang keadaan kelas dan pengaturan kelas SMP Negeri 1 Kuripan meliputi:

a)        Keadaan Fisik Kelas

Ruang kelas di SMP Negeri 1 Kuripan berjumlah 18 kelas. Keadaan fisik ruangan, pengaturan bangku, dan meja sudah cukup memadai dan dilengkapi satu buah papan white board dan satu buah papan kapur(black board) untuk tiap-tiap kelas. Sebagian ruang kelas dalam keadaan baik memilki cukup ventilasi udara sehingga udara yang keluar masuk membuat siswa nyaman dan tidak kepanasan. Hal ini berdampak positif bagi perkembangan belajar siswa.Namun ada beberapa jendela kacanya pecah serta pada setiap ruangan kelas tidak dapat di kunci atau mengalami kerusakan pada gagang pintu sehingga memungkinkan suatu kondisi yang tidak aman bagi siswa yang melakukan pembelajaran. Selain itu terdapat beberapa ruangan kelas yang dindingnya retak sampai terlihat bata berwarna merah dan cat pudar serta mengelupas, sehingga siswa kurang semangat untuk berada di dalam ruangan kelas.

b)       Pengaturan Kelas

Pengaturan kelas merupakan salah satu cara untuk menciptakan suasana kelas menyenangkan. Pengaturan kelas meliputi:

  • Penyusunan organisasi kelas yang terdiri dari ketua kelas, sekretaris, bendahara, dan beberapa seksi-seksi yang masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap semua kegiatan dalam proses pembelajaran.
  • Pembinaan tugas harian, yaitu masing – masing siswa mempunyai tugas bergilir. Petugas kelas bertanggung jawab pada kebersihan kelas, kerapian kelas dan keperluan kelas termasuk di dalamnya mengontrol absen, mengambil buku dan mengisi spidol.
  • Kebersihan kelas dan lingkungan, proses belajar mengajar akan berjalan lancar apabila ruang kelas dalam keadaan bersih sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sebelum pelajaran dimulai, komisaris kelas yang sedang bertugas pada hari itu akan membersihkan kelas dan lingkungan belajar.

 

  1. Kegiatan Belajar Mengajar

Kegiatan Belajar Mengajar merupakan kegiatan inti dari PPL yang berlangsung pada bulan Agustus 2013 sampai dengan Desember 2013. Kegiatan ini diklasifikasikan menjadi :

a)        Konsultasi PPL

Bagi mahasiswa PPL sebelum proses belajar mengajar berlangsung, terlebih dahulu konsultasi dengan guru pamong dan dosen pembimbing sebelum dan sesudah mengajar mengenai persiapan mengajar, materi yang dikonsultasikan diantaranya adalah pengembangan silabus, rencana pembelajaran, dan keterampilan dasar yang digunakan dalam setiap pertemuan di kelas.

b)       Persiapan diri

Persiapan diri sangat penting bagi guru agar pada saat penyampaian materi tidak mengalami kesulitan. Mengingat peserta didik yang di hadapi memiliki beragam pengetahuan dan berbeda-beda. Persiapan diri untuk menyangkut penguasaan materi dan metode pembelajaran maksimal.

c)        Mengadakan presensi

Presensi ini dilakukan untuk mengetahui keadaan siswa yang dilakukan setiap akan mulai dan setelah melakukan proses pembelajaran.

d)       Pengelolaan kelas

Dalam pengelolaan kelas seorang guru harus mampu menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal bila ada gangguan (mendisiplinkan).

e)        Mengadakan evaluasi

Untuk mengetahui kemampuan siswa menerima materi pelajaran yang telah diberikan, setiap bab dari materi pelajaran dilakukan dengan cara mengevaluasi. Tujuan dari pengadaan evaluasi adalah melihat keberhasilan dari seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran yang terlihat dari hasil dari evaluasi siswa.

f)         Kegiatan lainnya

  • Upacara Bendera setiap hari Senin. Upacara bendera ini berlangsung pada pukul 07.15 – 08.00 WITA. Upacara bendera ini diikuti oleh seluruh siswa, guru-guru, staf pegawai, dan mahasiswa PPL.
  • Kegiatan Imtaq setiap pagi Jum’at yang berlangsung di lapangan basket untuk semua siswa dan guru. Kegiatan Imtaq ini berlangsung pada pukul 07.15 – 07.55 WITA. Kegiatan Imtaq ini diisi dengan pembacaan Surat Yasin, dan ceramah yang disampaikan oleh bapak/ ibu guru agama atau siswa.
  • Kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler di SMPNegeri1 Kuripan berlangsung setiap sore di sekolah.
  • Ikut serta dalam pelaksanaan MID Semester dan Ulangan Akhir semester tahun Ajaran 2013/2014.

 

  1. Realisasi Setting Kelas
  2. Rencana Pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar

Rencana pembelajaran adalah segala rencana atau rancangan kegiatan pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum mengajar di kelas. Rencana program pengembangan silabus dan rencana pembelajaran.

  1. Pengembangan silabus

Komponen utama pengembangan silabus adalah Kompetensi Dasar, Materi Pokok/ Uraian Materi, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Proses Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Belajar.

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Penyusunan rencana pembelajaran disesuaikan dengan program pengembangan silabus. Komponen RPP adalah mata pelajaran, konsep, alokasi waktu, metode atau strategi, pembelajaran, kegiatan pembelajaran, media atau alat mengajar serta penilaian. Dalam merencanakan Pembelajaran terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan yaitu :

  • Pendekatan Pembelajaran

Dalam pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris harus diperhatikan pendekatan konsep, pendekatan keterampilan proses, inquiri, pendekatan lingkungan, dan pendekatan induktif.

  • Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran Bahasa Inggris yang diharapkan dapat memotivasi siswa untuk berperan aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar adalah Metode Eksperimen diskusi, Demonstrasi, Tanya Jawab dan Ceramah.

Langkah-Langkah Pengajaran:

  • Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan ini merupakan kegiatan pembuka pelajaran untuk mengarahkan siswa terhadap bahan ujian yang akan disampaikan. Dalam kegiatan pendahuluan Guru memberikan Prasyarat pengetahuan, tujuan pembelajaran dan masalah pembelajaran.

 

 

  • Kegiatan inti

Kegiatan ini dilakukan untuk membimbing dan mengarahkan siswa dalam memahami konsep atau bahan kajian yang akan di ajarkan dengan menerapkan berbagai pendekatan / metode pengajaran yang telah ditetapkan. Kegiatan inti ini dibagi mejadi kegiatan eksplorasi , elaborasi dan konfirmasi.

  • Kegiatan Akhir/Penutup

Kegiatan akhir merupakan suatu kegiatan membimbing siswa dalam menyimpulkan hasil kegiatan inti yang dapat mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap bahan kajian yang di ajarkan.

  1. Realisasi Kegiatan Belajar Mengajar
  2. Mengajar Terbimbing

Mengajar terbimbing dilakukan selama 3 kali pertemuan. Dalam kegiatan tersebut, Mahasiswa PPL dilatih untuk menguasai Kegiatan Belajar Mengajar seperti keterampilan menjelaskan, keterampilan bertanya, mengelola kelas, dan beberapa keterampilan lainnya. Pelaksanaan keterampilan mengajar terbimbing meliputi :

1)      Penyusunan Satuan Pelajaran dan Rencana Pembelajaran

2)      Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar

3)      Pelaksanaan evaluasi dan penilaian proses belajar

Dengan adanya mengajar terbimbing ini selain dapat melatih mengajar, kami juga berlatih membimbing siswa yang memerlukan dan mengerjakan administrasi kelas.

  1. Mengajar Mandiri

Setelah dilatih dan dibimbing selama 3 kali pertemuan, Mahasiswa PPL mulai dilepas untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, artinya kami melakukan sendiri tugas yang diberikan guru pamong dan dosen pembimbing.

  1. Ujian PPL

Ujian praktek mengajar merupakan kegiatan akhir dari pelaksanaan PPL. Ujian ini dilakukan apabila guru PPL sudah dianggap mampu secara mandiri dalam KBM di depan kelas maupun dalam menyelesaikan tugas-tugas administrasi lainnya.

 

 

  1. Faktor Pendukung
    1. Guru

Guru sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar dimana guru merupakan titik sentral dan integral dalam mendukung serta membantu selama proses belajar mengajar yang meliputi:

a)      Persiapan yang matang dalam membuat rencana kegiatan pembelajaran.

b)      Persiapan yang matang dari guru atau mahasiswa PPL yaitu kesiapan dalam mengajar.

c)      Menguasai berbagai keterampilan mengajar oleh mahasiswa PPL merupakan faktor pendukung yang sangat penting dalam meningkatkan wibawa seorang calon guru di mata anak didiknya.

 

2. Perpustakaan

SMP Negeri 1 Kuripan mempunyai perpusatakaan yang memadai, sehingga mahasiswa PPL dan guru, siswa-siswi pada khususnya dapat memanfaatkan semaksimal mungkin.

3. Kondisi dalam Kelas

Kondisi dalam kelas juga cukup mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang berlangsung. Suasana kelas yang bersih, rapi, dan tenang akan sangat menunjang siswa dalam menerima pelajaran, begitu juga guru dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga kondisi berlangsungnya KBM sangat kondusif. Di SMP Negeri 1 Kuripan kondisi di dalam kelas belum dapat dikatakan bersih dan rapi karna hanya ada beberapa kelas yang dapat dikatagorikan bersih dan rapi.

4. Faktor Pendukung Lainnya

Yang termasuk faktor pendukung lainnya adalah pegawai tata usaha sekolah yang akan mempersiapkan sesuatu yang berkaitan dengan kelancaran proses belajar mengajar, fasilitas sekoalah seperti areal parkir, kantin sekolah, tempat ibadah, ruang UKS, dan lain sebagainya.

  1. Faktor Penghambat

Faktor penghambat dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Faktor internal (dalam)

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa proses KBM oleh mahasiswa PPL di SMPNegeri 1 Kuripan berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya halangan yang berarti. Hanya saja terdapat beberapa faktor penghambat yang kiranya perlu dicermati bersama agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan membuahkan hasil yang lebih maksimal, meskipun kita ketahui bersama bahwa dalam setiap kegiatan tentunya tidak akan pernah terlepas dari hambatan dan masalah- masalah, yang dalam hal ini dialami oleh mahasiswa PPL. Hal inilah yang perlu diperhatikan dan diselesaikan dengan dengan cara menjalin kerjasama oleh semua pihak yang berada di lingkungan SMP Negeri 1 Kuripan karena faktor itu jugalah yang akan menentukan keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu:

 

  1. Kurangnya kemampuan Mahasiswa PPL dalam mengelola kelas.
  2. Faktor keterbatasan pengalaman dan pengetahuan dan pendekatan terhadap siswa pada saat proses belajar mengajar.
  3. Kurangnya kesiapan mahasiswa PPL dalam mengajar materi lain (seperti Materi Fisika).

 

  1. Faktor eksternal (luar)
  2. Motivasi siswa

Motivasi siswa untuk terlibat secara aktif dalam menumbuhkan suasana komunikatif saat proses belajar mengajar sangat kurang. Hal ini disebabkan karena kurangnya kedisiplinan para siswa, dapat dilihat dari sikap siswa terhadap guru yang tidak sopan dalam berprilaku, meski guru sudah masuk kelas siswa tetap ribut (mondar mandir). Kemampuan siswa pada setiap kelas kurang, karna dipengaruhi oleh sifat siswa yang hanya belajar di kelas tanpa mengulang belajar dirumah.

  1. Kesulitan dalam memilih dan menentukan metode yang tepat

Kesuliatan ini disebabkan karena keberadaan siswa yang memiliki daya serap yang berbeda terhadap materi pelajaran yang disampaikan. Perbedaan tersebut muncul karena adanya siswa yang memiliki daya serap yang cepat dan kuat dan ada siswa yang memiliki daya serap yang kurang dan lamban.

  1. Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru

Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru yang bemuara pada tidak mengerti apa yang disampaikan guru, sehingga guru harus mengulang kembali apa yang harus disamapaikan. Siswa masih ragu dan takut untuk bertanya tentang materi pelajaran yang belum dimengerti karena mereka masih membudayakan sikap malu bertanya karena takut salah atau ditertawai oleh teman kelas.

 

  1. Cara Mengatasi Hambatan

Untuk mengatasi hambatan – hambatan tersebut, diperlukan ketekunan dan kesabaran serta kerjasama dengan seluruh personil sekolah pada umumnya dan guru bidang (Guru Pamong) pada khususnya. Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut adalah :

a)      Mempersiapkan fisik dan mental sebelum mulai mengajar.

b)      Berkonsultasi dengan guru pamong tentang cara mengelola kelas yang baik.

c)      Mengadakan pendekatan terhadap siswa diluar jam belajar.

d)     Memperluas pengetahuan dengan cara banyak membaca.

e)      Memberikan pertanyaan kepada siswa yang kurang memperhatikan pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar.

f)       Memberikan bimbingan kepada siswa akan pentingnya pendidikan bagi masa depan.

g)      Memberikan teguran secara langsung pada siswa yang kurang serius mengikuti pembelajaran.

h)      Menggunakan metode belajar yang bervariasi.

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Dari hasil pelaksanaan program pengalaman lapangan di SMPN Kuripan, mahasiswa PPL dapat menarik beberapa kesimpulan antara lain :

  1. Praktek pengalaman lapangan ini adalah suatu hal yang sangat penting bagi mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, hal ini bukan hanya untuk mencari nilai atau hanya mengikuti tetapi untuk mencar pengalaman belajar secara real (asli) sehingga dapat menambah kemampuan mahasiswa dalam proses pembelajaran
  2. Prasarana dan sarana yang menunjang KBM di sekolah sangat memadai
  3. Dengan PPL mahasiswa sebagai pengajara (calon guru) dapat mengenal dan mengetahui administrasi secara khusus
  4. Hasil yang didapat selama melakukan KBM di sekolah dapat menjadi tolak ukur sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam mengajar dan mendidik

 

  1. Saran

Menyadari dari artinya sebuah praktek pengalaman lapangan bagi seseorang mahasiswa pada fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, maka secara pribadi saya menyarankan beberapa hal :

  1. Bagi mahasiswa yang akan melaksanakan PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) sebaiknya mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik secara fisik maupun secara mental
  2. Pelaksanaan PPL pada minggu pertama hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk melakukan observasi secara menyeluruh, sehingga mempermudah mahasiswa dalam proses pelaksanaan PPL nantinya.
  3. Bagi mahasiswa PPL hendaknya selalu berkomunikasi kepada guru,murid dan staf disekolah sehingga mahasiswa selalu mendapatkan informasi tentang kegiatan sekolah dan dapat mempermudah dalam penyusunan laporan akhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

April 2014
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: