Fera Komalasari

Beranda » Uncategorized » Kota Tua Ampenan

Kota Tua Ampenan

Arsip

Kategori

Pntai ampenan:

Pantai Ampenan dahulunya terkenal atas Pelabuhannya yang megah. Pelabuhan Ampenan memiliki peran penting dalam transportasi laut. Pelabuhan Ampenan adalah salah satu pelabuhan yang memenuhi syarat bongkar muat pda era 70an. Pada masa itu dari bulan Januari – Oktober tercatat ada 459 kapal yang singgah plus 527 perahu. Pelabuhan inilah yang menghubungkan Lombok dengan pulau-pulau lain. Namun, saat ini tidak lagi karena pelabuhan telah lama dipindahkan ke Lembar. Sisa-sisa pelabuhan masih terlihat di sekitar sini. Sesekali terlihat perahu nelayan dan kapal pembawa minyak . Walaupun hanya sejarah, Pantai Ampenan masih memiliki daya tarik. Sayang, kini cerita kejayaan Pelabuhan Ampenan berakhir karena seluruh aktivitas pelabuhan dipindah ke Lembar.

 

Kelenteng Pao Hwa Kong:

Sepanjang ruas jalan Pabean mengarah ke pelabuhan adalah sisi kota tua yang penuh sejarah. Deretan banguna tua termasuk restoran, toko roti, salon kecantikan dan rumah tinggal warga Tionghoa menandakan bahwa pada masa itu kawasan ini sangat ramai.

Nama Pao Hwa Kong diambil dari kata Pao Wo Hwa Ming, yang artinya Melindungi Warga Tionghoa.

Kelenteng Pao Hwa Kong terletak di jalan Yos Sudarso no. 180 kota Kecamatan Ampenan, dekat pantai. Kelenteng ini sudah lama didirikan. Menurut catatan yang terdapat di papan Papan Nama tertulis kata dalam bahasa Tionghoa : Kwang Xie Wu Sen Nian, Tuan Yek Cik Tan, yang artinya Tahun Wu Sen dari Kekaisaran Kwang Xie, yaitu tahun 1908, Tuan Yek Cik Tan kira-kira berarti tanggal baik dari bulan ke lima. Di dalam Kelenteng Pao Hwa Kong terdapat banyak dewa-dewa yang dipuja. Dewa utamanya adalah Jen Fu Cen Ren (Tan Fu Cen Ren), konon menurut cerita, beliau pernah ditugaskan oleh Raja Bali untuk membangun Istana dalam waktu 3 (tiga) bulan (ada yang mengatakan dalam waktu 3 hari), ternyata beliau sanggup menyelesaikannya dalam waktu tersebut.

Pada setiap tanggal 1 dan tanggal 15 dari kalender imlek, banyak umat Tri Dharma datang ke Kelenteng untuk sembahyang, berdoa mohon rejeki dan sebagainya.

Hunian warga Tionghoa ini bercirikan ruang tamu sempit, dengan altar kecil yang dipenuhi potret anggota keluarga yang telah tiada, guci berisi abu jenasah, lilin merah, kembang dalam vas ditambah hio atau dupa. Bisnis yang dijalankan warga Tionghoa di pelabuhan Ampenan hingga kini masih terlihat.

(Dalam TAKSA- Temu Pusaka Indonesia- 2013. September)

Kota tua ampenan:

Ampenan merupakan sebuah kota yang berada di sebelah Barat Kota Mataram. Kota ampenan dikenal sebagai kota tua dan kota pelabuhan karena merupakan bekas pelabuhan utama di Pulau Lombok yang kini masih terlihat puing-puing dermaga di pantai ampenan yang dimanfaatkan oleh warga untuk tempat memancing.

Kota Tua Ampenan memiliki cerita sejarah yang penting, tak hanya bagi Mataram, tetapi juga sejarah penting bagi Pulau Lombok dan wilayah sekitarnya. Hal ini tak terlepas dari peran Ampenan yang menjadi kota pelabuhan utama pada masa kolonial Belanda serta menjadi pusat kota dan pusat bisnis di Mataram. Pelabuhan Ampenan mulai dikembangkan sejak tahun 1800 serta menjadi kota penting dan menjadi pusat perdagangan di Lombok pada tahun 1948-1950. Sayangnya, karena besarnya gelombang laut di Selat Lombok, membuat dermaga ini terpaksa di tutup pada tahun 1970 dan berpindah ke Pelabuhan Lembar. Lama kelamaan, wilayah Ampenan mulai sepi dan jauh dari kesibukan seperti dulu. Namun, sampai saat ini, arsitektur bangunan tua sejak masa kolonial tersebut tetap dipertahankan.

bangunan-bangunan kuno di kota tua ini banyak yang rusak karena cuaca dan usia. Padahal bangunan kuno adalah saksi sejarah yang kehidupan di kota tua Ampenan.

Tidak hanya itu saja, di kota tua ini banyak terdapat perkampungan yang dihuni oleh berbagai suku bangsa di Indonesia, seperti kampung Bali, kampung Bugis, kampung Arab, kampung Melayu, kampung Tionghoa, kampung jawa, dan lain-lain sehingga masyarakat di daerah ini bersifat heterogen dan umumnya hidup rukun. Kota ampenan ini terkenal akan perdagangannya yang telah berlangsung selama berabad – abad, dan arsitektur kota yang masih seperti zaman kolonial belanda.

Penduduk Kota ampenan sendiri di dominasi oleh warga keturunan dari Cina maupun arab yang membuka toko di sepanjang jalan kota ampenan.

Banyak rumah makan di kota ini, jadi anda tidak perlu khawatir jika berwisata sambil berkuliner ria ketika mengunjungi kota ini. Berbagai makanan khas Lombok yang didominasi oleh rasa pedas tersedia disini, seperti ayam taliwang, plecing kangkung, sambal beberuk, dan ayam julat. Walaupun makanan khas Lombok tersebut dapat dijumpai di Pulau Bali, namun akan lebih nikmat bila anda dapat menikmatinya di Pulau Lombok tepatnya di Kota Ampenan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

April 2014
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: