Fera Komalasari

Beranda » Puisi » Sajadah Tua – Sebuah Puisi

Sajadah Tua – Sebuah Puisi

Arsip

Kategori

Oleh : Fera Komalasari

Disisa kabut semalam

Rinai hujan masih turun

Merayap perlahan membasahi bumi

Ada kerlipan hati yang meronta

Meraung-raung

Terbungkus rindu tak bertepi

Bergelayut bersama hamparan sajadah tua

Air mata berhitung disetiap detik

Bersama butir-butir tasbih

dan bibir basah yang tanpa henti menyebut nama kekasihnya

bermandikan cipak-cipak rakaat yang tak berujung

bersujud….

dimalam bisu

dalam dingin yang menusuk

dihapusnya kanvas dekil penuh noda

dengan dzikir dan wirid-wirid panjang

pada untaian sunyi lagu-lagu hati

ia sebut sebagai do’a….

bersimpuh, memanggil namaNya

air mata tumpah…

merindukan kekasihnya

“Rabbi… Rabbi… Rabbi…

Ampunilah daku, hambaMu

Rabbi… Rabbi… Rabbi….

Aku merindukan-Mu”

Pada kerinduan yang tak bertepi

Ia sematkan satu senyum harapan

Hati yang menjerit

Jiwa yang merindu

Dan bibir basah karena cintanya

Berjumpa dengan kekasihnya

Dan diatas sajadah tua itu

Ia berbicara dengan kekasihnya

Hingga malam yang tak berujung…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

Mei 2013
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: