Fera Komalasari

Beranda » MY LIFE » PHONOLOGY yang membekas disanubari Phonology selalu dihati

PHONOLOGY yang membekas disanubari Phonology selalu dihati

Arsip

Kategori

“Kangen kelas gila dan konyol itu

Kangen diobrak-abrik dengan pertanyaan-pertanyaan gila

Kangen dibanting dengan pertanyaan-pertanyaan super dahsyat

Kangen menganalisis bahasa orang

Ah…. Kangen kelas Pak Husni Mu’adz”

Pada awalnya, semuanya terlihat datar. Tapi entah mengapa jiwa terasa mengalir setiap kali menyebut satu kata itu, “phonology”. Sebuah mata kuliah yang menurut (hampir) seluruh mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris di kampus putih itu menganggap sulit dan memusingan. Adalah seorang dosen bahasa Inggris bernama M. Husni Mu’adz. Beliau adalah dosen pertama dan bersama 2 dosen lainnya yang pertama kalinya mengajar di FKIP pada masa itu sekitar tahun 1983, 30 tahun yang lalu.  Beliau masih mengajar pada tahun 2013, Alhamdulillah bisa bertemu. Saya mengingat ketika pertama kali mengikuti kelas beliau di introduction of linguistics. Hahhaa….. hampir gila didalam kelas. Terlebih semua pertanyaan dibolak balik. Dan apa yang terjadi? Hampir setiap mata kuliah beliau berlangsung, saya dan kawan-kawan meng update status di facebook yang mengekspresikan kepusingan kami di mata kuliah tersebut. hahhaa…. Benar-benar rasanya seperti bermain di rooler coster. Setelah diputar-putar dengan pertanyaan, malah dibanting dengan segudang pertanyaan lain yang memaksa kami untuk berbicara. Namun harus terdiam karena jawabannya kurang memuaskan. 4 SKS pada semester 3 ketika itu dan saya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan yaitu B. terpaksa IP saya sedikit turun dari standar dan saya menangis gila pada saat itu.

Hal gila yang terasa kental adalah ketika tugas harus diselesaikan hanya dalam satu malam. Bukan main rasanya. Bahkan terkadang sampai pagi, saya belum bisa menyelesaikan analisis gila itu. Ah… sangat menyebalkan kalau diingat. Banyak teman-teman saya sampai berkata

“Seumur-umur kulaih, baru pertama kali ngerasa benar-benar kuliah”

Saya hanya bisa tertawa mendengar perkataan mereka. Dan dikemudian hari ternyata……. Bertemu lagi dengan dosen yang sama pada mata kuliah yang sejurus, yaitu “Phonologi”. Wohaa…..

Meskipun orang-orang kebanyakan berkata bahwa di ajar oleh Pak Husni itu sulit, ternyata teman-teman berdo’a agar mata kulaih phonology di ajar oleh beliau, dan do’a mereka ternyata terkabul. Termasuk saya. Saya berdo’a agar dapat berjumpa dengan beliau meskipun saya hanya mendapat B pada mata kuliah beliau😀

Hahhaa…. Kegilaan itu muncul kembali. Tetapi untuk pertama kalinya, say sangat mengingat moment itu ketika kami berempat: Devi, Efri, Tuti dan saya: maju kedepan gara-gara membicarakan RULE sebuah bahasa yang sama sekali membuat kami mumet setengah encer.😛

Saya memuali dengan menganalisis bunyi vokal dan konsonan bahasa aneh yang tidak pernah saya dengar sebelumnya itu. Jelas…. Dengan menggunakan buku intro to linguistics semester kemarin yang nggak main-main buat kami lelah setengah mati. Didepan, untuk pertama kalinya pertempuran sengit terjadi. Benar-benar untuk pertama kalinya serasa Pak Husni dekat dihati. Hahhaa…. Debat didepan kelas dengan beliau, kami ber-4. Kami saling menguatkan satu sama lain. Dan teman-teman yang lain hanya menonton pertempuran pertama yang mendebarkan itu. Terlebih kami adalah kelompok 1 dan pada saat itu memimpin jalannya diskusi. Bapak hany amengangguk-ngangguk. Kami kira beliau setuju, eh malahan kami dibanting lagi dengan pertanyaan yang dibolak-balik. Ahhh gilaa….

Inget juga waktu beberapa pertanyaan yang belum selesai terjawab dikelas, akhirnya bapak menyuruh kami untuk menyelesaikan so’al2 itu dirumah dan harus dikumpulkan besok pagi. Duarr!!!! …… gila itu ya seperti ini….. ngomong masalah “Rule dalama phonologi” itu bukan masalah yang gampang. Seribu kali baca buku itu, diolak balik juga otak masih error. Ckckkcc…. Terpaksa malam itu kami menyelesaikannya dirumah salah seorang teman, Pandu namanya.

Pada chapter selanjutnya, yang paling membekas dimemori, teman-teman nginep dirumah gara-gara “Analisis bahasa orang” lagi dan lagi. Kami dibuat pusing samapi pagi dan nggak ada yang nyenyak tidur gara-gara itu. Pun sampai subuh mereka masih grasak-grusuk nggak nemu jawaban dan rulenya. T.T melelahkan. Terlebih itu harus dikumpulakn besok sore. Hanya bisa mengerakna 1 malam, no more. Hahha…. Itu pertama kali teman-teman kelompok nginep drumah saya.pun temen yang bukan kelompok 1, belajar sampai jam 10 malam dirumah. Welaahhhh melelahkan sangat. L

Inget lagi waktu ngerjai tugas akhir. Kami harus ke rumah teman di gunung sari buat menyelesaikan semuanya. Welahahhhh….. sampai jam 12pun masih pusing. Haaahh… untung semuanya terselesakan dengan baik. Inget banget rauh wajah teman-teman yang nggak ada senyum-senyumnya. Satu kelas kami berada di Gunung Sari hanya karena tugas tulis dari Pak Husni. Subhanallah…. Lelah yang membawa ni’mat.

Haahhh…. Terlalu banyak cerita pada mata kuliah yang satu ini yang nggak habis untuk diceritakan dan membekas disanubati. Terkenang banget sampai detik ini dan belum menemukan kelas yang segila dan sekonyol ini.

Kalau boleh, saya pengen diajar sama beliau lagi. Kangen setengah mati.❤


3 Komentar

  1. ROZI SETIAWAN mengatakan:

    haha,,bikin merinding kalo diingat-ingat

  2. napiee ula mengatakan:

    boleh minta transletannya ga kak,,,,???😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

April 2013
S S R K J S M
« Mar   Mei »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: