Fera Komalasari

Beranda » MY LIFE » Part Tangisan

Part Tangisan

Arsip

Kategori

Bahkan hal tersulit dalam dirimu belum mampu untuk kau kendalikan. Ini sakit yang sangat ketika merasakan bahwa Negara impian tempatmu seharusnya berpijak sekarang tak dapat kau pijaki. Ada belasan email yang masuk mengingatkanmu tentang Negara itu. Kemarin mungkin kamu bisa melupakannya akan tetapi ketika diingatkan oleh ribuan rekan-rekan seperjuanganmu tentang Negara itu maka air matamupun tak kuasa kau bendung dengan segala harapan bahwa suatu saat kau akan mendapat kesempatan menginjakkan kaki ditempat itu. Hal yang menyakitkan tetaplah hal yang menyakitkan apalagi ini adalah mengenai mimpi yang sirna pada decade yang kamu harapkan. Ada yang menguatkkan dan seketika kamu kuat namun kamu merasakan sakit lagi saat kamu melihat teman-temanmu dapat menginjakkan kaki ditanah itu.

“Belum rezeki”… Sah-sah saja pernyataan itu dan begitulah faktanya…. Ketika hal yang benar-benar diinginkan dan diperjuangkan dengan sangat hebat, kesempatan didapatkan namun hanya karena satu hal, gagal menjadi tanggungan.

Ini adalah hal yang benar-benar sulit. Untuk sekedar membuka email saja, rasanya ingin menutup wajah dengan tumpukan bantal-bantal diatas kasur. Benar saja, ketika pesan itu masuk, kekecewaan dalam mengusik nurani. Penguatan-penguatan  kemarin sedikit sekali bekasnya. Mereka masih menganggap kamu akan berangkat sedangkan ternyata kamu terhalang oleh dana yang tidak dicairkan oleh sang pemimpin daerah. Konyol. Rasanya, matahari itu berada sangat dekat dengan kepala seakan-akan menyengat seluruh tubuh. Begitu rasanya ketika mimpimu gagal. Padahal setiap waktu kamu pergi kepada pemimpinmu berharap dana itu akan dicairkan. Tapi, disposisi malahan kosong. Oh ya? Benarlah perkataan itu. Aneh rasanya. Seandainya saja memiliki pemimpin layaknya Salahudin Al-Ayubi, maka kamu tidak akan merasakan kesakitan seperti ini. Dr. Mursi yang digulingkan menurut kamu adalah titisan Salahudin Al Ayubi,- Meski hanya titisan akan tetapi bisa sedikit dari darah sang Pemimpi hebat seperti Saladin- seperti dunia Barat menyebutnya- menetes meski hanya setetes saja. Ah… kamu sepertinya benar-benar kecewa pada pemimpinmu. Kecewa yang teramat sangat. Mengapa pula daerahmu mengangkat dia jika tidak bersimpatik kepada rakyat kecil yang membutuhkan? Kamu memang merasakan kekecewaan yang mendalam terhadapnya tapi ikhlaskanlah hatimu, meski karenanya kamu tak dapat berangkat ke Negeri impianmu itu. Ikhlaskan saja dan percayalah bahwa Allah pasti menggantinya dengan hal yang seribukali lebih baik. Percaya saja jika suatu saat kau akan menginjakkan kaki ditanah tempat Salahuddin Al-Ayubi dimakamkan dan berceritalah padanya meski ia sudah tenang disisi TuhanMu. Berceritalah padanya tentang betapa kau mengidolakan pemimpin sepertinya, betapa kau menginginkan memiliki anak-anak yang hebat sepertinya. Ia yang dengan segala kemampuannya memenangkan Perang Salib 2 serta berhasil mengusir pasukan salib dari tanah Palestina, pasti akan senang mendengarnya jika seandainya ia masih hidup.  Setelah itu Tuhanmu akan memberikanmu kesempatan emas menginjakkan kaki ditempat Sultan Muhammad Al- Fatih dimakamkan. Maka berceritalah pula padanya meski ia tak ada kaitannya lagi dengan dunia. Bercerita bahwa kau begitu menginginkan sosok imam idaman padanya. Ia yang dengan hebatnya menaklukan kota Konstantinopel, jika seandainya masih hidup, maka ia akan berkata taklukanlah negerimu menjadi negeri yang hebat! Jika Tuhan berkehendak, Ia akan mengirimmu pada negeri dimana Daulah Bani Abbasiah memegang kendali kekuasaan pada zamannya. Kau masih ingat Sultan Harun Al Rasyid? Ia tertera jelas dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam saat kamu masih duduk dibangku Tsanawiah. Dengan beribu kecerdikan dan kehebatannya memperluas daerah kekuasaan islam, kamu pasti tahu bahwa ia adalah sultan keemasan bagi Daulah bani Abbasian yang berdiri cukup lama itu.

Sebenarnya lagi… ada puluhan Negara yang suatu saat kau pasti mengunjunginya. Suatu saat nanti kau akan membuktikan perkataan ini. Kau akan mengerti pada saat yang tepat jika kau percaya bahwa Allah adalah sebaik-baik tempat memohon pertologan.  Jangan lagi jadikan kegagalan demi kegagalan yang kau alami menjadi alasan untuk bersedih hati. Akan tetapi itu adalah pengalaman-pengalaman indah yang bisa kau cataat dalam sejarah kehidupanmu. Kau tidak mungkin merasakan bahagia yang sempurna sebelum merasakan sakit yang mendalam seperti ini. Maka janganlah ragu, mintalah kepada Tuhanmu akan tergenapinya mimpi-mimpimu itu. Bangkitlah, kepakkan sayapmu dan melesatlah yang tinggi dan jangan pernah  takut untuk terjatuh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

Juli 2013
S S R K J S M
« Jun   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: