Life Balance

Beranda » 2014 » April

Monthly Archives: April 2014

Ini tulisan yang nyangkut dinotebook. Tulisan satu tahun lampau.

SURAT UNTUK NEGI NUN JAUH DISANA

Jujur saja aku iri kepada mereka yang dapat menembus senja dibelahan bumi lain dan menghirup udara pagi yang sejuk. Melihat foto-foto mereka, dengan frase wajah yang begitu bahagia sembari menebarkan senyum selebar-lebarnya. Mereka yang pergi menuntut ilmu di negeri nun jauh disana….

My memo in 6th semester

This life is a long way research. You need to collect the data since you were a baby till you realize that life is a process. Process to grow up, process to be a smart person in taking a decision. Then you write it down on your imagination, where to bring this research. If you are smart, then you’ll learn from the data that you collect… You just need to love your life and what you are now. Unless… you will get kinda disappointed thing in this world.

It’s not merely about the data but also it’s about what you learn from the data that you’ve got. You know .. People easy to forget everything because it’s not a special thing to remember. So, just be special in this life. You don’t need to be the most beautiful girl in this world. You don’t need to be the richest girl in this world to be happy. What you need is say thanks of what you have because every girl born beautifully and every girl has a capacity to be a reach girl if they want to thankful to their God. Special means that you are a good girl for people around you. Never hurt them with your word, with your hand, and with everything that you got.

I can’t read what’s here in my mind

But I’m fighting for you Mom….

There is only you who care about me

When every body kicks my mind…..

And I’m standing all alone

 

This world is hard in every second

But you make it easy to be live

To be strong person is not a decision any more

But it’s a must

 

I weak….

I was

But you make me learn faster and harder

So that I can touch the peace of my dream

You make me dream higher

Jump higher

Learn higher

And work harder

Because of your love ….

 

Mataram, 04 June 2013

Kita tidak menyerah

Kita tidak pernah menyerah

Meski hanya berharap pada rintik-rintik hujan yang tipis

Perjalanan memang masih panjang membentang

Dan ada ribuan rintangan dihadap

Kita boleh jadi lupa

Jika hari kemarin adalah masal lalu

Tetapi kita harus ingat bahwa hari adalah langkah perubahan

Dan esok kan menjadi lebih hebat

Kita harus ingat pepatah

‘Langkah seribu mil itu dimulai dari satu langkah’

Meski kini harapan itu kecil, dan bahka terlihat mustahil

Ingatlah teruslah berjalan meski itu hanya satu langkah

Karena jika kita melangkah satu langkah terus-menerus

Maka seribu mill itu akan tergapai juga

Teruslah melangkah dan kumpulkan langkah-langkah itu

Percayalah, Tuhan memberikanmu kaki untuk melangkah, bergerak

Bukan untuk diam dan menunggu

(Fera, 2013)

Kota Tua Ampenan

Pntai ampenan:

Pantai Ampenan dahulunya terkenal atas Pelabuhannya yang megah. Pelabuhan Ampenan memiliki peran penting dalam transportasi laut. Pelabuhan Ampenan adalah salah satu pelabuhan yang memenuhi syarat bongkar muat pda era 70an. Pada masa itu dari bulan Januari – Oktober tercatat ada 459 kapal yang singgah plus 527 perahu. Pelabuhan inilah yang menghubungkan Lombok dengan pulau-pulau lain. Namun, saat ini tidak lagi karena pelabuhan telah lama dipindahkan ke Lembar. Sisa-sisa pelabuhan masih terlihat di sekitar sini. Sesekali terlihat perahu nelayan dan kapal pembawa minyak . Walaupun hanya sejarah, Pantai Ampenan masih memiliki daya tarik. Sayang, kini cerita kejayaan Pelabuhan Ampenan berakhir karena seluruh aktivitas pelabuhan dipindah ke Lembar.

 

Kelenteng Pao Hwa Kong:

Sepanjang ruas jalan Pabean mengarah ke pelabuhan adalah sisi kota tua yang penuh sejarah. Deretan banguna tua termasuk restoran, toko roti, salon kecantikan dan rumah tinggal warga Tionghoa menandakan bahwa pada masa itu kawasan ini sangat ramai.

Nama Pao Hwa Kong diambil dari kata Pao Wo Hwa Ming, yang artinya Melindungi Warga Tionghoa.

Kelenteng Pao Hwa Kong terletak di jalan Yos Sudarso no. 180 kota Kecamatan Ampenan, dekat pantai. Kelenteng ini sudah lama didirikan. Menurut catatan yang terdapat di papan Papan Nama tertulis kata dalam bahasa Tionghoa : Kwang Xie Wu Sen Nian, Tuan Yek Cik Tan, yang artinya Tahun Wu Sen dari Kekaisaran Kwang Xie, yaitu tahun 1908, Tuan Yek Cik Tan kira-kira berarti tanggal baik dari bulan ke lima. Di dalam Kelenteng Pao Hwa Kong terdapat banyak dewa-dewa yang dipuja. Dewa utamanya adalah Jen Fu Cen Ren (Tan Fu Cen Ren), konon menurut cerita, beliau pernah ditugaskan oleh Raja Bali untuk membangun Istana dalam waktu 3 (tiga) bulan (ada yang mengatakan dalam waktu 3 hari), ternyata beliau sanggup menyelesaikannya dalam waktu tersebut.

Pada setiap tanggal 1 dan tanggal 15 dari kalender imlek, banyak umat Tri Dharma datang ke Kelenteng untuk sembahyang, berdoa mohon rejeki dan sebagainya.

Hunian warga Tionghoa ini bercirikan ruang tamu sempit, dengan altar kecil yang dipenuhi potret anggota keluarga yang telah tiada, guci berisi abu jenasah, lilin merah, kembang dalam vas ditambah hio atau dupa. Bisnis yang dijalankan warga Tionghoa di pelabuhan Ampenan hingga kini masih terlihat.

(Dalam TAKSA- Temu Pusaka Indonesia- 2013. September)

Kota tua ampenan:

Ampenan merupakan sebuah kota yang berada di sebelah Barat Kota Mataram. Kota ampenan dikenal sebagai kota tua dan kota pelabuhan karena merupakan bekas pelabuhan utama di Pulau Lombok yang kini masih terlihat puing-puing dermaga di pantai ampenan yang dimanfaatkan oleh warga untuk tempat memancing.

Kota Tua Ampenan memiliki cerita sejarah yang penting, tak hanya bagi Mataram, tetapi juga sejarah penting bagi Pulau Lombok dan wilayah sekitarnya. Hal ini tak terlepas dari peran Ampenan yang menjadi kota pelabuhan utama pada masa kolonial Belanda serta menjadi pusat kota dan pusat bisnis di Mataram. Pelabuhan Ampenan mulai dikembangkan sejak tahun 1800 serta menjadi kota penting dan menjadi pusat perdagangan di Lombok pada tahun 1948-1950. Sayangnya, karena besarnya gelombang laut di Selat Lombok, membuat dermaga ini terpaksa di tutup pada tahun 1970 dan berpindah ke Pelabuhan Lembar. Lama kelamaan, wilayah Ampenan mulai sepi dan jauh dari kesibukan seperti dulu. Namun, sampai saat ini, arsitektur bangunan tua sejak masa kolonial tersebut tetap dipertahankan.

bangunan-bangunan kuno di kota tua ini banyak yang rusak karena cuaca dan usia. Padahal bangunan kuno adalah saksi sejarah yang kehidupan di kota tua Ampenan.

Tidak hanya itu saja, di kota tua ini banyak terdapat perkampungan yang dihuni oleh berbagai suku bangsa di Indonesia, seperti kampung Bali, kampung Bugis, kampung Arab, kampung Melayu, kampung Tionghoa, kampung jawa, dan lain-lain sehingga masyarakat di daerah ini bersifat heterogen dan umumnya hidup rukun. Kota ampenan ini terkenal akan perdagangannya yang telah berlangsung selama berabad – abad, dan arsitektur kota yang masih seperti zaman kolonial belanda.

Penduduk Kota ampenan sendiri di dominasi oleh warga keturunan dari Cina maupun arab yang membuka toko di sepanjang jalan kota ampenan.

Banyak rumah makan di kota ini, jadi anda tidak perlu khawatir jika berwisata sambil berkuliner ria ketika mengunjungi kota ini. Berbagai makanan khas Lombok yang didominasi oleh rasa pedas tersedia disini, seperti ayam taliwang, plecing kangkung, sambal beberuk, dan ayam julat. Walaupun makanan khas Lombok tersebut dapat dijumpai di Pulau Bali, namun akan lebih nikmat bila anda dapat menikmatinya di Pulau Lombok tepatnya di Kota Ampenan.

Sistem Pemerintahan Indonesia

SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA

 

Pembukaan UUD 1945 Alinea IV menyatakan bahwa kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu disusun dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945, Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa bentuk negara Indonesia adalah kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahannya adalah republik.

Selain bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik, Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Hal itu didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi, “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar.” Dengan demikian, sistem pemerintahan di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial. Apa yang dimaksud dengan sistem pemerintahan presidensial? Untuk mengetahuinya, terlebih dahulu dibahas mengenai sistem pemerintahan.

I. Pengertian Sistem Pemerintahan

Istilah sistem pemerintahan berasal dari gabungan dua kata system dan pemerintahan. Kata system merupakan terjemahan dari kata system (bahasa Inggris) yang berarti susunan, tatanan, jaringan, atau cara. Sedangkan Pemerintahan berasal dari kata pemerintah, dan yang berasal dari kata perintah. kata-kata itu berarti:

a. Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatau

b. Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah, daerah, atau, Negara.

c. Pemerintahan adalaha perbuatan, cara, hal, urusan dalam memerintah

 

Maka dalam arti yang luas, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislative, eksekutif, dan yudikatif di suatu Negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Dalam arti yang sempit, pemerintaha adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Sistem pemerintahan diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dan memengaruhi dalam mencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan. Kekuasaan dalam suatu Negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu Kekuasaan Eksekutif yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau kekuasaan menjalankan pemerintahan; Kekuasaan Legislatif yang berati kekuasaan membentuk undang-undang; Dan Kekuasaan Yudikatif yang berati kekuasaan mengadili terhadap pelanggaran atas undang-undang. Komponen-komponen tersebut secara garis besar meliputi lembaga eksekutif, legislative dan yudikatif. Jadi, system pemerintahan negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga negara, hubungan antar lembaga negara, dan bekerjanya lembaga negara dalam mencapai tujuan pemerintahan negara yang bersangkutan.
Tujuan pemerintahan negara pada umumnya didasarkan pada cita-cita atau tujuan negara. Misalnya, tujuan pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social. Lembaga-lembaga yang berada dalam satu system pemerintahan Indonesia bekerja secara bersama dan saling menunjang untuk terwujudnya tujuan dari pemerintahan di negara Indonesia.
Dalam suatu negara yang bentuk pemerintahannya republik, presiden adalah kepala negaranya dan berkewajiban membentuk departemen-departemen yang akan melaksakan kekuasaan eksekutif dan melaksakan undang-undang. Setiap departemen akan dipimpin oleh seorang menteri. Apabila semua menteri yang ada tersebut dikoordinir oleh seorang perdana menteri maka dapat disebut dewan menteri/cabinet. Kabinet dapat berbentuk presidensial, dan kabinet ministrial.

a. Kabinet Presidensial

Kabinet presidensial adalah suatu kabinet dimana pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh presiden. Presiden merangkap jabatan sebagai perdana menteri sehingga para menteri tidak bertanggung jawab kepada perlemen/DPR melainkan kepada presiden. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet presidensial adalah Amarika Serikat

dan Indonesia

b. Kabinet Ministrial

Kabinet ministrial adalah suatu kabinet yang dalam menjalankan kebijaksaan pemerintan, baik seorang menteri secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama seluruh anggota kebinet bertanggung jawab kepada parlemen/DPR. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet ini adalah negara-negara di Eropa Barat.

Apabila dilihat dari cara pembentukannya, cabinet ministrial dapat dibagi menjadi dua, yaitu cabinet parlementer dan cabinet ekstraparlementer.
Kabinet parlementer adalah suatu kabinet yang dibentuk dengan memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara yang ada didalam parlemen. Jika dilihat dari komposisi (susunan keanggotaannya), cabinet parlementer dibagi menjadi tiga, yaitu kabinet koalisi, kabinet nasional, dan kabinet partai.

Kabinet Ekstraparlementer adalah kebinet yang pembentukannya tidak memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara serta keadaan dalam parlemen/DPR.

II. Sistem Pemerintahan Parlementer Dan Presidensial

Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar, yaitu:
1. sistem pemerintahan presidensial;

2. sistem pemerintahan parlementer.

Pada umumnya, negara-negara didunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. Bhakan, Inggris disebut sebagai Mother of Parliaments (induk parlemen), sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial.

Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang dijalankannya. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. Amerika Serikat juga sebagai pelopor dalam sistem pemerintahan presidensial. Kedua negara tersebut sampai sekarang tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sistem pemerintahannya. Dari dua negara tersebut, kemudian sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain dibelahan dunia.

Klasifikasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. Sistem pemerintahan disebut presidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri, kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer.

Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut :

  1. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif.
  2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen.
  3. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen.
  4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet.
  5. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri, sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara.
  6. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Selanjutnya, diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru.

Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer:

  • Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai.
  • Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas.
  • Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.

Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer :

  • Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen.
  • Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar.
  • Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggota kabinet dapat mengusai parlemen.
  • Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.

Dalam sistem pemerintahan presidensial, badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri, kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial.

Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut.

  1. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak dipilih oleh parlemen, tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis.
  2. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif.
  3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen.
  4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer.
  5. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat.
  6. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen.

Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial :

  • Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen.
  • Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun, Presiden Indonesia adalah lima tahun.
  • Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya.
  • Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri.

Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial :

  • Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak.
  • Sistem pertanggungjawaban kurang jelas.
  • Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama.

III. Pengaruh Sistem Pemerintahan Satu Negara Terhadap Negara-negara Lain

Sistem pemerintahan negara-negara didunia ini berbeda-beda sesuai dengan keinginan dari negara yang bersangkutan dan disesuaikan dengan keadaan bangsa dan negaranya. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer merupakan dua model sistem pemerintahan yang dijadikan acuan oleh banyak negara. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing dianggap pelopor dari sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer. Dari dua model tersebut, kemudian dicontoh oleh negara-negar lainnya.

Contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial: Amerika Serikat, Filipina, Brasil, Mesir, dan Argentina. Dan contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlemen: Inggris, India, Malaysia, Jepang, dan Australia.

Meskipun sama-sama menggunakan sistem presidensial atau parlementer, terdapat variasi-variasi disesuaikan dengan perkembangan ketatanegaraan negara yang bersangkutan. Misalnya, Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presidensial tidak akan sama persis dengan sistem pemerintahan presidensial yang berjalan di Amerika Serikat. Bahkan, negara-negara tertentu memakai sistem campuran antara presidensial dan parlementer (mixed parliamentary presidential system). Contohnya, negara Prancis sekarang ini. Negara tersebut memiliki presiden sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan besar, tetapi juga terdapat perdana menteri yang diangkat oleh presiden untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari.

Sistem pemerintahan suatu negara berguna bagi negara lain. Salah satu kegunaan penting sistem pemerintahan adalah sistem pemerintahan suatu negara menjadi dapat mengadakan perbandingan oleh negara lain. Suatu negara dapat mengadakan perbandingan sistem pemerintahan yang dijalankan dengan sistem pemerintahan yang dilaksakan negara lain. Negara-negara dapat mencari dan menemukan beberapa persamaan dan perbedaan antarsistem pemerintahan. Tujuan selanjutnya adalah negara dapat mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang dianggap lebih baik dari sebelumnya setelah melakukan perbandingan dengan negara-negara lain. Mereka bisa pula mengadopsi sistem pemerintahan negara lain sebagai sistem pemerintahan negara yang bersangkutan.
Para pejabat negara, politisi, dan para anggota parlemen negara sering mengadakan kunjungan ke luar negeri atau antarnegara. Mereka melakukan pengamatan, pengkajian, perbandingan sistem pemerintahan negara yang dikunjungi dengan sistem pemerintahan negaranya. Seusai kunjungan para anggota parlemen tersebut memiliki pengetahuan dan wawasan yang semakin luas untuk dapat mengembangkan sistem pemerintahan negaranya.

Pembangunan sistem pemerintahan di Indonesia juga tidak lepas dari hasil mengadakan perbandingan sistem pemerintahan antarnegara. Sebagai negara dengan sistem presidensial, Indonesia banyak mengadopsi praktik-praktik pemerintahan di Amerika Serikat. Misalnya, pemilihan presiden langsung dan mekanisme cheks and balance. Konvensi Partai Golkar menjelang pemilu tahun 2004 juga mencontoh praktik konvensi di Amerika Serikat. Namun, tidak semua praktik pemerintahan di Indonesia bersifat tiruan semata dari sistem pemerintahan Amerika Serikat. Contohnya, Indonesia mengenal adanya lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat, sedangkan di Amerika Serikat tidak ada lembaga semacam itu.

Dengan demikian, sistem pemerintahan suatu negara dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau model yang dapat diadopsi menjadi bagian dari sistem pemerintahan negara lain. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing telah mampu membuktikan diri sebagai negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial dan parlementer seara ideal. Sistem pemerintahan dari kedua negara tersebut selanjutnya banyak ditiru oleh negara-negara lain di dunia yang tentunya disesuaikan dengan negara yang bersangkutan.

 

IV. Sistem Pemerintahan Indonesia

a. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Diamandemen.
Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut.

  1. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat).
  2. Sistem Konstitusional.
  3. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.
  4. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat.
  5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
  6. Menteri negara ialah pembantu presiden, menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
  7. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.

Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan, sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. Hampir semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Karena itu tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR, maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Mekipun adanya kelemahan, kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. Sistem pemerintahan lebih stabil, tidak mudah jatuh atau berganti. Konflik dan pertentangan antar pejabat negara dapat dihindari. Namun, dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya.

Memasuki masa Reformasi ini, bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. Untuk itu, perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi

  1. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif,
  2. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara.

Berdasarkan hal itu, Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional, diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002. berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini.
b. Sistem pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Setelah Diamandemen
Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002, sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. Sistem pemerintahan baru diharapkan berjalan mulai tahun 2004 setelah dilakukannya Pemilu 2004.

Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi.
  2. Bentuk pemerintahan adalah republik, sedangkan sistem pemerintahan presidensial.
  3. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Presiden dan wakil presiden  dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket.
  4. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden.
  5. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Para anggota dewan merupakan anggota MPR. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan.
  6. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan dibawahnya.

Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsur-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut;

  1. Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Jadi, DPR tetap memiliki kekuasaan mengawasi presiden meskipun secara tidak langsung.
  2. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR.
  3. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR.
  4. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran)

Dengan demikian, ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Perubahan baru tersebut, antara lain adanya pemilihan secara langsung, sistem bikameral, mekanisme cheks and balance, dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran.

 

 

Kesimpulan
Sistem pemerintahan negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga yang bekerja dan berjalan saling berhubungan satu sama lain menuju tercapainya tujuan penyelenggaraan negara. Lembaga-lembaga negara dalam suatu sistem politik meliputi empat institusi pokok, yaitu eksekutif, birokratif, legislatif, dan yudikatif. Selain itu, terdapat lembaga lain atau unsur lain seperti parlemen, pemilu, dan dewan menteri.

Pembagian sistem pemerintahan negara secara modern terbagi dua, yaitu presidensial dan ministerial (parlemen). Pembagian sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Dalam sistem parlementer, badan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari legislatif. Sebaliknya, apabila badan eksekutif berada diluar pengawasan legislatif maka sistem pemerintahannya adalah presidensial.
Dalam sistem pemerintahan negara republik, lembaga-lembaga negara itu berjalan sesuai dengan mekanisme demokratis, sedangkan dalam sistem pemerintahan negara monarki, lembaga itu bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip yang berbeda.

Sistem pemerintahan suatu negara berbeda dengan sistem pemerintahan yang dijalankan di negara lain. Namun, terdapat juga beberapa persamaan antar sistem pemerintahan negara itu. Misalnya, dua negara memiliki sistem pemerintahan yang sama.
Perubahan pemerintah di negara terjadi pada masa genting, yaitu saat perpindahan kekuasaan atau kepemimpinan dalam negara. Perubahan pemerintahan di Indonesia terjadi antara tahun 1997 sampai 1999. Hal itu bermula dari adanya krisis moneter dan krisis ekonomi.

 

Sejarah Pertempuran Medan Area

Sejarah Pertempuran Medan Area

 

Pada tanggal 24 Agustus 1945, antara pemerintah Kerajaan Inggris dan Kerajaan Belanda tercapai suatu persetujuan yang terkenal dengan nama civil Affairs Agreement. Dalam persetujuan ini disebutkan bahwa panglima tentara pendudukan Inggris di Indonesia akan memegang kekuasaan atas nama pemerintah Belanda.

Dalam melaksanakan hal-hal yang berkenaan dengan pemerintah sipil, pelaksanaannya diselenggarakan oleh NICA dibawah tanggungjawab komando Inggris. Kekuasaan itu kelak di kemudian hari akan dikembalikan kepada Belanda. Inggris dan Belanda membangun rencana untuk memasuki berbagai kota strategis di Indonesia yang baru saja merdeka. Salah satu kota yang akan didatangi Inggris dengan “menyelundupkan” NICA Belanda adalah Medan.

 

Sementara di tempat lain pada tanggal 27 Agustus 1945 rakyat Medan baru mendengar berita proklamasi yang dibawa oleh Mr. Teuku Moh Hassan sebagai Gubernur Sumatera. Mengggapi berita proklamasi para pemuda dibawah pimpinan Achmad lahir membentuk barisan Pemuda Indonesia.

 

Pada tanggal 9 Oktober 1945 rencana dalam Civil Affairs Agreement benar-benar dilaksanakan. Tentara Inggris yang diboncengi oleh NICA mendarat di Medan. Mereka dipimpin oleh Brigjen T.E.D Kelly.

 

Awalnya mereka diterima secara baik oleh pemerintah RI di Sumatra Utara sehubungan dengan tugasnya untuk membebaskan tawanan perang (tentara Belanda). Sebuah insiden terjadi di hotel Jalan Bali, Medan pada tanggal 13 Oktober 1945.

 

Saat itu seorang penghuni hotel (pasukan NICA) merampas dan menginjak-injak lencana Merah Putih yang dipakai pemuda Indonesia. Hal ini mengundang kemarahan para pemuda. Akibatnya terjadi perusakan dan penyerangan terhadap hotel yang banyak dihuni pasukan NICA. Pada tanggal 1 Desember 1945, pihak Sekutu memasang papan-papan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area di berbagai sudut kota Medan.

Sejak saat itulah Medan Area menjadi terkenal. Pasukan Inggris dan NICA mengadakan pembersihan terhadap unsur Republik yang berada di kota Medan.

 

Hal ini jelas menimbulkan reaksi para pemuda dan TKR untuk melawan kekuatan asing yang mencoba berkuasa kembali. Pada tanggal 10 Agustus 1946 di Tebingtinggi diadakan pertemuan antara komandan-komandan pasukan yang berjuang di Medan Area. Pertemuan tersebut memutuskan dibentuknya satu komando yang bernama Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area.

 

Pada tanggal 10 desember 1945, Sekutu dan NICA melancarkan serangan besar-besaran terhadap kota Medan. Serangan ini menimbulkan banyak koraban di kedua belah pihak. Pada bulan April 1946, Sekutu berhasil menduduki kota Medan. Pusat perjuangan rakyat Medan kemudian dipindahkan ke Pemantangsiantar.

 

Untuk melanjutkan perjuangan di Medan maka pada bulan Agustus 1946 dibentuk Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area. Komandan initerus mengadakan serangan terhadap Sekutu diwilayah Medan. Hampir di seluruh wilayah Sumatera terjadi perlawanan rakayat terhadap Jepang, Sekutu, dan Belanda. Pertempuran itu terjadi, antara lian di Pandang, Bukit tinggi dan Aceh.

 

Pertempuran medan area menggambarkan kepahlawanan

 

Perang Medan Area yang terjadi di Kota Medan 15 Februari 1947, dinilai lebih menggambarkan sikap kepahlawanan dari beberapa perang lainnya melawan kolonialisme Belanda.

 

Sekretaris Pusat Sudi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (Pussis) Universitas Negeri Medan, Erond Damanik, mengatakan berdasarkan pengkajian yang dilakukan, maka perang Medan Area tidak kalah penting jika dibanding dengan perang lainnya di Surabaya, 10 November 1945 yang akhirnya memunculkan sebutan “Arek-Arek Suroboyo”.Menurut dia, dari segi lamanya perang dan jumlah korban materil serta nyawa, ternyata Perang Medan Area lebih menggambarkan sikap kepahlawan. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah tokoh yang memainkan peran penting dalam perang tersebut.

 

Tokoh-tokoh yang terlibat sudah lintas batas etnis dan agama, yang ternyata dapat bersatu di kota Medan dalam mengusir kolonialisme. Dengan arti kata, Arek-arek Suroboyo, Bandung Lautan Api, Serangan Umum di Yogyakarta dan Medan Area adalah setara.”Tetapi perang Medan Area lebih khas, karena semua etnis dapat bersatu di kawasan itu untuk menentang kolonialisme. Dengan begitu, jargon kesatuan kiranya lebih pas untuk menggambarkan keadaan tersebut,” kata Erond, malam ini.

 

Peristiwa Medan Area bermula dari kedatangan tentara Inggris (Sekutu) yang membonceng NICA dengan tujuan meninjau tawanan perang Jepang, namun kemudian beralih untuk membebaskan tawanan.Selanjutnya tentara sekutu juga membangun kekuatan untuk mengembalikan kekuasaannya yang pernah dirampas oleh Jepang. Pihak Inggris yang seharusnya menjadi penertib malah lebih berpihak kepada Belanda.Menghadapi situasi semacam itu, rakyat Medan malakukan taktik perimbangan, yang akhirnya terjadilah perlawanan Laskar Rakyat dan Tri melawan sekutu.

 

Pada tanggal 15 Februari 1947, keluarlah perintah dari markas pertempuran Komando Medan Area (KMA) untuk mengadakan penyerangan serentak terhadap pertahanan musuh di dalam kota.Diseluruh Medan Area dan seluruh laskar telah siap sedia menjalankan perintah itu dan penyerangan umum adalah merupakan jawaban tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terus menerus dilakukan oleh pihak Belanda.Untuk masing-masing sektor telah ditentukan Komandannya yakni pertempuran di fron Medan Barat dipimpin oleh Mayor Hasan Achmad dari Resimen Istimewa Medan Area atau RIMA.Pertempuran di front Medan Area Selatan dipimpin oleh Mayor Martinus Lubis dan pertempuran di front Koridor Medan Belawan berasal dari pasukan Yahya Hasan dan Letnan Muda Amir Yahya dari Kompi II Batalyion III RIMA.

 

 

 

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMP NEGERI 1 KURIPAN PERIODE 2013/2014

 LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMP NEGERI 1 KURIPAN

PERIODE 2013/2014 KABUPATEN LOMBOK BARAT

DISUSUN OLEH

  1. EKA RAHAYU PUJI A.                               E1D 010 044
  2. DESI WAHYUNINGSIH                             E1D 109 084
  3. FERA KOMALASARI                                 E1D 010 002
  4. UL FARIDA                                                  E1D 109 057

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATARAM

2013

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam membentuk generasi mendatang, yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dan bertanggung jawab serta mampu mengantisipasi masa depan. Pendidikan dalam maknanya yang luas senantiasa menstimulir dan menyertai perubahan-perubahan dan perkembangan umat manusia dan berupaya untuk senantiasa mengantar dan membimbing perubahan dan perkembangan hidup serta kehidupan manusia.

Tujuan pendidikan nasional menurut UUD 1945 (versi Amendemen), Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.” Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut, maka guru mempunyai tugas dan peranan yang sangat penting. Tugas seorang guru tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa tetapi lebih jauh dari itu juga turut membentuk pribadi anak didik agar menjadi manusia pembangunan sesuai dengan yang dinyatakan dalam falsafah negara Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan merupakan proses pendewasaan anak menuju sikap yang dapat mempertanggung jawabkan segala pikiran maupun pola tingkah lakunya sehari-hari. Mengingat beratnya tugas tersebut, maka seorang guru hendaknya menguasai 4 (empat) kompetensi utama meliputi kompetensi pedagogik, profesional, personal, dan sosial sehingga dapat dihasilkan guru yang profesional.

Secara teoritis, sebagai calon seorang guru tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang pendidikan, tetapi harus dilengkapi dengan pengalaman yang cukup sebagai aplikasi antara teori dengan kenyataan yang dihadapi di lapangan. Penguasaan keterampilan mengajar dan kemampuan dasar adalah unsur penting bagi mahasiswa calon guru, terlebih lagi dengan tuntutan kurikulum yang setiap waktu selalu berubah-ubah.

Berdasarkan hal tersebut, kegiatan program pengalaman lapangan (PPL) sangatlah perlu untuk dilaksanakan. Dengan adanya pelaksanaan PPL ini, mahasiswa calon pendidik diharapkan dapat memperoleh ilmu yang selama ini tidak mereka peroleh di bangku kuliah, tetapi juga situasi dunia pendidikan yang sesungguhnya melalui kenyataan yang mereka lihat dan alami di lapangan.

  1. Pengertian PPL

Program pengalaman lapangan merupakan kegiatan intrakulikuler yang harus dilaksanakan oleh semua mahasiswa. Kegiatan tersebut mencakup latihan maupun tugas-tugas kependidikan diluar pengajar yang dilaksanakan dengan suatu bimbingan secara terpadu untuk memenuhi persyaratan pembentukan profesi pendidik yang professional.

Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah titik kulminasi dari seluruh program pendidikan yang telah dihayati dan dialami oleh mahasiswa di bangku kuliah. PPL merupakan ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan yang diperoleh di perkuliahan dalam rangka pembentukan guru yang profesional. Dengan demikian PPL adalah suatu program yang memasyarakatkan kemampuan aplikatif dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya ke dalam pelatihan berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan, baik kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya. Kegiatan PPL ini diarahkan dalam bentuk : pelatihan terbatas, pelatihan terbimbing, dan pelatihan mandiri. Semua kegiatan ini harus terjadwal secara sistematis, di bawah bimbingan dosen pembimbing dan guru pamong.

 

  1. Tujuan PPL

Pelaksanaan praktek pengalaman lapangan ini memiliki dua tujuan yaitu:

  1. Tujuan Umum

Membentuk mahasiswa calon guru yang mampu melaksanakan tugas keguruan secara mandiri ditempat tugasnya. Melaksanakan pengajaran secara mandiri serta memberikan bimbingan kepada siswa yang bermasalah. Melaksanakan tugas administrasi rutin sekolah / kelas. Memperoleh kesempatan berlatih bagi mahasiswa calon guru untuk menanyakan dan mengintegrasiakan antara teori yang dipelajari di kampus/dibangku kuliah kedalam kehidupan nyata.

  1. Tujuan Khusus
    1. Menerapkan secara langsung teori – teori yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan dan pengalaman lapangan.
    2. Untuk mengetahui sejauh mana tentang situasi dan kondisi serta keadaan sekolah.
    3. Memiliki dan menguasai berbagai ketrampilan dasar mengajar.
    4. Mampu melaksanakan keterampilan mengajar pada mata pelajaran yang diajarkan.
    5. Mampu menarik pelajaran dari penghayatan dan pengalamnnya selama latihan untuk dijadikan bahan refleksi terhadap pembentukan sikap profesional sebagai guru.
    6. Memiliki suatu stanar kompetensi profesional keguruan yang dihasilkan oleh suatu LPTK.
    7. Menerapkan berbagai kemampuan profesional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata.
    8. Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sosial sekolah.
    9. Mampu mengerjakan tugas administrasi sekolah dan kelas.
    10. Menarik kesimpulan nilai edukatif dari penghayatan dan pengalaman selama pelatihan melalui refleksi dalam bentuk laporan.

 

  1. Sasaran PPL

Sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan ini adalah membentuk pribadi calon pendidik yang memiliki seperangkat ilmu pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta mampu dan tepat menggunakannya didalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran disekolah maupun diluar sekolah.

  1. Manfaat PPL

Adapun manfaat yang diperoleh dari kegiatan PPL ini antara lain :

  1. Mahasiswa PPL mendapatkan pengalaman tentang bagaimana caramelaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam suatu lembaga pendidikan.
  2. Mahasiswa tidak merasa asing jika kelak telah menjadi seorang guru karena telah mendapatkan pengalaman sebelumnya.
  3. Mahasiswa PPL memperoleh kesempatan untuk mempraktekkan teori yang didapatkan pada saat perkuliahan.
  4. Sekolah akan memperoleh informasi tentang perkembangan dunia pendidikan pada umumnya dan perkembangan teori-teori pada bidang- bidang tertentu, sehingga kehadiran mahasiswa PPL tidak perlu dianggap penghambat pelaksanaan PBM, tetapi merupakan suatu kebutuhan.
  5. Perguruan tinggi akan memperoleh informasi tentang PBM di Sekolah, terutama kurikulum yang digunakan dan perangkat-perangkat yang berfungsi untuk menunjang PBM tersebut dan dari informasi tersebut, perguruan tinggi dapat mempersiapkan tenaga- tenaga professional dibidangnya.

 


 

 

BAB II

HASIL OBSERVASI KEADAAN SEKOLAH

Kegiatan Program Lapangan (PPL) yang dilaksanakan dari bulan Juli 2012 sampai dengan bulan Desember 2012. Kegiatan yang pertama kali dilakukan adalah observasi. Observasi adalah salah satu cara untuk memperoleh informasi atau data melalui pengamatan dan penyelidikan, seperti observasi terhadap lembaga pendidikan, administrasi, perkantoran, statistik, dan lain-lain. Observasi yang dilakukan adalah observasi langsung selama satu minggu pada minggu pertama.

Observasi ini bertujuan untuk melihat kondisi sekolah secara keseluruhan dan untuk mengumpulkan data yang diperlukan dengan cara mengadakan pengamatan, pendekatan, penelitian dan analisa terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan Kegiatan Program Lapangan.

  1. Keadaan Fisik Sekolah
    1. Identitas Sekolah

Nama Sekolah                   : SMP NEGERI I KURIPAN

No. Statistik Sekolah        : 20 1 23 01 15 030

Tipe Sekolah                     : A

Alamat Sekolah                 : Jl. TGH. Abdul Hapidz Kuripan

                                          Kec. Kuripan

                                          Kabupaten Lombok Barat

Telepon/Hp/Fax                : (0370) 6162495 / 081803751225

Status Sekolah                  : SSN (Sekolah Standar Nasional)

Nilai Akreditas                  : A, skor = 89

 

  1. Keadaaan Fisik Sekolah

2.1. DATA TANAH

Luas Tanah                                       : 17.827 m2

Luas Tanah Terbangun                     : 11.667 m2

Luas Tanah Siap Bangun                 : 4.296 m2

2.2. DATA RUANG BELAJAR (KELAS)

Ruang untuk kelas VII                          : 4

Ruang untuk kelas VIII                         : 7

Ruang untuk kelas IX                            : 7                        +

Jumlah ruang kelas                                 : 18

 

Ukuran ruang kelas                                 : 9×7 m2

 

Visi Dan Misi Sekolah

Visi Sekolah

Bertaqwa, Disiplin, berprestasi dan terampil

Misi Sekolah

  1. Menjadikan agama sebagai sumber nilai-nilai moral dalam sikap hidup berbangsa dan bernegara
  2. Bersikap sopan santun dan berbudi pekerti luhur
  3. Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat
  4. Menjaga keamanan dan ketertiban sekolah
  5. Melaksanakan tugas secara efektif dan efesien
  6. Memiliki wawasan masa depan dan mampu berkompetisi
  7. Meningkatkan mutu layanan pendidikan dan pembelajaran
  8. Pengembangan kompetensi dan kemampuan profesionalisme
  9. Meningkatkan penguasaan teknologi dan komunikasi
  10. Pengembangan kegiatan ekstra kurikuler yang dapat menunjang prestasi akademik dan kecakapan hidup

 

  1. Keadaan Fisik Sekolah

Selama observasi yang dilakukan pada saat melakukan PPL didapatkan bahwa bentuk dan keadaan fisik sekolah SMP Negeri 1 Kuripan yang dibangun dengan permanen dan memilki fasilitas yang cukup lengkap.

SMPN 1 Kuripanterletak diJl. Tgh. Abd. Hafidz Kuripan. Di samping letaknya yang strategis di pinggir jalan raya, lingkungan aman, bebas kebisingan dan kondusif juga dikelilingi oleh sawah, kebun serta berbatasan dengan sekolah dasar dan jauh dari lingkungan perumahan sehingga membuat proses pembelajaran mengajar di lebih baik dan teratur .

Sekolah ini mempunyai 48 orang guru yang terdiri dari 24 guru yang sudah PNS, 17 orang pegawai TU, serta 506 orang siswa.

Dengan batas wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah timur sekolah                     : Perkebunan Jagung
  • Sebelah barat sekolah                     : Perkebunan Jagung
  • Sebelah selatan sekolah                  : Perkebunan Jagung
  • Sebelah utara sekolah                     : SD N 4 Kuripan

 

 

SMP Negeri 1 Kuripan memiliki fasilitas seperti halaman sekolah, taman sekolah dan bangunan gedung.Adapun perincian jumlah bangunan SMP Negeri 1 Kuripan adalah sebagai berikut :

  • Ruang Teori/Kelas (Baik)             : 18 Lokal
  • Ruang Kepala Sekolah                  : 1 Lokal
  • Ruang guru                                   : 1 Lokal
  • Ruang Tata Usaha                         : 1 Lokal
  • Laboratorium IPA                         : 1 Lokal
  • Laboratorium Komputer               : 1 Lokal
  • Laboratorium Bahasa                    : 1 Lokal
  • Ruang BK                                     : 1 Lokal
  • Ruang Perpustakaan                     : 1 Lokal
  • Ruang UKS                                  : 1 Lokal
  • Ruang alat olah raga                     : 1 Lokal
  • Ruang Tunggu                              : 1 Lokal
  • Ruang keterampilan                      : 1 lokal
  • Kamar kecil / WC Guru                : 1 Lokal
  • Kamar kecil / WC Siswa               : 3 Lokal
  • Kantin                                           : 5 Lokal
  • Koperasi siswa                              : 1 Lokal
  • Ruang Penjaga Sekolah                : 1 Lokal
  • Mushalla                                        : 1 Lokal         
  • Tempat Parkir                                : 2 Lokal
  • Lapangan basket/ olah raga           : 1 Lokal
  • Lapangan Volly                            : 1Lokal
  • Lapangan Bola                              : 1 Lokal

 

 

  1. Sarana dan Prasarana/Fasilitas Sekolah

Sarana dan prasarana di SMPN 1 Kuripan cukup memadai. Adapun sarana dan prasarana yang ada antara lain :

  1. Kantor

Ruang kantor terdiri dari :

  • Ruang Kepala Sekolah merupakan suatu ruangan yang tesendiri yang terletak di sebelah pintu masuk utama (diapit oleh ruang tunggu dan ruang tata usaha) dengan dilengkapi kamar kecil tersendiri.
  • Disamping ruang kepala sekolah terdapat ruang TU. Dilengkapidengan ruang komputer serta meja dan kursi pegawai Tata Usaha (TU). Ruangan ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu ruang kerja pegawai, ruang komputer dan gudang. Pada ruangan ini terdapat computer dan printer pada ruang computer yang membatu dalam proses administrasi sekolah dan guru.
    1. Ruang guru

Ruang guru terletak terletak disamping ruang tunggu. Di ruang guru terdapat 12 meja dan kursi untuk masing-masing guru. Disini juga terdapat peralatan lain seperti mesin tape untuk mendengarkan lagu nasional dan bel sekolah. Pada ruangan guru juga terdapat toilet tersendiri dengan keadaan baik serta sebuah ruangan untuk penyimpanan barang barang bekas. Di ruangan guru ini juga terdapat hasil-hasil kreasi dari siswa, seperti bunga yang terbuat dari sedotan, lukisan dan alat-alat dari tanah liat.

 

  1. Ruang Kelas

Ruang kelas SMP Negeri 1 Kuripan cukup memadai, pengaturan kursi seperti biasa yang dilengkapi dengan 30 meja dan 60 kursi , papan tulis yang berjumlah 2 buah yakni whiteboard dan blackboard. Walaupun fasilitas ruang kelas cukup memadai namun masih memprihatinkan, yakni ada beberapa jendela dari setiap ruangan kelas mengalami kerusakan seperti kaca jendela yang pecah selain itu dinding ruang kelas yang mengalami pengikisan/ retak dan cat dinding ruangan yang telah memudar sehingga sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan pihak sekolah yang bersangkutan.

  1. Laboratorium

SMP Negeri 1Kuripan memiliki beberapa laboratorium yang terdiri atas :

  • Laboratorium IPA

SMPN 1 Kuripan memiliki satu laboratorium IPA yang dilengkapi dengan alat-alat serta bahan praktikum yang cukup memadai. Ruang laboratorium IPA ini terbagi atas 3 ruang, yakni 1 ruang praktikum dan 1 ruang perlengkapan alat dan bahan preaktikum serta 1 ruang untuk guru IPA.

  • Laboratorium Bahasa

Selain laboratorium IPA SMP Negeri 1 Kuripan juga memiliki Laboratorium Bahasa yang letaknya bersebelahan dengan ruangan komputer dimana ruangan ini dilengkapi dengan alat komunikasi antara siswa dan guru dan fasilitas yang sangat lengkap. Di laboratorium ini di atur oleh seorang laboran agar laboratorium bisa di pakai sesuai dengan jadwal. Laboratorium Bahasa ini terdiri atas beberapa unit computer yang telah di atur dengan baik dan bersekat. Terdapat pula whiteboard dan lantai yang beralaskan karpet. Ruangan ini telah terancang dengan suasana yang cukup nyaman sehingga dapat memudahkan siswa dalam proses pembelajaran. Tetapi terdapat beberapa hal yang menyebabkan ruangan ini tidak bisa digunakan, seperti alat-alat yang dikirim\ tidak lengkap, serta guru yang tidak bisa menggunakan alat-alat tersebut, sehingga perlu pengawasan dari pihak pemerintah untuk membantu sekolah dalam menggunakan dan melengkapi peralatan pada laboratorium bahasa.

  • Laboratorium Komputer

Ruangan ini dilengkapi dengan beberapa perangkat komputer yang digunakan sebagai tempat praktikum bagi siswa, guna mengenalkan siswa agar trampil menggunakan tekhnologi serta digunakan juga untuk para guru yang ingin mencari materi ajar yang update dari internet yang sudah tersedia. Disini terdapat 12 buah computer lengkap dengan keyboard, mouse, screen lcd , meja guru dan whiteboard. Ruangan ini beralaskan karpet serta ac agar suasana belajar menjadi lebih baik.

  1. Ruang BP/BK

Ruang ini terdiri atas meja tamu serta lemari, meja dan kursi kerja guru BP/BK. Ruang BP/BK ini dilengkapi juga dengan struktur-struktur organisasi. Ruang BK merupakan ruangan yang disediakan oleh sekolah untuk menampung dan menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan kesiswaan, terutama yang berkaiatan dengan belajar siswa.

  1. Ruang Perpustakaan

Dengan adanya perpustakaan di SMPN 1 Kuripan, maka dapat menunjang proses belajar mengajar. Fasilitas yang dimiliki dalam perpustakaan belum cukup memadai, perpustakaan ini pun belum tertata dengan baik sebab buku-buku masih belum terdapat almari penyimpanan. Siswa belum dapat meminjam buku karna sebagian siswa belum memiliki kartu yang disebabkan kartu anggota belum selesai dibuat. Ini berdampak kepada siswa yang tidak dapat meminjam buku untuk bahan belajar dirumah., tetapi sebagian dari siswa sudah memiliki kartu. Adapun perlengkapan sebagai penunjang perpustakaan antara lain :

  • Buku-buku pelajaran
  • Majalah, surat kabar dan media lainnya.
  • Peraturan tata tertib
  • Kartu buku/kartu siswa
  • Rak-rak buku dan majalah
  • Lemari administrasi buku
  • Tempat duduk
  • Meja petugas serta kursi
  • Globe

 

  1. Ruang UKS

SMP Negeri 1 Kuripan memiliki ruang khusus untuk menangani permasalahan siswa secara medis yakni ruang UKS. Ruang UKS 1 Lokal yang terletak di sebelah rungan kelas A serta ruang keterampilan. Didalam ruang UKS ini telah dilengkapi dengan lemari obat beserta berbagai jenis obat-obatan, tempat tidur (bagi yang sakit), almari tempat penyimpanan obat-obatandan kursi diruang UKS. Ruang UKS merupakan ruangan yang disediakan oleh sekolah untuk menangani kesehatan para siswa di sekitar lingkungan sekolah.

  1. Ruang alat olah raga

Selain ruang UKS dan ruang lainnya terdapat pula salah satu ruangan yang berfungsi untuk menyimpan alat- alat yang berkaitan dengan olah raga yang di sebut dengan ruang alat olah raga. Ruang ini letaknya di dalam ruangan UKS yang berukuran 9 m2.

  1. Ruang Tunggu

Ruang tunggu merupakan ruang yang terletak antara ruang kepala sekolah dan ruang guru. Ruang tunggu ini berfungsi sebagai lobi/ruang tunggu bagi tamu yang memiliki kepentingan dengan pihak sekolah. Ruangan ini berukuran 12 m2 yang berisikan piala-piala yang di dapat oleh siswa SMPN 1 Kuripan.

  1. Kamar kecil / WC Guru

Kamar kecil/WC guru terdiri dari 2 bagian. Ada bagian pria dan wanita. Tetapi kamar kecil/WC yang dapat berfungsi hanya satu yaitu kamar mandi wanita. Kamar mandi ini dalam keadaan baik.

  1. Kamar kecil / WC Siswa

Kamar kecil/WC siswa terdiri dari 2 bagian. Ada bagian laki-laki dan perempuan. Pada setiap bangunan terdapat kamar kecil/ WC, keadaan kamar kecil/ WC siswa sangat buruk, karna terdapat air yang ada jentik nyamuknya dan sangat bau. Ini disebabkan karna siswa tidak mejaga kebersihan dari kamar mandi/ WC.

  1. Kantindan Koperasi siswa

Ruang koperasi terletak disebelah laboratorium komputer yang menjual peralatan alat tulis bagi siswa serta menjual berbagai macam minuman dingin, baju imtag, nama-nama siswa. Kantin terdiri dari 5 unit yang terdapat di belakang laboratorium komputer. Kantin ini berukuran 4 m2 yang menjual berbagai macam makanan ringan (snack), mie goreng, nasi bungkus serta minuman.

  1. Mushola

Terdapat sebuah Mushalla yang biasa digunakan untuk melakukan ibadah baik oleh murid maupun para guru, yang terletak di samping ruang kelas IX C dan ruangan perpustakaan. Mushola ini luasnya 36m2 digunakan oleh para murid dan guru untuk melaksanakan kegiatan sholat dzuhur berjamaah secara bergiliran dari masing-masing kelas dari kelas VII, VIII, dan IX. Kondisi mushola ini sangat tidak memungkinkan karna keadaanya yang retak , jendela yang buram dan kurang terawat      

  1. Tempat Parkir

SMP Negeri 1 Kuripan memiliki tempat parkir hanya 2 lokal yaitu untuk parkir kendaraan guru dan kendaraan/sepeda siswa yang letaknya besebelahan dengan ruang TU dan Laboratorium IPA untuk parker guru dan letaknya bersebelahan dengan laboratorium IPA dan kantin untuk parker pegawai.

  1. Lapangan olah raga

Lapangan olahraga terdiri dari lapangan basket, lapangan sepak bola dan lapangan Volly. Lapangan basket ini sering digunakan untuk kepentingan olag raga siswa, lapangan basket dalam keadaan cukup baik karena ring basket sudah diganti tetapi lantai masih terdapat bolongan atau tidak rata. Sehingga perlu perbaikan untuk melancarkan kegiatan olahraga khususnya permainan basket. Lapangan bola terletak di tengah sekola dan disebelah lapangan volly, lapangan ini masih asli dengan menggunakan rumput alami serta tidak ada pembatas dengan lapangan volly. Yang terakhir adalah lapangan volly yang letaknya diapit oleh lapangan basket dan lapangan sepak bola. Lapangan volly masih belum layak karena pada lapangan masih menggunakan rumput sehingga tidak terlihat jelas garis-garisnya serta net yang digunakan belum standar.

  1. Ruangan Keterampilan

Ruangan ini terletak disebelah ruangan UKS yang luasnya 90 m2, di ruangan ini terdapat kursi dan meja guru serta siswa. Biasanya ruangan ini digunakan sebagai tempat mengumpulkan siswa dalam pemberian pengarahan, untuk ruangan imtag dan belajar agama.

 

  1. Perangkat Administrasi Sekolah
    1. Struktur organisasi sekolah

Struktur untuk organisasi sekolah dapat diketahui adanya garis koordinasi yang jelas dari kepala sekolah sampai siswa. Struktur organisasi SMPN 1 Kuripan terdiri dari beberapa komponen yang memiliki tugas dan kewajiban masing-masing, adapun komponen itu antara lain:

  1. Kepala Sekolah

Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh penyelenggaraan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab baik dalam bidang administrasi sekolah, edukatif dan pada waktu tertentu untuk melakukan supervisi atau pengawasan.

Adapun tugas-tugas kepala sekolah antara lain, meliputi:

  • Merencanakan, menyusun, membimbing dan mengawali kegiatan sesuai dengan kebijakasanaan yang telah ditetapkan;
  • Bertanggungjawab terhadap pengelolaan sekolah, baik tehnik edukatif maupun administratif; dan
  • Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya terhadap atasan.

 

  1. Wakil Kepala Sekolah

Di dalam melaksanakan tugasnya, kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah dalam hal-hal sebagai berikut:

  • Menyusun perencanaan membuat program kegiatan dan pelaksanaan program
  • Pengorganisasian
  • Pengarahan
  • Ketenagaan
  • Pengkoordinasian
  • Pengawasan
  • Penilaian
  • Identifikasi dan pengumpulan data
  • Penyusunan program
  • Mengkoordinir kegiatan kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana dan humas.

 

Selain itu juga terdapat bagian urusan-urusan yang bertugas untuk membantu kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam hal:

  • Urusan Kurikulum

Wakil kepala sekolah urusan kurikulum bertugas membantu kepala sekolah khususnya yang berhubungan dengan kurikulum, antara lain:

1)        Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan.

2)        Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran.

3)        Mengatur penyusunan program pengajaran.

4)        Mengatur pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.

5)        Mengatur pelaksanaan program penilaian kriteria kenaikan kelas, kelulusan, dan laporan kemajuan belajar siswa serta pembagian raport dan STTB.

6)        Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan.

7)        Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.

8)        Mengatur pengembangan MGMP dan koordinator mata pelajaran.

9)        Mengatur mutasi siswa.

10)    Melakukan supervisi administrasi dan akademis.

11)    Menyusun laporan.

 

  • Urusan Sarana Dan Prasarana

Bertugas membantu kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah yang berhubugan dengan sarana dan prasarana, antara lain:

1)      Menyusun program.

2)      Merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar.

3)      Merencanakan program pengadaan barang yang di perlukan.

4)      Mengatur pemanfaatan sarana prasarana.

5)      Mengelola perawatan, perbaikan, dan pengisian

6)      Mengatur pembukuanya.

 

  • Urusan Hubungan Masyarakat

Bertugas untuk membantu kepala sekolah dalam pengelolaan yang berhubungan dengan masyarakat, antara lain:

1)        Bekerjasama dengan wali kelas dan wali murid

2)        Kerjasama dengan instansi yang relevan

3)        Pendataan statistik

4)        Menghadiri rapat dengan instansi yang terkait (menggantikan kepala sekolah jika berhalangan hadir)

 

  • Urusan Kesiswaan

Tugas umum wakil kelapa sekolah urusan kesiswaan adalah mengkoordinir bidang kesiswaan, kegiatan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karier. Disamping tugas secara umum, ada beberapa tugas khusus diantaranya:

1)        Mengatur penerimaan siswa baru

2)        Mengatur kegiatan ekstrakurikuler

3)        Mengatur tata tertib siswa

4)        Mengatur absensi siswa dan pembagian kelas siswa

5)        Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 6K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan)

6)        Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan

7)        Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapat beasiswa

 

  1. Guru

Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien, yang meliputi:

  • Membuat perangkat program pengajaran

–          Program tahunan

–          Program semester

–          Rencana pelaksanaan pembelajaran

–          LKS, dll.

  • Melaksanakan kegiatan pembelajaran
  • Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan Mid Semester, dan Ulangan Semester, serta Ujian Akhir.
  • Melaksanakan analisis hasil ulangan harian.
  • Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
  • Mengisi daftar nilai siswa.
  • Melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar.
  • Membuat alat pelajaran / alat peraga
  • Melaksanakan tugas tertentu di sekolah.
  • Menumbuhkembangkan sikap mengharagai karya seni.
  • Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum.
  • Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa.
  • Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran.
  • Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum.
  • Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.

 

  1. Wali Kelas

Wali kelas adalah seorang guru yang diberikan tugas dan tanggung jawab khusus untuk membimbing siswa dalam satu kelas agar siswa lebih terarah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan siswa di sekolah. Ada pun tugas-tugas tersebut adalah:

  • Mengisi daftar hadir kelas
  • Membentuk pengurus kelas
  • Memeriksa daftar hadir
  • Mengontrol kehadiran siswa dalam upacara bendera atau kegiatan lainnya.
  • Memberikan dan menerima informasi dari guru-guru tentang siswa-siswa yang perlu diperhatikan secara khusus danyang perlu dibimbing dalam pembinaan siswa.
  • Mengumpulkan nilai siswa dari setiap guru mata pelajaran.
  • Mengisi buku raport siswa.
  • Mengelola kelas.
  • Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi denah tempat duduk siswa, papan absensi siswa, daftar pelajaran kelas, daftar piket kelas, buku absensi siswa, buku kegiatan pembelajarn, tata tertib kelas.
  • Penyusunan statistik bulanan siswa.
  • Pengisian daftar kumpulan nilai siswa.
  • Pembuatan catatan khusus tentang siswa.
  • Pencatatan mutasi siswa.
  • Pembagian buku laporan penilaian hasil belajar.

 

  1. Guru Bimbingan Dan Konseling

Bimbingan dan konseling menangani dan bertanggung jawab dalam kegiatan antara lain:

  • Menyusun program bimbingan dan konseling.
  • Mengelola, mengembangkan, dan memonitor pelaksanaan bimbingan dan konseling.
  • Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar.
  • Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai.
  • Mengadakan penilaian pelaksanaan BK.
  • Menyusun kegiatan analisis hasil evaluasi pembelajaran, dll.

 

  1. Pustakawan sekolah

Pustakawan bertanggung jawab terhadap beberapa kegiatan di antaranya:

  • Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka / media elektronik.
  • Pengurus pelayanan perpustakaan.
  • Perencanaan pengembangan perpustakaan.
  • Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku/ bahan pustaka / media elektronika
  • Inventarisasi dan pengadministrasian buku-buku / bahan pustaka / media elektronika
  • Kebersihan Perpustakaan
  • Kelengkapan Upacara Pagi
  • Laporan triwulan Perpustakaan
  1. Laboran

Laboran bertugas dan bertanggung jawab terhadap kegiatan- kegiatan sebagai berikut:

  • Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium
  • Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
  • Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
  • Memelihara, inventarisasi, dan pengadministrasian peminjaman alat-alat laboratorium

 

  1. Kepala Tata Usaha Sekolah

Kepala tata usaha sekolah mempunyai tugas dan bertanggung jawab kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Menyusun Program Kepala Tata Usaha
  • Pengelolaan Keuangan Sekolah
  • Administrasi Kepegawaian  
  • Administrasi Kesiswaan 
  • Pembinaan dan Pengembangan Karier Staff
  • Administrasi Perlengkapan
  • Pengembangan Fisik Sekolah
  • Penyusunan dan Penyajian data/ Statistik
  • Mengkoordinasikan Pelaksanaan 7 K
  • Penyusunan Laporan-laporan
  • Kasus-kasus Kepegawaian
  • Administrasi Beasiswa
  • RASK, DASK DAN BOS

 

  1. Osis

Kegiatan yang dilakukan yaitu mengikuti event-event antar sekolah jika ada undangan, seperti dibidang Seni, Olahraga, dan Pendidikan.

 

  1. Siswa

Siswa mempunyai tugas untuk belajar dan berkewajiban untuk mematuhi tata tertib yang berlaku.

  1. Komponen Administrasi Sekolah
  1. Administrasi Kurikulum
  • Menyusun program tahunan dan semester
  • Menyusun jadwal pelajaran
  • Evaluasi program pengajaran
  1. Administrasi Sekolah
  • Penerimaan siswa baru
  • Bimbingan kepada siswa guru
  • Pengelolaan kelas
  • Mengatur kegiatan OSIS
  • Pengelolaan data tentang siswa
  1. Administrasi ketata-usahaan
  • Kegiatan administrasi surat menyurat
  • Administrasi keuangan yang meliputi buku-buku penerimaan siswa, BP3 dan daftar penerimaan gaji guru.
  1. Administrasi sarana dan prasarana
  • Administrasi material, yang meliputi alat-alat perlengkapan dan alat-alat pelajaran.
  • Administrasi laboratorium, meliputi pemeliharaan alat-alat dan bahan praktikum.
  1. Administrasi hubungan masyarakat/orang tua murid dengan sekolah, memelihara hubungan yang baik melalui BK, serta pemeliharaan hubungan dengan pemerintah.

 

  1. Interaksi Sosial Sekolah

Suasana pergaulan atau interaksi dari semua personil di sekolah adalah :

  • Hubungan Guru-guru

Hubungan antara guru dengan guru berlangsung dengan baik dan penuh kekeluargaan.

  • Hubungan guru-siswa

Siswa SMP Negeri 1 Kuripan sangat menghormati dan berlaku sopan dengan semua guru. Begitu pula kepada siswa, selain berperan sebagai pembimbing, guru juga menjadi sahabat bagi siswa. Hal ini terasa ketika siswa bertemu dengan guru langsung mengucapkan salam dan mencium tangan.

  • Hubungan siswa-siswa

Hubungan sosial antara siswa di SMP Negeri 1 Kuripan sangat akrab dan penuh dengan rasa kekeluargaan serta berlangsungnya kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah.

  • Hubungan Guru-Pegawai TU

Sama seperti suasana guru-guru berlangsung sangat akrab dan penuh dengan rasa kekeluargaan serta berlangsungnya kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah.

  • Hubungan sosial secara keseluruhan

Secara keseluruhan dari personil sekolah memperlihatkan hubungan yang harmonis dan kerjasama yang baik serta adanya sistem controlling dari semua komponen.

  1. Tata Tertib Sekolah

Untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar di SMPN 1 Kuripan, terdapat tata tertib yang harus dipatuhi baik untuk guru maupun untuk siswa. Secara rinci mengenai tata tertib yang ada di SMPN 1 Kuripan sebagaimana terlampir.

 

 

 

BAB III

OBSERVASI SETTING KELAS DAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

 

  1. Hasil Observasi Setting Kelas
  2. Kurikulum Bidang Studi Biologi

Hasil observasi setting kelas di SMP Negeri 1 Kuripan menunjukkan bahwa kurikulum bidang studi Bahasa Inggris yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk kelas VIII dan IX dan kurikum 2013 untuk kelas VII. Program Pengajaran

Kegiatan utama dalam Prektek Pengalaman Lapangan (PPL) adalah Pelatihan keterampilan mengajar dan tugas – tugas sebagai seorang guru. Dimana seorang guru harus dapat menerapkan keterampilan mengajar secara utuh maka terlebih dahulu Guru harus menyusun Program Pengajaran yang harus dimiliki oleh seorang Guru seperti yang ditetapkan di SMP Negeri 1 Kuripan. Program pengajaran tersebut terdiri dari Program Tahunan, Program Semester/Matrik Semester, Silabus, dan Rencana Pembelajaran yang berpedoman pada Kalender Pendidikan yang telah ditetapkan sebagai acuan pada waktu pelaksanaan proses belajar mengajar.

  1. Program Tahunan

Program Tahunan adalah Program pengajaran suatu mata pelajaran yang disusun oleh masing – masing Guru Mata pelajaran berdasarkan GBPP dengan berpedoman pada kalender pendidikan yang telah ditetapkan. Program Tahunan ini merupakan pedoman Guru selama satu tahun. Program tahunan berisi tentang Garis – garis Besar Program Pengajaran satu mata pelajaran selama satu tahun dan alokasi waktunya (terlampir).

 

 

  1. Program Semester/Matrik Semester

Program Semester yaitu program pembelajaran dalam satu semester yang disusun berdasarkan program tahunan dimana untuk satu tahun ada dua program semester yang dibuat (terlampir).

  1. Program Pengembangan Silabus

Program pengembangan silabus merupakan penjabaran dari standar kompetensi, dimana dalam pengembangan silabus ini tiap-tiap pokok bahasan dan penyusunan disesuaikan dengan banyak sedikitnya bahan pelajaran dan harus berpatokan dengan kurikulum yang digunakan.

  1. Rencana Pembelajaran

Rencana pembelajaran merupakan penjabaran dari program pengembangan dan satu program rencana pembelajaran digunakan untuk setiap KD yang dibagi kali pertemuan (kali tatap muka) bergantung dari banyaknya materi yang mencangkup satu KD.

  1. Program Harian

Program harian ini berisi tentang materi – materi yang akan di ajarkan pada saat hari akan mengajar dan di buat dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RPP) adalah Program pengajaran untuk setiap kali pertemuan. Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini terdapat Materi Pelajaran, Sumber Pembelajaran, Pendekatan / Metode Pembelajaran, Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran secara terperinci dan penilaian dalam mengajar sehingga kegiatan belajar – mengajar dapat berjalan dengan lancar danterperinci,(Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terlampir ).

Adapun jadwal mengajar yang dipegang adalah :

  1. Fera Komalasari

Hari

Jam ke-

Kelas

Senin

4-5

IXE

Selasa

4-5

IXE

Rabu

3-4

IX F

 

Kamis

1-2

IX F

 

 

  1. Eka Rahayu Puji Astuti

Hari

Jam ke-

Kelas

 

 

 

Selasa

6-7

VII D

Rabu

6-7

VII D

 

Kamis

5-6

VII F

Jumat

2-3

5-6

VII E

VII D

Sabtu

1-2

VII F

 

  1. Desi Wahyuningsih

Hari

Jam ke-

Kelas

Senin

2-3

IXD

Selasa

1-2

3-4

6-7

IXD

IX C

IX A

 

 

 

Kamis

1-2

4-5

6-7

IX A

IX C

IX B

Jumat

2-3

4-5

IXB

IX D

Sabtu

1-2

3-4

5-6

IX B

IX A

IX C

 

  1. Ul Farida

Hari

Jam ke-

Kelas

Senin

2-3

IXD

Selasa

1-2

3-4

6-7

IXD

IX C

IX A

 

 

 

Kamis

1-2

4-5

6-7

IX A

IX C

IX B

Jumat

2-3

4-5

IXB

IX D

Sabtu

1-2

3-4

5-6

IX B

IX A

IX C

 

  1. Jumlah Guru Bidang Studi

Salah satu faktor yang menunjang keberhasilan proses belajar dan mengajar adalah guru yang mengajar. Di samping guru dituntut untuk meningkatkan kualitas dirinya dengan menjunjung tinggi profesional guru, jumlah guru yang akan ditempatkan di setiap sekolah harus sebanding dengan jumlah murid yang ada di sekolah tersebut. Jumlah guru yang ada di SMP Negeri 1 Kuripan adalah 48 orang yang terdiri guru tetap dan tidak tetap.

Keberhasilan pengajaran Bidang Studi Bahasa Inggris juga sangat ditentukan oleh faktor Guru Pengajar. Adapun mengenai jumlah guru bidang studi Bahasa Inggris dan Bahasa Inggris Pariwisata terdiri dari 6 orang antara lain:

  1. Sapinah spd
  2. Siti dewi rohanah spd
  3. Hj rakmah spd
  4. Ridwan spd
  5. zuhaeriah spd
  6. L. sudarman spd

 

  1. Keadaan fisik kelas dan pengaturan kelas

Observasi tentang keadaan kelas dan pengaturan kelas SMP Negeri 1 Kuripan meliputi:

a)        Keadaan Fisik Kelas

Ruang kelas di SMP Negeri 1 Kuripan berjumlah 18 kelas. Keadaan fisik ruangan, pengaturan bangku, dan meja sudah cukup memadai dan dilengkapi satu buah papan white board dan satu buah papan kapur(black board) untuk tiap-tiap kelas. Sebagian ruang kelas dalam keadaan baik memilki cukup ventilasi udara sehingga udara yang keluar masuk membuat siswa nyaman dan tidak kepanasan. Hal ini berdampak positif bagi perkembangan belajar siswa.Namun ada beberapa jendela kacanya pecah serta pada setiap ruangan kelas tidak dapat di kunci atau mengalami kerusakan pada gagang pintu sehingga memungkinkan suatu kondisi yang tidak aman bagi siswa yang melakukan pembelajaran. Selain itu terdapat beberapa ruangan kelas yang dindingnya retak sampai terlihat bata berwarna merah dan cat pudar serta mengelupas, sehingga siswa kurang semangat untuk berada di dalam ruangan kelas.

b)       Pengaturan Kelas

Pengaturan kelas merupakan salah satu cara untuk menciptakan suasana kelas menyenangkan. Pengaturan kelas meliputi:

  • Penyusunan organisasi kelas yang terdiri dari ketua kelas, sekretaris, bendahara, dan beberapa seksi-seksi yang masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap semua kegiatan dalam proses pembelajaran.
  • Pembinaan tugas harian, yaitu masing – masing siswa mempunyai tugas bergilir. Petugas kelas bertanggung jawab pada kebersihan kelas, kerapian kelas dan keperluan kelas termasuk di dalamnya mengontrol absen, mengambil buku dan mengisi spidol.
  • Kebersihan kelas dan lingkungan, proses belajar mengajar akan berjalan lancar apabila ruang kelas dalam keadaan bersih sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sebelum pelajaran dimulai, komisaris kelas yang sedang bertugas pada hari itu akan membersihkan kelas dan lingkungan belajar.

 

  1. Kegiatan Belajar Mengajar

Kegiatan Belajar Mengajar merupakan kegiatan inti dari PPL yang berlangsung pada bulan Agustus 2013 sampai dengan Desember 2013. Kegiatan ini diklasifikasikan menjadi :

a)        Konsultasi PPL

Bagi mahasiswa PPL sebelum proses belajar mengajar berlangsung, terlebih dahulu konsultasi dengan guru pamong dan dosen pembimbing sebelum dan sesudah mengajar mengenai persiapan mengajar, materi yang dikonsultasikan diantaranya adalah pengembangan silabus, rencana pembelajaran, dan keterampilan dasar yang digunakan dalam setiap pertemuan di kelas.

b)       Persiapan diri

Persiapan diri sangat penting bagi guru agar pada saat penyampaian materi tidak mengalami kesulitan. Mengingat peserta didik yang di hadapi memiliki beragam pengetahuan dan berbeda-beda. Persiapan diri untuk menyangkut penguasaan materi dan metode pembelajaran maksimal.

c)        Mengadakan presensi

Presensi ini dilakukan untuk mengetahui keadaan siswa yang dilakukan setiap akan mulai dan setelah melakukan proses pembelajaran.

d)       Pengelolaan kelas

Dalam pengelolaan kelas seorang guru harus mampu menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal bila ada gangguan (mendisiplinkan).

e)        Mengadakan evaluasi

Untuk mengetahui kemampuan siswa menerima materi pelajaran yang telah diberikan, setiap bab dari materi pelajaran dilakukan dengan cara mengevaluasi. Tujuan dari pengadaan evaluasi adalah melihat keberhasilan dari seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran yang terlihat dari hasil dari evaluasi siswa.

f)         Kegiatan lainnya

  • Upacara Bendera setiap hari Senin. Upacara bendera ini berlangsung pada pukul 07.15 – 08.00 WITA. Upacara bendera ini diikuti oleh seluruh siswa, guru-guru, staf pegawai, dan mahasiswa PPL.
  • Kegiatan Imtaq setiap pagi Jum’at yang berlangsung di lapangan basket untuk semua siswa dan guru. Kegiatan Imtaq ini berlangsung pada pukul 07.15 – 07.55 WITA. Kegiatan Imtaq ini diisi dengan pembacaan Surat Yasin, dan ceramah yang disampaikan oleh bapak/ ibu guru agama atau siswa.
  • Kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler di SMPNegeri1 Kuripan berlangsung setiap sore di sekolah.
  • Ikut serta dalam pelaksanaan MID Semester dan Ulangan Akhir semester tahun Ajaran 2013/2014.

 

  1. Realisasi Setting Kelas
  2. Rencana Pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar

Rencana pembelajaran adalah segala rencana atau rancangan kegiatan pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum mengajar di kelas. Rencana program pengembangan silabus dan rencana pembelajaran.

  1. Pengembangan silabus

Komponen utama pengembangan silabus adalah Kompetensi Dasar, Materi Pokok/ Uraian Materi, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Proses Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Belajar.

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Penyusunan rencana pembelajaran disesuaikan dengan program pengembangan silabus. Komponen RPP adalah mata pelajaran, konsep, alokasi waktu, metode atau strategi, pembelajaran, kegiatan pembelajaran, media atau alat mengajar serta penilaian. Dalam merencanakan Pembelajaran terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan yaitu :

  • Pendekatan Pembelajaran

Dalam pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris harus diperhatikan pendekatan konsep, pendekatan keterampilan proses, inquiri, pendekatan lingkungan, dan pendekatan induktif.

  • Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran Bahasa Inggris yang diharapkan dapat memotivasi siswa untuk berperan aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar adalah Metode Eksperimen diskusi, Demonstrasi, Tanya Jawab dan Ceramah.

Langkah-Langkah Pengajaran:

  • Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan ini merupakan kegiatan pembuka pelajaran untuk mengarahkan siswa terhadap bahan ujian yang akan disampaikan. Dalam kegiatan pendahuluan Guru memberikan Prasyarat pengetahuan, tujuan pembelajaran dan masalah pembelajaran.

 

 

  • Kegiatan inti

Kegiatan ini dilakukan untuk membimbing dan mengarahkan siswa dalam memahami konsep atau bahan kajian yang akan di ajarkan dengan menerapkan berbagai pendekatan / metode pengajaran yang telah ditetapkan. Kegiatan inti ini dibagi mejadi kegiatan eksplorasi , elaborasi dan konfirmasi.

  • Kegiatan Akhir/Penutup

Kegiatan akhir merupakan suatu kegiatan membimbing siswa dalam menyimpulkan hasil kegiatan inti yang dapat mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap bahan kajian yang di ajarkan.

  1. Realisasi Kegiatan Belajar Mengajar
  2. Mengajar Terbimbing

Mengajar terbimbing dilakukan selama 3 kali pertemuan. Dalam kegiatan tersebut, Mahasiswa PPL dilatih untuk menguasai Kegiatan Belajar Mengajar seperti keterampilan menjelaskan, keterampilan bertanya, mengelola kelas, dan beberapa keterampilan lainnya. Pelaksanaan keterampilan mengajar terbimbing meliputi :

1)      Penyusunan Satuan Pelajaran dan Rencana Pembelajaran

2)      Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar

3)      Pelaksanaan evaluasi dan penilaian proses belajar

Dengan adanya mengajar terbimbing ini selain dapat melatih mengajar, kami juga berlatih membimbing siswa yang memerlukan dan mengerjakan administrasi kelas.

  1. Mengajar Mandiri

Setelah dilatih dan dibimbing selama 3 kali pertemuan, Mahasiswa PPL mulai dilepas untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, artinya kami melakukan sendiri tugas yang diberikan guru pamong dan dosen pembimbing.

  1. Ujian PPL

Ujian praktek mengajar merupakan kegiatan akhir dari pelaksanaan PPL. Ujian ini dilakukan apabila guru PPL sudah dianggap mampu secara mandiri dalam KBM di depan kelas maupun dalam menyelesaikan tugas-tugas administrasi lainnya.

 

 

  1. Faktor Pendukung
    1. Guru

Guru sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar dimana guru merupakan titik sentral dan integral dalam mendukung serta membantu selama proses belajar mengajar yang meliputi:

a)      Persiapan yang matang dalam membuat rencana kegiatan pembelajaran.

b)      Persiapan yang matang dari guru atau mahasiswa PPL yaitu kesiapan dalam mengajar.

c)      Menguasai berbagai keterampilan mengajar oleh mahasiswa PPL merupakan faktor pendukung yang sangat penting dalam meningkatkan wibawa seorang calon guru di mata anak didiknya.

 

2. Perpustakaan

SMP Negeri 1 Kuripan mempunyai perpusatakaan yang memadai, sehingga mahasiswa PPL dan guru, siswa-siswi pada khususnya dapat memanfaatkan semaksimal mungkin.

3. Kondisi dalam Kelas

Kondisi dalam kelas juga cukup mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang berlangsung. Suasana kelas yang bersih, rapi, dan tenang akan sangat menunjang siswa dalam menerima pelajaran, begitu juga guru dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga kondisi berlangsungnya KBM sangat kondusif. Di SMP Negeri 1 Kuripan kondisi di dalam kelas belum dapat dikatakan bersih dan rapi karna hanya ada beberapa kelas yang dapat dikatagorikan bersih dan rapi.

4. Faktor Pendukung Lainnya

Yang termasuk faktor pendukung lainnya adalah pegawai tata usaha sekolah yang akan mempersiapkan sesuatu yang berkaitan dengan kelancaran proses belajar mengajar, fasilitas sekoalah seperti areal parkir, kantin sekolah, tempat ibadah, ruang UKS, dan lain sebagainya.

  1. Faktor Penghambat

Faktor penghambat dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Faktor internal (dalam)

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa proses KBM oleh mahasiswa PPL di SMPNegeri 1 Kuripan berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya halangan yang berarti. Hanya saja terdapat beberapa faktor penghambat yang kiranya perlu dicermati bersama agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan membuahkan hasil yang lebih maksimal, meskipun kita ketahui bersama bahwa dalam setiap kegiatan tentunya tidak akan pernah terlepas dari hambatan dan masalah- masalah, yang dalam hal ini dialami oleh mahasiswa PPL. Hal inilah yang perlu diperhatikan dan diselesaikan dengan dengan cara menjalin kerjasama oleh semua pihak yang berada di lingkungan SMP Negeri 1 Kuripan karena faktor itu jugalah yang akan menentukan keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu:

 

  1. Kurangnya kemampuan Mahasiswa PPL dalam mengelola kelas.
  2. Faktor keterbatasan pengalaman dan pengetahuan dan pendekatan terhadap siswa pada saat proses belajar mengajar.
  3. Kurangnya kesiapan mahasiswa PPL dalam mengajar materi lain (seperti Materi Fisika).

 

  1. Faktor eksternal (luar)
  2. Motivasi siswa

Motivasi siswa untuk terlibat secara aktif dalam menumbuhkan suasana komunikatif saat proses belajar mengajar sangat kurang. Hal ini disebabkan karena kurangnya kedisiplinan para siswa, dapat dilihat dari sikap siswa terhadap guru yang tidak sopan dalam berprilaku, meski guru sudah masuk kelas siswa tetap ribut (mondar mandir). Kemampuan siswa pada setiap kelas kurang, karna dipengaruhi oleh sifat siswa yang hanya belajar di kelas tanpa mengulang belajar dirumah.

  1. Kesulitan dalam memilih dan menentukan metode yang tepat

Kesuliatan ini disebabkan karena keberadaan siswa yang memiliki daya serap yang berbeda terhadap materi pelajaran yang disampaikan. Perbedaan tersebut muncul karena adanya siswa yang memiliki daya serap yang cepat dan kuat dan ada siswa yang memiliki daya serap yang kurang dan lamban.

  1. Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru

Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru yang bemuara pada tidak mengerti apa yang disampaikan guru, sehingga guru harus mengulang kembali apa yang harus disamapaikan. Siswa masih ragu dan takut untuk bertanya tentang materi pelajaran yang belum dimengerti karena mereka masih membudayakan sikap malu bertanya karena takut salah atau ditertawai oleh teman kelas.

 

  1. Cara Mengatasi Hambatan

Untuk mengatasi hambatan – hambatan tersebut, diperlukan ketekunan dan kesabaran serta kerjasama dengan seluruh personil sekolah pada umumnya dan guru bidang (Guru Pamong) pada khususnya. Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut adalah :

a)      Mempersiapkan fisik dan mental sebelum mulai mengajar.

b)      Berkonsultasi dengan guru pamong tentang cara mengelola kelas yang baik.

c)      Mengadakan pendekatan terhadap siswa diluar jam belajar.

d)     Memperluas pengetahuan dengan cara banyak membaca.

e)      Memberikan pertanyaan kepada siswa yang kurang memperhatikan pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar.

f)       Memberikan bimbingan kepada siswa akan pentingnya pendidikan bagi masa depan.

g)      Memberikan teguran secara langsung pada siswa yang kurang serius mengikuti pembelajaran.

h)      Menggunakan metode belajar yang bervariasi.

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Dari hasil pelaksanaan program pengalaman lapangan di SMPN Kuripan, mahasiswa PPL dapat menarik beberapa kesimpulan antara lain :

  1. Praktek pengalaman lapangan ini adalah suatu hal yang sangat penting bagi mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, hal ini bukan hanya untuk mencari nilai atau hanya mengikuti tetapi untuk mencar pengalaman belajar secara real (asli) sehingga dapat menambah kemampuan mahasiswa dalam proses pembelajaran
  2. Prasarana dan sarana yang menunjang KBM di sekolah sangat memadai
  3. Dengan PPL mahasiswa sebagai pengajara (calon guru) dapat mengenal dan mengetahui administrasi secara khusus
  4. Hasil yang didapat selama melakukan KBM di sekolah dapat menjadi tolak ukur sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam mengajar dan mendidik

 

  1. Saran

Menyadari dari artinya sebuah praktek pengalaman lapangan bagi seseorang mahasiswa pada fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, maka secara pribadi saya menyarankan beberapa hal :

  1. Bagi mahasiswa yang akan melaksanakan PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) sebaiknya mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik secara fisik maupun secara mental
  2. Pelaksanaan PPL pada minggu pertama hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk melakukan observasi secara menyeluruh, sehingga mempermudah mahasiswa dalam proses pelaksanaan PPL nantinya.
  3. Bagi mahasiswa PPL hendaknya selalu berkomunikasi kepada guru,murid dan staf disekolah sehingga mahasiswa selalu mendapatkan informasi tentang kegiatan sekolah dan dapat mempermudah dalam penyusunan laporan akhir.

IMPROVING STUDENTS READING COMPREHENSION USING MIND MAPPING AT THE THIRD YEAR STUDENTS OF SMPN 1 KURIPAN CLASS IX E ACADEMIC YEAR 2013-2014

ASSIGNMENT OF CAR

IMPROVING STUDENTS READING COMPREHENSION USING MIND MAPPING

AT THE THIRD YEAR STUDENTS OF SMPN 1 KURIPAN

CLASS IX E ACADEMIC YEAR 2013-2014

 BY                           : Fera Komalasari

Class                      : VII- A

Student number: E1D 010 002

CHAPTER 1

1.1  Background of Study

Language plays an important role for daily communication. Since English has become an International language in the world, the students should master it in order to survive in the global era. There are four skills of English that is reading, writing, listening and writing. Reading is one of the four skills which is difficult to be mastered. Reading is not a passive activity for learners as what people imagine. Reading is a difficult one even though it’s not a productive skill such as speaking and writing.

Recent reseach on reading has shown that reading is a complex cognitive activity that is indispensable for adequate functioning and obtaining information in contemporary society (Alfassi, 2004; Zhang, 1993). In classroom activity, teacher tend to use the conventional technique to teach reading that is by giving the text to the students and they should answer the question on it.

Barnett (1989) argues that reading is an interactive process combining top-down and bottom-up processing; as a result, it is very important for students to use appropriate reading strategies to increase their comprehension. A good technique is needed to teach reading. The teacher should understand about student’s psychology that they need something fun and not a boring activity. When students learn English, they are developing their intellectual. According to Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) English has an important role in developing intellectual, social and emotional of the students.

Teaching Reading in junior high school must be seen as a whole processes where the teacher need to focus on reading skill it self. On national examination, it can not argued that most of the questions are in reading text. The fact is that the students have low ability in reading text. It needs to be a fun activity for teaching reading and effective for them.

BSN (2006) , the objectives of teaching reading at junior high school must be:

  1. Reading aloud a short functional text and easy by utterance, emphasizing and also by intonation correctly.
  2. To respond with meaning a short functional text accurately, fluently and correctly.
  3. To respond with rhetorical meaning a short easy accurately, fluently and correctly

 

However, year by year English is taught but it still finds unsatisfactory result especially in reading comprehension on descriptive text. Based on the writer experience in SMPN 1 Kuripan for apprenticeship teaching, the writer found the difficulties on students reading comprehension. That’s why a good technique should be used in order to get a good result. By using a good technique, the students are able to obtain the main information form the text faster and easier. Here, the writer will use mind mapping technique to improve students reading comprehension.

 

1.2  Statement of Problem

1.2.1        Research problem

Based on the background of study above, the problem of this research is:

How the reading skill could be improved by using mind mapping at the third year of SMPN 1 Kuripan class E, by following research question:

How does mind mapping improve student’s ability in reading comprehension?

1.2.2        Problem solution

The researcher taught reading using cycles activity. This is a different way from conventional technique which allow students to read and questioning. The cycle’s activity as follows:

Reading

Questioning

Disscussing to reading

Summarizing:

Mind mapping technique

Rewriting the text based on the key word s in mind map

Answering the questions

Discussing

According to Sujana (2006), mind mapping is recommended as a good technique to absorb information presented in the text they need to take the key words and connect one key word to other key words in order to connect one idea to other idea and get the main idea or the big idea of the text, get the specific information and to be able to retain the information. That’s why the student’s will have a good ability to rewrite what they have read and as the consequences, they had a good ability in reading text.

Mind mapping is a good technique to solve the students problem in reading.

 

1.3  Purpose of the Study

The purpose of this study is:

How mind mapping can improve the students’ ability in reading comprehension at the third year students of SMPN 1 Kuripan class IX E.

 

 

                                      

1.4  Scope of Study

  1. The use of mind mapping to improve student’s ability and creativity in reading comprehension in Descriptive text.
  2. The third year students of SMPN 1 Kuripan Class X E in academic year 2013-2014.

1.5  Significance of Research

This research is expected to give contribution to teachers, students and school.

1.5.1        Teacher

  1. Redesigning teaching reading strategy
  2. Motivated the English teachers to enrich their technique in teaching reading.

1.5.2        Students

  1. Help students problem in reading descriptive text by using mind mapping
  2. Motivated them to love read English because by using this technique they were fun and love it.

1.5.3        School

  1. The result of this research will give a good contribution to the school as a bridge to upgrade the teaching-learning process.

 

1.6Definition of Terms

The terms that will be use as follow:

  1. Mind Mapping

The mind map is an expression of radiant thinking and is therefore a natural function of the human mind. It is a powerful graphic texhnique which provides a universal key to unlocking the potential of the brain. (Buzan, 1993)

  1. Reading

At the basic level, reading is the recognition of the words. From simple recognition of the individual letters and how these letters from particular words to what each word means not just an individual level, but as a part of a text to see the big pictures of a text in order the reader may get the idea of information that the writer shares the text (Jacobs, 2008)

 

  1. Comprehension

As noted by Salinger (2003 in Napper 2007) that a good reader are active and purposeful user of the text; they know how to extract meaning from what they read; connect what they read to what they have already known; and expand the idea and the information presented in the text.

Sujana (2006) stated that adolescence reader must be able to summarize, predict, retain the information, and present the information presented in the passage.

 

  1. Summary

“Summary is a short statement that gives the main information about something, without giving all details.” (Longman Advance Dictionary, 2007)

 

  1. Descriptive text

Descriptive text is one of the text that should be master in junior high school.

 

 

CHAPTER 2

THEORITICAL FRAMEWORK AND HYPOTESIS

 

2.1  Teaching Reading

Reading is one of the four skills which is difficult for students. It’s not a productive skill which make the students to produce language in words but it’s the skill which give the students for good input so they can get the information from what they read. Even though for junior high school reading is not for getting the information, but in reading it’s a good way to get the language input. Ediger (1999) noted that Reading is not a passive process. Information doesn’t not merely flow on one direction from the page to the readers’ brain” (Ediger, 1999, 1999:vii)

Harmer (1998) explains the principles of teaching reading as below:

  1. Reading is not passive skill

Reading is an incredible active occupation. To do it successfully, we have to understand what the words men.

  1. Students need to be engaged with what they are reading

Students who are not engaged with the reading text and not actively interested in what they are doing are less likely to benefit from it.

  1. Students should be encouraged to respond the content of reading text, not just to language. Students should be allowed to express their feelings about the topic.
  2. Prediction is the major factor in reading

Teacher should give students ‘hints’ so that they can predict what’s coming too. It will make them better and more engaged readers.

  1. Match the task to the topic

Once a decision has been taken about what reading text the students are going to read, we need to choose good reading task – the right of questions, engaging and useful puzzles, etc.

  1. Good teacher exploit reading text to the full

Any reading text is full of sentences, words, ideas, descriptions, etc. it does not make sense if teacher just to get students to read it and the move in to some thing else.

With the principles mentioned above, students need to know about what they are reading in order to get a good reading result.

Within each of these areas, numerous skills are needed to be successfully read. They are: comprehending a passage involves nothing importance details, identifying the main idea, tracking the sequence of events, drawing influence and conclusions, organizing ides, and applying what is read (Learner, 1993 in Gorman, 2001).

As the explanation above, we can see that reading is a complex process; it takes a serious effort to make students become fluent readers (Sujana, 2006)

2.1  Mind Mapping

2.1.1        Definition of mind mapping

According to Buzan (1993) The mind map is an expression of radiant thinking and is therefore a natural function of the human mind. It is a powerful graphic texhnique which provides a universal key to unlocking the potential of the brain. The mainmap can be applied to every aspect of life where improved learning and clearer thinking will enhance human performance. The mind map has four essential characteristics:

  1. The subject of attention is crystallised in a central image
  2. The main themes of the subject radiate from the central image as brances
  3. Brances comprise a key image or key word printed on an associated line. Topics of lesser importance are also represented as brances attached to higher level branches.
  4. The branches from a connected nodal structure.

 

Mind maps may be enhanced and enrich with color, pictures, code and dimension to add interest, beauty and individuality. These in turn aid creativity, memory and specifically the recall of information.

Mind maps help you to make a distinction between your mental storage capacity, which your mind map will help you achieve. Storing data efficiently multiples your capacity. It is like the difference between a well packed or badly packed warehouse, or a library with or without an ordering system.

2.1.2        Reading with mind mapping and summarizing

In mind mapping, the whole learning can take place especially for reading activity. According to Buzan (1993) states that mind maps provide the ideal opportunity to improve your head/ eye coordination and to develop and refine your visual skills. With a little more practice, the image making skills you have already develop can be used to take your mind maps in to the realms of art. Such mind maps enable your brain to express it’s own artistic and creative personality. In developing your own personal style it is especially useful to apply the guiding principles of image, color, dimention, and spacing.

 

2.1.3         How to create mind mapping technique

The techniques for creating mind mapping according to Buzan (1993) as follows:

  1. Use emphasis

o   Always use a central image.

o   Use images throughout your mind map.

o   Use three or more colors per central image.

o   Use dimension in images.

o   Use synesthesia (the blending of the physical sense).

o   Use various of size of orienting, line and image.

o   Use organized spacing.

o   Use appropriate spacing.

  1. Use association

o   Use arrows when you want to make connections within and across the branch pattern.

o   Use colors.

o   Use codes.

  1. Be clear

o   Use only one key word per line.

o   Print all words .

o   Print key words on lines.

o   Make line length equal to word length

o   Connect lines to other lines.

o   Make the central lines thicker.

o   Make your boundaries ‘embrace’ your branch out line.

o   Make your images as clear as possible.

o   Keep your paper placed horizontally in front of you.

o   Keep your printing as upright as possible.

  1. Develop a personal style

Layout

o   Use hierarchy

o   Use numerical orders

The recommendations for mind map:

o   Break mental blocks

o   Reinforce

o   Prepare

 

2.1.4        Note taking

According to Buzan (1993)

  1. Linear pattering

The notes were usually in straight lines grammar, chronological sequences and hierarchical sequences were also used

  1. Symbols

These includes letters, words and numbers.

  1. Analysis

Analysis was used but it’s quality was adversely affected by the linear pattering, reflection too great an emphasis on the linear nature of presentation rather than context.

These standard notes show an almost complete absence of:

  1. Visual rhythm
  2. Visual pattern or just pattern
  3. Colour
  4. Image (imagination)
  5. Visualization
  6. Dimension
  7. Spatial awareness
  8. Gestalt (wholeness)
  9. Association

 

The disadvantages of standard notes:

  1. They obscure the key words
  2. They make it difficult to remember
  3. They waste time
  4. They fail to stimulate the brain creativity

The result of research on note making/ taking

  1. Complete transcript notes given
  2. Complete transcript notes personally made
  3. Sentence summary notes given
  4. Sentences summary notes personally made
  5. Key words notes given
  6. Key words personally made

 

3.1  Hypothesis

The hypothesis of this Classroom Action Research is:

“Mind Mapping can significantly improve student’s ability in reading comprehension for the third year students of SMPN 1 Kuripan class IX E, Academic year 2013-2014.

 

 

 

 

CHAPTER 3

RESEARCH PRODEDURES

3.1 Method of Research

This research is a classroom action research which will be conducted in SMPN 1 Kuripan. The aim of this research is finding out how mind mapping could improve students reading ability.

3.2 Setting and Characteristic of Subject

This classroom action research will be conducted in SMPN 1 Kuripan at the third students class E in the first semester academic year 2013-2014. The school is located in Kuripan, West Nusa Tenggara. The subject of this research is the whole students of IX E class , they were all 26 students, 18 male and 8 female.

3.3 Factors Investigated

3.3.1 Students’ factor

3.3.2 Researcher factors

3.3.3 Methodological factors

Implemented the use of mind mapping technique on improving students’ reading comprehension in Descriptive Text to the third year students of X E in SMPN 1 Kuripan

 

 

 

3.4 Research Design

1. Planning

In this part, the researcher will prepare anything for applying the action such as: designing lesson plan, preparing performance indicator.

2. Implementation/action

The researcher will conduct this research in three cycle consist of three meetings.

  1. Pre- Test

In this stage, the researcher want to collect the data about students ability on reading descriptive text.

  1. Treatments (using mind mapping technique in teaching descriptive text )

In this stage the researcher applying mind mapping technique in teaching descriptive text to the students. The reading will be divided in to three categories such as:

– Pre reading

-While reading

-post reading

c. Post- Test

This cycle is for the students English scores that they got from the text given by the researcher.

 

 

3. Observation

This is to see the students’ performance and activeness during the research taken. This way is important to decide how to treat the students’ especially using mind mapping technique. The students weakness were also noted in the observation sheet.

4. Analysis and Reflection (follow up)

3.5 Data and Data Collection Procedures

1. Types of Data

The type of this data is qualitative data which base of the test result that is pre test and post test.

2. Data resource

The source of data is from the students and the teacher. The data is from pre test and post test.

3. Data Collection Procedures

1. Observation

Observation will be done to measure students development in affective and psycomotoric domain. It will be done since teaching and learning process and evaluating to the activity of teacher and students.

 

 

2. Test

 

The Test used by the researcher is pre-test and post-test. Pre-test will be given to know how far the knowledge first of the students about the materials (descriptive text) will given by the researcher. And post-test will be done at the last of this research. The purpose is to find out the students development towards the material given.

it will be in the form of:

–          Making mind mapping

–          Re-write the text

–          Answering yes/no and WH- questions

4. Assessements/ Instrumental

a. Making mind mapping

b. rewrite the original text

c. answering questions using Yes/ No question and WH question

5. Scoring

The researcher used qualitative and quantitative

  1. Mind mapping (good product)

(Lebaurer, Roni S. 2000 p.21)

 

No.

 

What are marked

Max score

  1.  

Students can take the most important key words as the major idea of the text

40

  1.  

Students can take the minor idea and make some key words as the detail information of the minor idea.

30

  1.  

Students visually can represent the relationship between pieces of information

30

Total score

100

 

 

  1. Re written text ( good product)
  2. Yes/No question and WH questions
 

What are marked here

Max score

 

Yes/no questions

It consists of ten questions. Each question will be marked 10.

100

 

WH question

Consist of ten questions. Each question will be marked 10

100

Total score

200/2

= 100

 

3.6  Data Analysis

The data will be analyzed as quantitative data. They were obtained from the result of students’ result test. The data from questionnaires will be analyzed to find out the frequency and percentages.

The data from questionnaires will be analyzed by using the percentage method as follow:

   10 : the formula to find out the raw score after changed into final score in which :

fs : The students individual obtained final score

p : the possible maximum raw score based on scoring system

10 : the maximum higher final score

N : the student individual obtained raw score

 

:

In which :

M : Mean

Ʃ: Sum of the score

F= Frequency

N : Number of student

 

3.7  Performance indicators

The students will be pass the test if 80 % of them get the score <70.

 References

Alfassi, M. (2004), Zhang, Z (1993). Readng to Learn: Effects of Combined Strategy Instruction on Highschool Students. Journal of EDUCATIONAL Research, 97 (4): 171- 184.

Arifudin, 2007. Language Assessment. Mataram University.

Badan Standar Nasional Pendidikan, 2006. Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh/ Model Silabus. Departemen Pendidikan Nasinal.

Conference 2006. English Language Policies: Responding to National and Global Challenges. English Educational Department FKIP UNRAM.

Educational Review; Spring 2008; 78, 1, Research Library pg. 7.

Harmer, Jeremy. 1998. How to Teach English. An Interaction to the Practice of Language Teaching. Longman: New York.

Labaurer. Roni S. 2000. Learn to listen; Listen to Learn: Academic Listening and note taking/ Roni S. Lebeurer.- nd ed. Longman: United Stated

Reading Ability and to Promote Learning- How- to- Learn. The 54th TEFLIN International Jacobs, Vicky A. 2008. Adolescene Literacy; Putting the crisis in the context. Harvard

 

Sujana, I Made. 2006. Redisigning Teaching Teading in ESP Context to Improve Academic

 

Apa yang harus saya lakukan pada Penelitian tindakan kelas?

(Materi Kuliah: Class Action Research Pak Made)

Review secara menyeluruh isi skripsi Anda dan renungkan apakah semua komponen sudah lengkap dan apakah Anda sudah menguasinya dengan baik. Berlatihlah dengan menggunakan cheklist ini sebagai rambu-rambu.

  1. A.JUDUL

ü  Apakah judul skrisi Saudara sudah menggambarkan penelitian yang telah dilakukan?

ü  Apakah Saudara mampu menjelaskan variable-varibale yang ada dalam judul dengan baik?

  1. B.BAB I INTRODUCTION

ü  Apakah latar belakang telah menggambarkan apa yang Saudara mau teliti?

ü  Apakah permasalahan sudah diungkapkan dengan jelas?

ü  Apakah sudah tergambarkan kondisi yang ingin dicapai, keadaan sekarang dan kesenjangan dalam latar belakang?

ü  Apakah rumusan masalah telah dirumuskan dengan benar?

ü  Apakah rumusan masalah sesuai dengan judul?

ü  Apakah rumusan masalah telah menggambarkan masalah yang ada di latar belakang?

ü  Apakah tujuan penelitian sesuai dengan rumusan masalah?

ü  Apakah kata kunci dalam judul telah diberikan penjelasan/definisi?

ü  Apakah kontribusi penelitian telah diformulasikan dengan benar?

ü  Apakah definisi yang Saudara buat bersifat operasional?

  1. C.BAB II LITERATURE REVIEW

ü  Apakah teori yang Saudara gunakan sudah relevan dan memadai?

ü  Apakah referensi yang Saudara gunakan sudah memenuhi kriteria kekinian?

ü  Apakah Saudara sudah menggunakan primary resources?

ü  Apakah urutan antar sub-bab telah disusun secara logis?

ü  Apakah ada penelitian-penelitian sebelumnya?

ü  Apakah posisi penelitian Saudara jelas diantara penelitian yang ada sebelumnya?

ü  Apakah ada kerangka berfikir yang Saudara gunakan dalam penelitian?

ü  Apakah kerangka berfikir sudah memenuhi kriteria kelengkapan?

ü  Apakah ada hipotesa penelitian? Apakah sudah diformulasikan dengan benar?

  1. D.BAB III METHODOLOGY

ü  Apakah pendekatan yang dipilih sudah sesuai dengan permasalahan?

ü  Apakah sudah ada populasi dan sample (experimental) setting dan karakteristik subject (PTK)?

ü  Apakah sample sudah memamdai?

ü  Apakah sample ditentukan dengan sesuai dengan prosedur?

ü  Apakah penelitian sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur?

ü  Apakah instrumen yang Saudara gunakan sudah sesuai dengan tujuan penelitian?

ü  Apakah pengolahan data sudah sesuai dengan kebutuhan penelitian?

ü  Apakah analisis data yang digunakan sudah tepat?

  1. E.BAB IV FINDINGS AND DISCUSSION

ü  Apakah jenis data yang Saudara peroleh sudah sesuai dengan yang dituntut dalam penelitian?

ü  Apakah ada data data yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan Saudara (misalnya nilainya menurun setelah teratment)?

ü  Apakah analisis data Saudara sudah akurat?

ü  Apakah diskusi yang diberikan sudah menggambarkan hasil penelitian?

ü  Apakah ada penegasan tentang hasil/simpulan penelitian?

  1. F.BAB V CONCLUSIN AND SUGGESTION

ü  Apakah simpulan sudah mewakili Research Questions dan Tujuan Penelitian?

ü  Apakah simpulan sudah diformulasikan dengan benar?

ü  Apakah Anda sudah menemukan apa yang dicari dalam penelitian ini?

ü  Apakah ada saran yang diberikan sesuai dengan hasil penelitian?

ü   

  1. G.LAMPIRAN

ü  Apakah sudah ada lampiran?

ü  Apakah lampiran sudah lengkap?

 

Written by imadesujana   

Monday, 30 September 2013 11:30

 

GROUP DISCUSSION

 

[CAR – English Dept. EED UNRAM – I Made Sujana]

 

In a group of 2, do the following task.

 

Learning Objective

Students have comprehensive understanding of CAR by analyzing CAR Research Report

Task

Select one of the theses (skripsi) on CAR available at library, online, etc., summarize and comment on each component of the research report. You can choose in any field (English, Indonesian, Biology, Physics, Education, Early Education, etc.)

Discussion Guideline

Use the attached guideline (rubric) to analyze the report [You can also use other guidelines to judge and support your argument.

Aspects to be Considered

Summary

Comment/Evaluation

 

REPORT FORMAT

ASPECTS

DETAILS/SUMMARY

COMMENTS/EVALUATION

Title

 

 

Writer

 

 

Setting/Location

 

 

Reviewer

 

 

 

 

 

Chapter 1

  1. 1.Background

 

 

  1. 2.Solution

 

 

  1. 3.RQ

 

 

  1. 4.Purpose

 

 

  1. 5.Significance

 

 

  1. 6.Definitions

 

 

Chapter 2

  1. 1.Review of Literature

 

 

  1. 2.Theoretical Framework

 

 

  1. 3.Hypothesis

 

 

Chapter 3

  1. 1.Research Design

 

 

  1. 2.Subject & Characteristics

 

 

  1. 3.Research Plan

 

 

  1. 4.Data Collection Procedures

 

 

  1. a.Kinds of Data

 

 

  1. b.Sources of Data

 

 

  1. c.Data Collection

 

 

  1. d.Instrument

 

 

  1. 5.Data Analysis

 

 

  1. 6.Performance Indicator

 

 

 

 

Last Updated on Monday, 30 September 2013 11:34