Fera Komalasari

Beranda » Uncategorized » PSYCOLINGUISTICS

PSYCOLINGUISTICS

Arsip

Kategori

MIDTERM PAPER OF PSYCOLINGUISTICS

 

 

 

 

 

 

 

 

Name: Fera Komalasari

Class: Vi-A/Morning Class

NIM: E1D010002

 

 

FACULTY OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION

MATARAM UNIVERSITY

2013

  1. PENGANTAR

Psycholinguistics adalah sebuah disiplin ilmu dari berbagai macam latar belakang ilmu seperti psychology, cognitive science, linguistics, speech, da panthology bahasa. Psycholinguistics merangkul beberapa cabang ilmu yang berkaitan dengan otak dan bahasa.

Area linguistics yang berhubungan dengan psycholinguistics adalah phonetics, phonology, morphology, syntax, semantics dan pragmatics.

Dalam perkembangannya psycolinguistics menjadi sangat penting untuk dipelajari karena aspek bahasa dan otak berperan sentral dalam kehidupan manusia modern saat ini.

‘Bagaimana bahasa diproses diotak?’

‘Bagaimana kerusakan pada otak dapat mengganggu kemampuan bahasa?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu membutuhkan jawaban dan yan dapat menjawabnya adalah psycolinguistics.

Artikel ini terdiri dari dua pembahasan utama. Pembahasan pertama akan membahas  tentang Bahasa dan fungsi otak yang terdiri dari; Neurolinguistics, Fungsi otak, pembagian fungsi otak, lokalisasi, auto lokalisasi, aphaisa. Pembahasan kedua akan membahas tentang funfsi otak; mental lexicon, kompetensi dan performance.

 

 

  1. PEMBAHASAN
    1. BAHASA DAN FUNGSI OTAK
    2. Neurolinguistics, fungsi otak, pembagian fungsi otak

Neurolinguistics adalah ilmu yang mempelajari tentang neural dan electrochemical menurut perkembangna bahasa dan penggunaannya. Psicolinguistics adalah ilmu yang mempelajari tentang penguasaan, penyimapanan, pemahaman, dan produksi bahasa.Dari pengertian tersebut maka muncullah berbagai pertanyaan, ‘Bagaimana sebenarnya bahasa disimpan dan diproses oleh otak? Bagaimana bahasa diperoleh? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentulah perlu untuk mengatahui lebih jauh tentang otak beserta bagian-bagian dan fungsinya.

Otak terdiri dari dua bagian yaitu otak kiri dan otak kanan dimana masing-masing bagian memiliki funngsi-fungsi tertentu. Adapun otak kiri berfungsi mendominasi alas an analisis, bersifat sementara, aritmetik, dan proses bahasa. Adapun otak kanan berfungsi memproses musik, menerima suara non-lingusitik, visual, kecakapan dan pola pengenalan.

Oleh karena fungsinya yang beragam maka patutlah jika otak disebut sebagai salah satu organ tubuh yang sangat penting dalam kaitannya dengan bahasa. Sebagaimana fungsi-fungsi yang telah disebutkan, ada satu bagian pusat bahasa didalam otak yaitu bagian dari cortex yang digunakan untuk produksi dan pemahaman bahasa. Ini terdiri dari tiga bagian.  Bagian pertama adalah Broca’s area yang terletak diatas motor cortex. Adapun fungsinya adalah untuk mengatur pola artikulasi bahasa dan mengatur secara langsung motor cortex ketika berbicara; mengatur penggunaan infleksi dan fungsi morphem. Bagian kedua adalah Wernic’s area yang terletak di audithory cortex. Fungsi dari bagian ini adalah untuk memahami kata dan memilih kata-kata ketika memproduksi kalimat, mencocokkan bentuk ucapan dari sebuah kata dengan objek yang didiskripsikan dimana bagian ini memegang peran sentral untuk keperluan manusia dalam hal membaca dan menulis. Bagian terakhir adalah Angular gyrus yang terletak diantara Wernic’s area dan visual cortex. Adapun fungsinya adalah mengubah rangsangan visual kedalam rangsangan auditory.

Ketika berbicara, Wernic’s berperan penting untuk memahami kata-kata dan memproduksi kalimat. Ketika membaca, kata-kata yang dilihat oleh mata diteruskan menuju visual cortex menuju angular gyrus yang berfungsi untuk mengubah rrangsangan auditory dan meneruskannya menuju Wernic’s area untuk memahami kata-kata tersebut.

  1. Lokalisasi
  2. Pengaturan neural

Memetakan dengan rapi yaitu untuk area sensori, memetakan dengan rapi sel yang peka terhadap rangsangan.

untuk bagian motorik, memetakan dengan rapi pada pengaruh bagian menuju  cortex.

  1. pengaturan topographic, memerintah pemetaan pada suatu sistem menuju yang lain. Yaitu visual cortex dan auditory cortex.

Dalam pembahasan lokalisasi muncul pertanyaan, ‘Bagaimana fungsi kognitif diatur secara neural?’. Hal ini masih menjadi tanda Tanya besar karena hingga saat ini belum diketahui secara pasi bagaimana fungsi kognitif diatur secara neural.

  1. Aphasia

Aphasia adalah sebuah penyakit akibat kerusakan bagian otak yang bertanggunga jawab terhadap bahasa. Pada umumnya, area yang diserang adalah otak kiri yang berfungsi dalam bahasa. Aphasia terjadi secara tiba-tiba dan pada umumnya disebabkan oleh struk atau kecelakaan pada otak. Tetapi pada kasus seperti tumor otak, infeksi atau demensia, aphasia berkembang secara lamban. A[hasia menyebabkan rusaknya pemahaman terhadap bahasa baik dalam membaca ataupun menulis. Aphasia juga dapat terjadi dengan kerusakan bahasa seperti dysarthria atau apraxia dari kemampuan bicara yang juga hasil dari kerusakan otak.

                Aphasia dapat  terjadi karena struk dimana darah yang mengair menuju otak terhenti sementara dan secara mendadak tetapu dengan cepat memugar. Pada kondisii seperti ini, kemampua bahasa bisa saja kembali dalam hitungan jam atau hari. Akan tetapi pada banyak kasus, hal ini tidak secepat itu. Ketika banyak orang dengan kasus aphasia dimana kemampuan bahasanya pugar dalam hitungan hari, hal ini tidak terjadi dalam banyak kasus pula bahkan terapi bahasa tidak dapat menolong pasien, pasien dapat sembuh dalam jangka waktu yang lama  biasanya dalam hitungan tahun. Adapun factor yang mempengaruhi perbaikannya adalah area otak yang rusak, luas kerusakan otak, usia dan kesehatan. Adapun faktor-faktor seperti motivasi, penanganan, dan tingkat pendidikan menjadi sangat penting.

                Setiap orang dapat terkena aphasia baik anak-anak ataupun orang dewasa. Akan tetapi pada umumnya aphasia terjadi pada usia pertengahan dan usia lanjut.

 

Jenis-jenis Aphasia

Ada dua jenis aphasia yaitu Fuent dna non-fluent

Tipe pertama yaitu Fluent aphasia atau wernic’s aphasia merupakan kerusakan pada temporal lobe pada otak. Biasanya kerusakan terjadi pada sisi kiri temporal lobe namun juga dapat terjadi pada sisi kanan temporal lobe.  Bagaimana Wernic’s aphasia dapat dikenali? Orang yang terkena Wernic’s aphasia berbicara dalam kalimat panjang yang tidak memiliki arti, menambahkan kata-kata yang tidak penting, dan membuat kata-kata. Biasanya orang-orang bingung dengan apa yang dikatakan. Penderita aphasia memiliki kesulitan untuk mengerti ucapan dan mereka sering tiddak peduli dengan kesalahan. Mereka biasanya tidak memiliki kelemahan tubuh karena kerusakan otak tidak dekat dengan bagian otak yang mengontrol pergerakan.

Tipe kedua adalah Broca’s aphasia atau non-fluent aphasia yaitu kerusakan pada frontal lobe pada bagian otak. Orang yang mengalai Wernic’s aphasia biasanya berbicara dengan kalimat yang singkat namun dengan usaha yang besar. Mereka sering membuang kata-kata seperti is, and, the. Contohnya ketika berkata,”Man stand window”. Padahal yang mereka maksudkan adalah, “The man is standing in front of the window”. Orang yang mengalami Broca’s aphasia mengerti dengan baik apa yang orang lain ucapkan, mereka sadar dengan kekurangan sehingga terkadang membuat mereka menjadi frustasi.  Penderita tipe ini memiliki kelemahan pada sisi kanan anggota tubuhnya; kelumpuhan pada lengan dan kaki karena frontal lobe juga penting untuk bergerak.

  1. BAHASA DAN FIKIRAN
  2. Mental Lexicon

Mental lexicon adalah sebuah mental dictionary yang berisikan informasi terhadap arti kata, pronunsiasi, karakteristik syntax, dan sebagainya. Mental lexicon berbeda dengan lexicon dimana lexicon adalah sebuah kumpulan dari kata-kata; akan tetapi mental lexicon adalah bagaimana kata-kata diaktifkan, disimpan, dan dikembalikan oleh pembicara. Mental lexicon setiap orang berbeda-beda seiring berkembangnya penguasaan kosa-kata yang dikuasai.

Meskipun disebut sebagai mental dictionary, tentu saja mereka tetap memiliki perbedaan karena otak manusia berbeda dengan kamus dimana pada kamus tetsusun rapi dengan alphabet. Susunan otak manusia dan cara kerjanya lebih complex dalam hal mental lexicon.

Pada mental lexicon terdapat dua jenis memori yaitu memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Memori jangka pendek adalah ketika input yang didapat disimpan sementara oleh otak dan pada akhirnya hilang jika tidak ada usaha untuk menginat, menyebut, atau member latihan pada otak tentang kosakata tersbut. Sedangkan memori jangka panjang adalah input yang didapat disimpan oleh otak dan dalam jangka waktu yang lama. Adapun prosesnya untuk mecapai sebuah longterm memory adalah sebuah usaha yang keras untuk menyimpan short term memorimenuju long term memori.

 

  1. Performance dan Competence

Teory Chomsky

Chomsky membedakan pengetahuan bahasa dari performance. Menurutnya performance bahasa dibuat oleh hal-hal seperti perhatian, stamina, memeori dan sebagainya. Karena itu sebuah teori bahasa harus merupakan sebuah teori competence. Ketika teori competence ini berkembang, dapat digabungkan menjadi teori performanceyang juga menganggap kemampuan kognitif lainnya.

Competence

Competence adalah seseorang yang dengan kemampuan linguistic mampu menciptakan dan mengerti kalimat, termasuk kalimat yang mereka tidak pernah dengar sebelumnya. Itu adalah seseorang yang dengan aturan tata bahasa dan berbeda dengan aktifitas linguistic sesungguhnya. Linguistic Competence mencangkup competence seperti phonetics, phonology, syntax, semantic, dan morphology. Competence memungkinkan native speaker untuk mengenal kaliamt ambigu, menerima kalimat tak berarti sebagaimana koreksi secara syntactic. Meskipun tidak pernah mendengar kalimat yang dibuat maka tetap akan memahami maksudnya.

Performance

                Performance merupakan output dari linguistic dimana pebicada dapat saja membuat kesalahan tanpa disengaja. Hal ini terjadi karena terbatasnya memori, selingan,kurangnya perhatian dan error atau faktor- faktor phsicology lainnya.

                Meskipun seorang penutur memiliki competence yang tinggi akan tetapi belum tentu performancenya tinggi pula. Ketika berbicara, penutur dapat saja dengan tidak sengaja membuat kesalahan grammar dimana pada kenyataannya ia mengetahui bahwa itu salah sesaat setelah ia mengucapkannya.

                Mengetahui perbedaan antara competence dan performance menjadi bagian yang penting karena bisa saja pendengar tiba-tiba merasa pembicara memiliki competence yang rendah karena banyaknya kesalahan yang dibuat oleh pembicara dimana pada kenyataannya pembicara memiliki kemampuan yang tidak serendah itu.

 

Perbedaan antara teori

Istilah performance (Chomsky) dan Parole (de Saussure) dapat digunakan/dipertukarnkan, dimana competence dan lague. Teori Chomsky leih psychological. Ini sudah pasti menjadi sebuah konsep asli dari communicative competence yang diperkenalkan oeh Hymes (1974). Sekarang pada umumnya didefinisikan sebagai “Secara social cocok dengan penggunaan bahasa”/

 

Chomsky (1965, hal.4) mencatat persamaan antara competence dan perbedaan performance  dan oleh Saussurian langue-parole; akan tetapi dimana langue hanya menyangkut “Systematic inventory of items”. Competense merujuk kepada konsep Humboldian dari sebuah sistem proses generative. Pembicaraan dari seorang individu tidak secara langsung merefleksikan pengetahuan grammar mereka. Seseorang berasumsi bahwa pembicara yang cakap pada bahasanya tidak berubah dari saat ke saat pada aspek grammar dari produksi bahasanya. Tugas seorang linguist adalah membuat buku grammar menjadi sebuah efek, salah satu untuk mendiskripsikan pembicara permanen dalam sebuah bahasanya atau competence linguistiknya. Itu adalah hal yang bertentangan bahwa dalam keseharian harus menggunakan tata bahasa yang sempurna dalam setiap percakapan.

 

  1. KESIMPULAN

Otak memiliki peran yang sentral dalam perkembangan, kerusakan, dan segala sesuatu yang menyangkut bahasa karena memori tentang kosa-kata tersimpan sepenuhnya pada otak. Untuk menjaga bahasa agar tidak mudah menghilang dalam memori jangka panjangnya tentu saja dibutuhkan pengucapan-pengucapan kembali terhadap kosa-kata tersebut.

Adapun kesimpulan dari penjelasan diatas adalah:

  1. Neurolinguistics adalah ilmu yang mempelajari tentang neural dan electrochemical menurut perkembangna bahasa dan penggunaannya.
  2. Otak terdiri dari dua bagian yaitu otak kiri dan otak kanan dimana masing-masing bagian memiliki funngsi-fungsi tertentu.
  3. Broca’s area terletak diatas motor cortex. Adapun fungsinya adalah untuk mengatur pola artikulasi bahasa dan mengatur secara langsung motor cortex ketika berbicara; mengatur penggunaan infleksi dan fungsi morphem.
  4. Wernic’s area yang terletak di audithory cortex. Fungsi dari bagian ini adalah untuk memahami kata dan memilih kata-kata ketika memproduksi kalimat, mencocokkan bentuk ucapan dari sebuah kata dengan objek yang didiskripsikan dimana bagian ini memegang peran sentral untuk keperluan manusia dalam hal membaca dan menulis.
  5. Angular gyrus yang terletak diantara Wernic’s area dan visual cortex. Adapun fungsinya adalah mengubah rangsangan visual kedalam rangsangan auditory.
  6. Aphasia adalah sebuah penyakit akibat kerusakan bagian otak yang bertanggunga jawab terhadap bahasa.

Ada dua jenis aphasia yaitu Fuent dna non-fluent

  1. Fluent aphasia atau wernic’s aphasia merupakan kerusakan pada temporal lobe pada otak. Biasanya kerusakan terjadi pada sisi kiri temporal lobe namun juga dapat terjadi pada sisi kanan temporal lobe dekat dengan bagian otak yang mengontrol pergerakan.
  2. Broca’s aphasia atau non-fluent aphasia yaitu kerusakan pada frontal lobe pada bagian otak. Orang yang mengalai Wernic’s aphasia biasanya berbicara dengan kalimat yang singkat namun dengan usaha yang besar. Mereka sering membuang kata-kata seperti is, and, the.

 

 

  1. REFERENSI

http://en.wikipedia.org/wiki/Psycholinguistics

psicolinguistics. Janice Fon. Pdf

Ceschwind, Norman. Language and the Brain. 1972. Pdf

Language and Le Brain Localization and Circuits. Pdf

NIDCD Factsheet. Pdf

http://en.wikipedia.org/wiki/Mental_lexicon

http://en.wikiversity.org/wiki/Psycholinguistics/The_Mental_Lexicon


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

Oktober 2013
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: