Fera Komalasari

Beranda » Uncategorized » Contoh Proposal PKMK Didanai Dikti

Contoh Proposal PKMK Didanai Dikti

Arsip

Kategori

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

 

ICONBARU KOTA TUA AMPENAN-LOMBOK NTB:

MINIATURYANG UNIK, PRAKTIS DAN ELEGAN

(Upaya Pelestarian Pusaka Saujana)

BIDANG KEGIATAN:

PKM–KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan oleh:

Ketua Kelompok : Fera Komalasari                            (E1D 010 002 / 2010)

Anggota :Ria Hikmatul Hayati                                   (E1C 011 035 / 2011)

Muhammad Syarofi                                              (C1K 012 053 / 2012)

 

UNIVERSITAS MATARAM

MATARAM

2013

 
 

ii

 

 

DAFTAR ISI

Halaman Judul………………………………………………………………………………………. i

Lembar Pengesahan……………………………………………………………………………….. ii

Daftar isi………………………………………………………………………………………………. iii

Daftar Tabel………………………………………………………………………………………….. iv

Ringkasan……………………………………………………………………………………………… 1

BAB 1. PENDAHULUAN

Latar Belakang………………………………………………………………………………………. 1

Rumusan Masalah………………………………………………………………………………….. 3

Tujuan………………………………………………………………………………………………….. 3

Luaran yang Diharapkan…………………………………………………………………………. 3

Kegunaan……………………………………………………………………………………………… 3

BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA………………………………. 4

BAB 3. METODE PELAKSANAAN……………………………………………………… 8

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN………………………………………… 9

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………. 10

LAMPIRAN

1)        Lampiran Biodata Ketua dan Anggota……………………………………………….. 11

2)        Justifikasi Anggaran Kegiatan…………………………………………………………… 13

3)        Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas………………………… 17

4)        Surat pernyataan ketua peneliti………………………………………………………….. 19

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

iii

 

 

Daftar Tabel

Tabel 3.1 ………………………………………………………………………………………………. 10

Tabel 3.2……………………………………………………………………………………………….. 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

               
   

1

 

 
 

iv

 

 
   

ii

 

 
   

ii

 

 
   

iii

 

 

 

 

 


RINGKASAN

Kegiatan Kewirausahaan ini dilatar belakangi oleh semakin meningkatnya jumah wisatawan yang berkunjung ke NTB. Pada tahun 2012, jumlah wistawan yang berkunjung ke NTB mencapai 471.704. Jumlah wisatawan yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok periode Januari-April 2013 mengalami kenaikan 49,12% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini membuat peluang usaha dalam bentuk hand craft terbuka lebar. Usaha hand craft dalam bentuk miniatur dua dimensi Kota Tua Ampenan yang dikemas menjadi gantungan kunci menjadi usaha yang menjanjikan. Selain peluang usaha yang terbuka lebar, hand craft miniature Kota Tua Ampenan juga sebagai sebuah sarana upaya pelestarian pusaka saujana dimana Kota Tua Ampenan yang menjadi icon usaha merupakan salah satu dari 43 kota Pusaka di Indonesia yang harus dilestarikan dan dijunjung tinggi keberadaannya sebagai sebuah peninggalan masa lampau. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah Menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswauntuk mendorong terciptanya wirausahawan muda yang peduli dengan keadaan daerahnya, ikut serta dalam pelestarian pusaka saujana, mendukung pariwisata NTB melalui pengenalan objek wisata baru, serta ikut serta mengembangkan potensi wisata NTB.Target khusus dari kegiatan ini adalah memasarkan miniatur dua dimensi Kota Tua Ampenan dalam bentuk gantungan kunci kepada wisatawan lokal, mancanegara maupun masyarakt luas sebagai sebuah upaya peningkatan kesejahteraan serta menjadi salah satu usaha kreatif mahasiswa yang nantinya dapat membuka lapangan kerja baru serta memperoleh profit yang sebesar-besarnya. Ada delapan metode yang digunakan dalam program ini yaitu tahap persiapan dan survey pasar, pengadaan alat dan bahan, pembuatan produk, promosi, pemasaran, evaluasi perkembangan usaha, evaluasi kegiatan dan laporan pertanggungjawaban.

Kata Kunci:Miniatur   Kota Tua Ampenan   Icon   Cidomo      jangkar

BAB 1. PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pariwisata Nusa Tenggara Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Beberapa tahun terakhir, wisatawan domestik maupun mancanegara memburu Nusa Tenggara Barat sebagai tempat berwisata. Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB setiap tahunnnya mengalami kenaikan. Pada tahun 2012, jumlah wisatawan mencapai 471.706. Berdasarkan data BPS, jumlah wisatawan yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok pada periode Januari-April 2013 mengalami kenaikan 49.12% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, serta menjadi angka tertinggi dibanding pintu masuk

2

 

utama Indonesia lainnya (Pertiwi, 2013). Inilah yang menyebabkan Nusa Tenggara Barat meraih penghargaan Travel Club Tourisme Award (TCTA) 2012 yang diserahkan langsung oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa (Sekretariat Program Unggulan, 2012).

Dengan berkembangnya sektor pariwisat di Nusa Tenggara Barat maka peluang usaha semakin terbuka lebar. Wisatawan yang mengunjungi Gili Meno, Gili Air, Gili Terawangan, Senggigi dan tempat-tempat wisata lainnya tentunya memburu cideramata untuk dibawa kembali kedaerah asal mereka.. Usaha Gantungan Kunci yang dikemas dalam bentuk miniatur dua dimensi adalah salah satu hal yang paling potensial untuk dikembangkan terlebih jika design-design yang ditawarkan merupakan icon atau ciri dari daerah tersebut. Wisatawan memburu oleh-oleh yang bercirikan tempat yang dikunjunginya baik icon tersebut dalam hal tempat, budaya, atau sesuatu yang khas dari Nusa Tenggara Barat.

Tempat yang baru-baru ini menjadi sorotan wisatawan adalah “Kota Tua Ampenan”. Disahkannya Kota Tua Ampenan menjadi “Kota Tua” merupakan hal yang menarik wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut atau mencari oleh-oleh yang identik dengan Kota Tua Ampenan. Kota Ampenan merupakan salah satu kota yang berada di Nusa Tenggara dan merupakan kota pusaka, yakni pusaka saujana. Pusaka saujana adalah gabungan dari pusaka alam dan budaya dalam kesatuan ruang dan waktu. Kota Tua Ampenan memiliki cerita sejarah yang penting, tak hanya bagi Mataram, tetapi juga sejarah penting bagi Pulau Lombok dan wilayah sekitarnya. Hal ini tak terlepas dari peran Ampenan yang menjadi kota pelabuhan utama pada masa kolonial Belanda serta menjadi pusat kota dan pusat bisnis di Mataram.

Permintaan Gantungan Kunci melesat tajam seiring dengan meningkatnya wisatawan sehingga tak heran gantungan kunci mulai ramai dijual. Menginovasikan Kota Tua Ampenan dalam bentuk gantungan kunci adalah langkah jitu untuk menarik wisaawan. Pembuataan handcraft dalam bentuk gantungan kuci miniature dua dimensi Kota Tua Ampenan perlu dilakukan selain menyorot peluang bisnis juga sebagai upaya pelestarian pusaka . Adapun icon dari Kota Tua Ampenan adalah berupa cidomo, jangkar, kapal dan rumah tua/kelentang. Oleh karena itu perlunya iconbaru kota tua Ampenan-Lombok NTB: miniatur yang unik, praktis dan elegan sebagai upaya pelestarian pusaka saujana.

3

 

Perumusan Masalah                                                                                                

  1. Bagaimana cara pembuatan miniatur dua dimensi dalam bentuk gantungan kunci?
  2. Bagaimana caranya mendapatkan keuntungan yang optimal sehingga mampu menjaga keberlangsungan usaha?
  3. Bagaimana cara memasrkan produk miniatur dua dimensi dalam bentuk gantungan kunci kepada wisatawan?

Tujuan

  1. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa untuk mendorong terciptanya wirausahawan muda yang peduli dengan keadaan daerahnya.
  2. Ikut serta dalam pelestarian pusaka saujana
  3. Mendukung pariwisata NTB melalui pengenalan objek wisata baru.
  4. Ikut serta mengembangkan potensi wisata NTB.

Luaran yang Diharapkan

  1. Adanya miniatur dua dimensi Kota Tua Ampenan dalam bentuk gantungan kunci.
  2. Terbentuknya usaha miniatur kota tua Ampenan di NTB.
  3. Adanya icon miniatur kota tua Ampenan sebagai lambang pusaka saujana yang ada di pulau Lombok.
  4. Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menghargai pusaka saujana.
  5. Usaha miniatur kota tua Ampenan dapat berkelanjutan dengan membuka toko.
  6. Menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Ampenan dengan adanya miniatur kota tua Ampenan

Kegunaan

  1. Melatih jiwa muda mahasiswa berkarir di dunia usaha atau entrepreneur muda.

4

 

Memotivasi seluruh mahasiswa untuk dapat membuka lapangan kerja baru guna membangun daerah masing-masing dan menurunkan jumlah pengangguran serta meningatkan perekonomian daerah.

  1. Meningkatkan jumlah wisatawan berkunjung ke NTB.
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan adanya pusaka saujana yang ada di pulau Lombok.

BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Kondisi Umum Lingkungan dan Potensi Sumber Daya

Kota Ampenan baru-baru ini disahkan menjadi Kota Tua Ampenan dan merupakan satu dari 43 Kota Pusaka yang ada di seluruh Indonesia. Kota Tua Ampenan memiliki banyak peninggalan sejarah yang memerlukan perhatian serius. Peran yang dulunya sebagai gerbang utama pulau Lombok kini dijadikan sebagai tempat wisata. Keberagaman etnis yang ada berupa kampung-kampung kecil menunjukkan keberagaman budaya Indonesia yang heterogen. Hal ini menjadikan kota Ampenan memilki kekayaan unik yaitu berupa pusaka saujana yang memukau. Ada beberapa hal penting yang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Tua Ampenan yaitu Cidomo, Jangkar, Kapal dan Kelenteng/ rumah tua Tiong Hoa yang masih ada hingga saat ini. Keempat unsur ini dijadikan desain pokok dalam pembuatan miniatur dua dimensi Kota Tua Ampenan berupa gantungan kunci.

Sekilas tentang Miniatur Kota Tua Ampenan

Miniatur Kota Tua Ampenan berbentuk gantungan kunci dua dimensi terbuat dari kayu bekas dan dipadankan dengan stik ice cream dan bahan-bahan penunjang lainnya. Kemudian kayu ini diberi cat berlatar belakang berbeda dengan pola seperti cidomo, jangkar,kapal ataupun kelentang Kota Tua Ampenan. Dilapisi dengan cat dan diberi ring gantungan kunci. Maka jadilah miniature Kota Tua Ampenan berbentuk gantungan kunci.

Prospek Pengembangan Usaha

5

 

            Prospek pengembangan miniatur Kota Tua Ampenan dengan pemanfaatan pusaka saujana dikaji berlandasakan pada analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Thereat) sebagai berikut:

Kekuatan (Strength)

  1. Pelestarian Pusaka Saujana

Miniatur Kota Tua Ampenan memberi manfaat terhadap pelestarian Kota Tua Ampenan sehingga masyarakat akan lebih menghargai, menyayangi dan melestarikan pusaka yang dimiliki.

  1. Ikon baru kota Ampenan

Kekayaan yang terpendam berupa pusaka saujana yang memukau perlu mendapat perhatian.Melalui miniatur ini, Kota Tua Ampenan akan memiliki simbol baru sehingga keberadaannya bisa diperhitungkan.

  1. Variasi bentuk

Desain yang bervariasi dengan pola-pola tertentu memiliki keunikan tersendiri yang tidak didapatkan dari hand craft lain dan disesuaikan dengan permintaan pasar.

  1. Memiliki nilai estetika yang tinggi

Nilai estetika yang dimiliki terletak pada keindahan ‘Pusaka Saujana’ dan corak yang dimiliki yang dikemas dalam berbagai bentuk. Dengan menggandeng pusaka Saujana, maka nilai lebih dari miniatur dua dimensi ini adalah tidak terelakkan lagi.

Kekurangan (Weakness)

            Skala produksi terbatas sehingga terkendala dalam memenuhi permintaan pasar. Hal ini dapat diminimalisir dengan menambah tenaga kerja, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar

Peluang (Opportunity)

  1. Tidak adanya pengusaha miniatur kota tua Ampenan di NTB.

Sampai saat ini, pengusaha miniatur Kota Tua Ampenan dalam bentuk gantungan kunci dua dimensi tidak ada. Hanya terdapat pengusaha gantungan kunci secara umum. Itupun masih sangat minim dengan kualitas produksi yang kurang bagus.

  1. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke NTB

6

 

Tercata peningkatan wisatawan yang berkunjung ke NTB beberapa tahun terkahir, yaitu di tahun 2012 jumalah wisatawan mencapai 471.706.Mengalami kenaikan pada Januari-April 2013 mencapai 49.12% ini menjadi angka tertinggi dibanding pintu masuk utama Indonesia lainnya.

  1. Seringnya diadakan event-event nasional dan internasional

Event-event nasional dan internasional sebagai media promosi pariwisata NTB terus ditingkatkan oleh pemerintah. Setelah berhasil mencapai satu juta pengunjung pada program Visit Lombok-Sumbawa (VLS), kini pemerintah menggencarkan program Tambora Menyapa Dunia dengan target dua juta pengunjung pada tahun 2015 (Kompas, 2013).

Ancaman (Threat)

Pengetahuan konsumen terhadap Kota Tua Ampenan masih rendah mengenai kekayaan dan keunikannya karena kota tua ini baru disahkan bebarapa bulan yang lalu.munculnya usaha-usaha sejenis yang menggunakan bahan dasar yang sama dan memproduksi dalam skala besar.         

        Dari uraian kelemahan (weakness) dan ancaman (threat) di atas, perlu disusun strategi untuk prospek pengembangan usaha miniature Kota Tua Ampenan sehingga lebih baik. Adapun strategi yang digunakan adalah dengan menggunakan kekuatan (strength) yang dimiliki untuk mengatasi kelemahan dan ancaman. Ancaman berupa pengetahuan konsmen terhadap kota tua yang mesih rendah dapat diatasi dengan menyisipkan pengetahuan tentang pusaka saujana yang ada dipulau Lombok yaitu Kota Tua Ampenan saat promosi produk misalnya melalui blog, facebook, penyiaran via radio, leaflet. Dengan adanya edukasi serta penyampaian dari berbagai media diharapkan masyarakat, turis asing serta domestik mengerti tentang pentingnya menjaga kelestarian serta bangga mendapatkan Ampenan sebagai Kota Tua salah satunya dalam bentuk miniature yang dapat dibawa kemana saja atau ditaruh dirumah, kantor, dan dimana saja. Adapun munculnya usaha-usaha sejenis yang menggunakan bahan dasar yang sama dan memproduksi dalam skala besar akan diatasi dengan pengembangan pola produk yang bervariatif sesuai dengan permintaan pasar serta akan ditingkatkan dalam skala yang lebih besar dan memperluas jaringan.

7

 

      Dari uraian analisa SWOT miniature kota tua diatas dapat diprediksikan bahwa pengembangan usaha ini akan mendapat sambutan yang baik serta memiliki prospek usaha yang baik.

Keunggulan Miniatur Kota Tua Ampenan

Miniatur kota tua Ampenan ini memiliki empat macam bentuk berbeda yang menggambarkan kota tua Ampenan secara umum yaitu cidomo, jangkar, kapal, dan kelentang.Keempat unsur ini merupakan icon inti yang ada di Kota Tua Ampenan yang membuat desainnya berbeda dari yang lain dan pembuatannya juga melambangkan masyarakat peduli dan cinta terhadap Kota Tua Ampean sehinga masyarakat, turis asing maupun domestic tidak rugi untuk membeli produ ini.

ANALISIS EKONOMI USAHA

Sasaran Usaha

Sebagai permulaan sasaran utama pasar adalah wisataan yang berkunjung ke NTB baik lokal ataupun mancanegara. Mengingat permintaan terhadap gantungan kunci yang tinggi maka tidak menutup kemungkinan dengan menggandeng icon Baru Kota Tua Ampenan dalam bentuk Miniatur gantungan kunci dua dimensi dapat diterima oleh masyarakat luas dan pemasarannya tidak hanya domestic melainkan nasioanl dan internasional.

Tempat Pemasaran

Tempat pemasaran yang menjadi fokus penjualan Miniatur Kota Tua Ampenan antara lain:

  1. Art shop disepanjang pantai Senggigi, stan yang ada dipantai Ampenan
  2. Untuk kabupaten Lombok Barat, yaitu Pantai Kerandangan, Gili Air, Gili Trawangan dan Kota Mataram.
  3. Untuk kabupaten Lombok Tengah, yaitu wilayah di sekitar Bandara Internasional Lombok (BIL)
  4. Lingkungan Universitas Mataram dan perguruan tinggi lainnya yang ada di NTB.
  5. tempat wisata seperti pantai Kerandangan, taman Narmada, Pantai Kuta, Pantai Selong, Pantai Aan, Pantai Labuan Haji, Malimbu, Sembalun.

8

 

Strategi Promosi dan Pemasaran

Promosi dan pemasaran miniatur kota tua Ampenan pada tahap awal dilakukan dengan cara menyebarkan brosur, melalui spanduk yang ditempatkan di tempat-tempat strategis, melalui sosial media seperti iklan di radio, poster, facebook, blog, dan website menerapkan metode partnership, yaitu bekerja sama dengan pemerintahan atau swasta untuk membidik pesanan dalam jumlah besar dalam event-event nasional atau internasionalserta mebuka stan-stan ditempat pariwisata. Untuk memperbesar profit margin, miniatur kota tua Ampenan juga dipasarkan melalui direct selling.

Langkah pengembangan ke depan

Langkah yang akan dilakukan jika usaha ini mulai berkembang dan tingkat permintaan tinggi adalah dengan mematenkan icon baru Kota Tua Ampenan dalam bentuk miniature dua dimensi serta mempertahankan keunggulan dan kualitas produk, memperluas jaringan usaha, pemasaran dalam skala besar melalui website, membuat toko pemasaran pusat di Ampenan, serta mengembangkan produk lain.

BAB 3.METODE PELAKSANAAN

            Terdapat delapan metode yang digunakan pada program ini, yaitu metode persiapan dan survey pasar, pengadaan alat dan bahan, pembuatan produk, promosi, penjualan produk, evaluasi perkembangan usaha, evaluasi kegiatan dan laporan pertanggungjawaban. Penjelasannya sebagai berikut:

  1. Tahap persiapan dan survey

Tahap persiapan dan survey pasar diawali dengan mempersiapkan tempat.. Mengingat saat ini NTB menjadi salah satu provinsi yang menjadi tujuan utama pariwisata, maka kami dapat mempromosikan satu lagi keunggulan pariwisata NTB, yaitu Kota Tua Ampenan melalui miniature serta mengamati target yang akan menjadi sasaran penjualan.

  1. Pengadaan alat dan bahan

Pada tahap ini pembelian alat penunjang serta bahan dilakukan. Pemilihan kualitas alat maupun bahan demi kualitas produk merupakan hal yang sangat penting.

9

 

Pembuatan produk

Pembuatan produk dilakukan dengan memperhatikan kualitas barang sehingga pembeli tidak akan kecewa dengan barang yang akan dibeli.

  1. Tahap Promosi

Publikasi dan menyebar luaskan info mengenai produk miniatur kota tua Ampenan yaitu dengan melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah swasta dan hotel-hotel, tempat pelayanan publik dan sejenisnya untuk memperkenalkannya pada massa yang lebih luas. Selain itu, mempromosikan melalui pembuatan dan penyebaran brosur, pamflet, pengumuman, info pada blog-blog, facebook atau twitter agar semua kalangan tau keberadaan kota tua Ampenan

  1. Tahap penjualan produk

Pada tahap ini dilakukan dengan direnc selling yaitu wisatawan dan konsumen lainnya dapat membeli produk yang kami tawarkan di stand-stand yang tersedia di kawasan wisata. Selain itu, dipergunakan juga mekanisme pemesanan. Diawali dengan memberikan contoh produk yang kami jual, melalui tahap promosi yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian barang akan dibuat setelah konsumen melakukan pemasaran.

  1. Tahap Evaluasi perkembangan usaha

Pada tahap ini dilakukan penghitungan pengeluaran dan pemasukan dari produksi miniatur. Pada tahap ini pula kami menganalisis apakah stategi pemasaran sudah mengahsilkan untuk maksimal atau belum. Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap modal yang ada, evaluasi terhadap jaringan dan mitra kerja.

  1. Evaluasi kegiatan

Evaluasi didakan untuk mengetahui secara keseluruhan sejauh mana usaha ini berjalan, kekurangan dan kelebihan serta rincian secara keseluruhan.

  1. Laporan pertanggungjawaban

Laporan ini dilaksanakan pada akhir periode kegiatan.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1    Anggaran Biaya

Table 3.1

No

Jenis Pengeluaran

10

 

Biaya (Rp)

1

Peralatan Penunjang (20% – 30%)

3.400.000

2

Bahan Habis Pakai (40% – 50%)

6.382.000

3

Perjalanan (10%)

500.000

4

Lain-lain(administrasi, laporan, publikasi) (10%)

1.787.000

 

Jumlah

12.069.000

4.2  Jadwal Kegiatan

Tabel 3.1

No

 

 

Kegiatan

 

 

Waktu

Bulan1

Bulan 2

Bulan 3

Bulan 4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Persiapan dan survey pasar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Pengadaan alat dan bahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Pembuatan Produk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Promosi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Penjualan produk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

Evaluasi perkembangan usaha

                               

7

Evaluasi kegiatan

                               

8

Laporan Pertangggungjawaban

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Sekretariat Program Unggulan.2012.NTB Raih Penghargaan Pariwisata. Diakses dari http://www.ntbprov.go.id/baca.php?berita=1505 tanggal 18 Oktober 2013 pukul 14.45

Pertiwi, Niluh Made.2013.Pariwisata NTB Makin Menggeliat. Diakses dari http://travel.kompas.com/read/2013/06/18/1654150/Pariwisata.NTB.Makin.Menggeliat tanggal 07 Oktober 2013 pukul 21.15

 

11

 

Lampiran-Lampiran

 

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Kelompok

Biodata Ketua

  1. Identitas Diri

 

Nama

:

Fera Komalasari

NIM

:

E1D 010 002

Jenis Kelamin

:

Perempuan

Program Studi

:

Pendidikan Bahasa Inggris

Tempat dan Tanggal Lahir

:

Mataram, 0 2 Mei 1992

Email

:

 

No HP

:

 

 

  1. Riwayat Pendidikan

 

No

 

SD

SMP

SMA

1

Nama istitusi

SDN 05 Denpasar Bali

MTsN Model Kuripan

MAN 2 Mataram

2

Jurusan

 

 

IPS

3

Tahun Mauk-Lulus

1998-2004

2004-2007

2007– 2010

 

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.           

Mataram, 21 Oktober 2013

(Fera Komalasari)

 

Biodata Anggota 1

  1. Identitas Diri

 

Nama

:

Ria Hikmatul Hayati

NIM

:

E1C 011 035

Jenis Kelamin

:

Perempuan

Program Studi

:

Pendidikan Bahasa Indonesia

Tempat dan Tanggal Lahir

:

Sekunyit, 28 Mei 1993

Email

:

 

No HP

:

 

 

 

 

 

 

 

12

 

Riwayat Pendidikan

 

No

 

SD

SMP

SMA

1

Nama istitusi

SDN 02 Sekunyit

MTs NW Sekunyit

MAN 1 Praya

2

Jurusan

 

 

Bahasa

3

Tahun Mauk-Lulus

1999-2005

2005-2008

2008– 2011

 

 

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Mataram, 21 Oktober 2013

 

(Ria Hikmatul Hayati)

 

Biodata Anggota 2

 

  1. Identitas Diri

 

Nama

:

Muhammad Syarofi

NIM

:

C1K 012 053

Jenis Kelamin

:

Laki-Laki

Program Studi

:

Budiday Perairan

Tempat dan Tanggal Lahir

:

Kalimantan Timur, 17Agustus 1993

Email

:

 

No HP

:

 

 

  1. Riwayat Pendidikan

 

No

 

SD

SMP

SMA

1

Nama istitusi

SDN 02 Sekunyit

MTs NW Sekunyit

MAN 1 Praya

2

Jurusan

 

 

Bahasa

3

Tahun Mauk-Lulus

1999-2005

2005-2008

2008– 2011

 

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

 

Mataram, 21 Oktober 2013

 

(Muhammad Syarofi)

 

13

 

           

LAMPIRAN 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan                     

  1. Peralatan Penunjang

Material

Justifikasi Pemakain

Kuantitas

Harga Satuan (Rp)

Keterangan

Kuas lengkap

Alat untuk mengecat kayu

3 Buah

60.000

180.000

Bor kecil

Alat untuk mengebor kayu

3 pcs

25.000

75.000

Gunting

Alat untuk memotong alat yang berbahan kertas

3 Buah

50.000

150.000

Palu

Alat untuk menekan lem

3 Buah

30.000

90.000

Alat tembak lem

Alat untuk memasukkan lem

3 Pcs

150.000

450.000

Silet

Alat untuk menghaluskan stik es krim

1 kotak

25.000

25.000

Cutter

Alat untuk memotong stik es krim

3 buah

5.000

15.000

Lap

Alat untuk membersihkan tangan dari sisa lem

3 buah

5.000

15.000

Meja dan kursi besar

Ditempatkan di stan-stan yang sudah disediakan

3 set

750.000

2.250.000

Gergaji besi

Untuk memotong kayu

3 buah

50.000

150.000

Sub total (Rp)

  1. 400.000

 

 

  1. Bahan Habis Pakai

Material

Justifikasi Pemakain

Kuantitas

Harga Satuan (Rp)

14

 

Keterangan

Kayu bekas/ limbah kayu somelan

Bahan dasar pembuatan miniatur

30 meter

50.000

1.500.000

Flannel busa

Sebagai bahan tambahan pembuatan minatur

20 meter

15.000

300.000

Stick ice cream

Bahan dasar miniatur berbentuk cidomo, kapal dan jangkar

2 dus

250.000

500.000

Korek api

Sebagai bahan dom/ tangan cidomo

3 pcs

12.500

37.500

Ban bekas

Sebagai bahan tambahan pembuatan miniature dalam bentuk jangkar

2 buah

5000

10.000

Lem tembak

Bahan untuk merekatkan stik ek krim dengan kayu dasar.

100 batang

   2.000

200.000

Lem alteco

Bahan untuk merekatkan ban cidomo

10 renteng

60.000

600.000

Giwang

Sebagai ban cidomo

2000 buah

300

600.000

Clear

Untuk memperindah tampilan miniature

25 kaleng

20.000

625.000

Lem rajawali

Sebagai lem tambahan

5 kilogram

12.500

15

 

62.500

Cat kayu:

-merah

-biru

-putih

-hitam

-Abu

Sebagai pemanis miniatur dalam beberapa warna sehinnga terkesan indah dan bervariasi dalam hal warna

 

3 kaleng

3 kaleng

3 kaleng

3 kaleng

3 kaleng

 

57.000

57.000

57.000

57.000

57.000

 

171.000

171.000

171.000

171.000

171.000

Thinner

Sebagai bahan terakhir untuk memperindah tampilan miniature

15 kaleng

8.000

120.000

Besi gantungan kunci

Ring bulat yang dicantelkan dikayu miniature.

4000 buah

700

2.800.000

Sub total (Rp)

6.382.000

 

  1. Perjalanan

Material

Justifikasi Pemakain

Kuantitas

Harga Satuan (Rp)

Keterangan

Perjalanan ke tempat survey (ke art shop, tempat-tempat pariwisata dsb)

 

Mataram- Gili Meno, Gili Air, Gili Terawanan

Mataram- Senggigi

 

 

500.000

SUBTOTAL (Rp)

16

 

500.000

 

  1. Lain-Lain

Material

Justifikasi Pemakain

Kuantitas

Harga Satuan (Rp)

Keterangan

Leaflet      

Sebagai media promosi

 

 

200.000

Pameran

Sebagai media promosi

1 kali

 

500.000

Iklan via radio

Sebagai media promosi

35 kali tayang

15.000

520.000

Pengadaan dan pembuatan proposal

Pembuatan proposal awal

3 jilid

20.000

60.000

Materai

Digunakan untuk kepentingan surat pernyataan

1

7000

7000

Sub total (Rp)

1.787.000

Tottal (Keseluruhan)

Rp. 12.069.000

 

Total target Produksi dari modal awal: 4000 unit

Kebutuhan per unit produksi Rp. 1.569;00

Harga jual per unit:Rp. 4000    

Laba per unit X total produksi awal: Rp. 2.431

Laba dari seluruh penjualan: 4000 X 2.431= Rp. 9.724.000

Total laba dari modal awal= Rp. 9.724.000

17

 

Perkiraan penjualan

Produksi minggu ke-

I

II

III

IV

V

VI

Unit terjual

330

330

330

330

330

330

Produksi minggu ke-

VII

VIII

IX

X

XI

VII

Unit terjual

330

330

330

330

330

370

 

Analisis Laba Rugi:

Minggu Pertama          : Rp. 330 X Rp. 4000 = Rp. 1320.000

Laba Bersih                 : Rp 1.320.000

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No

Nama/NIM

Program Studi

Bidang Ilmu

Alokasi Waktu (Jam/Minggu)

Uraian Tugas

1

Fera Komalasari (E1D 010 002)

Pendidikan Bahasa Inggris

Pendidikan Bahasa Inggris

28 jam/

minggu

Penanggung jawab Pengadaan alat dan bahan, penjualan produk dan laporan pertanggung jawaban.

2

Ria Hikmatul Hayati

(E1C 011 035)

Pendidikan Bahasa Indonesia

Pendidikan Bahasa Indonesia

28 jam/ minggu

Penanggung jawab pembuatan produk ,evaluasi perkembangan usaha,dan evalusi kegiatan

3

Muhammad Syarofi

(C1K 012 053)

Budidaya Perairan

Budidaya perairan

28 jam/ minggu

PJ. Persiapan dan

18

 

survey pasar dan promosi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19

 

 

                                                                                         

 

 


1 Komentar

  1. lisa mengatakan:

    TERIMA KASIH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

April 2014
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: