Fera Komalasari

Beranda » Adventure » CORE IVENT ‘BAU NYALE’ 02-03 Maret 2013 Ala UKM ITC UNRAM

CORE IVENT ‘BAU NYALE’ 02-03 Maret 2013 Ala UKM ITC UNRAM

Arsip

Kategori

Adventure kali ini ditargetkan menyenangkan. Kami ber-12 berangkat menuju Kute Lombok Tengah pada pukul setengah tujuh sore. Setelah menunggu kawan-kawan selama 1,5 jam di gedung PKM Unram,ternyata perjalanan hanya besirikan 2 orang wanita dan 10 orang pria. 9 orang pria berasal dari Fakultas Teknik dan saya bersama teman perempuan saya berasal dari FKIP. Sebuah kampus putih yang cukup ramai.😀 sebenarnya 8 orang berasala dari UKM ITC dan 4 orang lainnya diluar UKM ITC. well… sebelum berangkat, Jhon- rekan Teknik Mesin, memimpin do’a agar perjalanan dipermudah. Sebenarnya, saya berharap banyak rekan wanita yang hadir kali ini, tapi apa dikata mereka mungkin sibuk nggak ketulungan. Maklum, besok pagi tepatnya hari senin ‘Jadwal kuliah sudah mulai aktif’ dan tentu saja harus prepare tenaga biar nggak capai pas hari H.Gambar

zap-zip sambil nunggu teman2 lain yang datang

Gambarbecanda itu perlu…. apalagi senyum🙂

Gambar

weitzz…. kelihatan banget kalau itu PKM UNRAM

Meski perjalanannya diperkirakan memakan waktu hanya 2 jam, seorang rekan Teknik Elektro- Damawan. berinisiatif untuk membawa kami shalat dirumahnya yang berlokasi di Desa Kawa Lombok Tengah. Shalat magrib yang sebentar lagi akan habis waktunya, sehingga teman-teman mempercepat langkah mereka untuk mengambil air wudhu. Well… plong banget rasanya gara-gara kewajiban dari tadi belum dilaksanakan dan akhirnya terlaksana walau waktu magrib sebentar lagi habis.

                Seusai shalat, kami duduk diluar sembari menikmati hangatnya teh buatan Lombok Tengah😀 serunya, kami semua mengeluarkan cerita-cerita konyol sebagai hiburan. Ada yang tertawa samapi ngakak, ada juga yang kelihatannya tertawa yang mungkin perutnya sampai mules. Terlebih saya tertawa melihat cicak jatuh dari atas dan langsung menuju celana salah seorang teman. Sontak saya teriak cekikikan dan ia melompat ketakutan. Cicak…. Haha… mungkin itu cicak nempel dikulit😀 Semua teman-teman ngelihat dia dengan aksi melompat bebas menghindari si cicak hahahha….. itu Cuma kejadian, bukan cerita yang dibawa-bawa, emang salah satu fakta pada tanggal 2 Maret. Sepertinya kami santai dengan posisi duduk membentuk persegi 4 dan bersila menikmati hidangan teh. Saking serunya sampai-sampai saya nanya , “Lho…. Ini ada teh yang tumpah ya? Kok gelasnya kosong?”, Tanyaku polos tanpa dosa. Serempak mereka tertawa dan aku terheran bukan kepalang. Ornag bertanya kok malah ditertawai… “Kan kamu yang tumpahin, kok malah nanya?”, Jawab mereka dengan ledekan. Serempak mereka tertawa saling bersahutan. “Kapan saya numpahin teh? Nggak pernah kok”, Jawabku polos karena memang seingatku aku tidak pernah berurusan dengan gelas. “Astaga, saking sibuknya bawa kamera dan foto-foto sampai nggak tahu kalau udah numpahin teh”, sambung teman-teman. Mereka terlawa lagi dengan riang tanpa dosa menertawai ketidaktahuanku… “Sudah sudah…. Itu lai dibuatkan teh”…. Sejurus kemudian teh baru datang lagi, kalau tadi 12 gelas, kali ini 6 gelas. “Wah… kalau gini enak numpahin teh nih…. Dibuatin ulang”, Celetuk salah seorang teman…  dan kawan-kawan yang lain meng-Iya kan…Gambar

GambarGambarGambarGambarGambar

gini nih… muka-muka seru yang enak dilihat🙂

The time to praying….. isya… untung belum buang gas… hahha… dengan mukena pink yang aku bawa dari rumah, nggak buang-buang waktu langsung shalat biar nggak repot wudhu lagi. Teman-teman yang lain juga masuk kedalam buat shalat. Jam 8 ternyata azan juga ya… “Evennya dimuali jam 5 subuh jadi mending nggak apa-apa kita agak lama disini”, Celetukku. Haha… untung mereka meng-Iya kan….. kami bernegosiasi untuk tidak membeli makanan disana lantaran “Harga makanan yang mahal” sehingga teman-teman membeli bebrapa camilan diswalayan saja. Setelah difikir-fikir, kami memlilih untuk mencari makananan dipinggir jalan saja, sehingga kami mendapatkan “Warung Pawon” yang berlokasi kira-kira didesa Pujut Lombok Tengah. Wah…. Makanannya lumayan enak, maklum lauknya digoreng ketika kami memesan sehingga lauknya masih dalam keadaan hangat. Menariknya, ternyata ketika pulang teman-teman melah sibuk tertawa menyaksikan ‘wayang lalu nasib’ yang diputar live di Lombok TV. Isinya tentang pemilu Gubernur dan Lalu Nasib nerpihak pada Tuan Guru Bajang untuk terpilih lagi sebagai gubernur NTB. Ya…. Saya juga ikut-ikutan gara-gara seru banget si dalang memainkan wayangnya… hahaha….

GambarGambarGambarGambar

seru ituu #makan di Warung Pawon… untung temen2 pada mau bayarin😀

#ANTRIAN KALAH-KALAH KOTA JAKARTA#

                Finally, kami melanjutkan perjalanan. Ini sudah pulul 08.30 malam. Jalan sedekit ramai. Ternyata ketika samapi di Jalan Pariwisata Lombok Tengah… jalan mulai terlihat ramai dan benar benar ramai. Pada kilometer 10 dari arah pantai, antrian panjang menuju pantaipun tak terelakkan. Mobil-mobil memperpanjang antrian karena tak terhitung jumlahnya. Parahnya untuk mencapai gerbang 1, membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam.  #waw… para penonton kecewa dan Histeris… pengendara sepeda motor yang tak sabar, berteriak sejadi-jadinya. Bahkan seorang lelaki yang menggunakan sepeda motor yang memiliki knalpot berbunyi nyaring, mengeraskan bunyi motornya dan mengumpat sejadi-jadinya….saya benar-benar ketakutan dengan keadaan itu dan berharap lelaki itu menghilang darihadapan saya. 30 menit berada disisi motor saya, diapun mengambil jalan sendiri dan menuju kearah depan. Alhamdulilllah.. huwh… menyebalkan dengan orang-orang yang tak sabaran, saya menikmati keadaan itu dan tertawa sendiri melihat ketidak sabaran mereka mencapai gate-alias gerbang utama.  Benar-benar lautan manusia. Saya fikir, bumi lelah untuk bernafas malam itu saking ramainya para pengunjung. Benar-benar pemandangan lautan manusia dan motor yang pertama dalam hidup saya. Entah mengapa saya benar-benar berada dalam suasana hati yang bagus sehingga tidaka ada rasa kesal dengan antrian sepanjang dan selama itu. Meski saya harus melihat keadaan lucu dari pengunjung yang histeris dan udara yang tak sehat. Dari sebelah kiri, mobil parkir dengan rapinya dan saya belum melihat tempat untuk parkir roda dua. Setelah menunggu dalam keadaan penuh sesak, akhirnya kami bisa mencapai gerbang utama. Alhamdulillah, kataku dalam hati dan tak henti-hentinya bersyukur.

                Ternyata itu baru gerbang satu. Untuk perkir saja kami butuh waktu berjam-jam untuk mengantri. Untung saya dibonceng dibelakang, jadi tak selelah yang membawa motor.  Mengambil inisiatif, saya bertanya pada seorang polisi yang berpostur tinggi besar tentang keadaan parkiran itu. Ia berkata tak ada lahan utnuk parkir lagi karena tempat parkir penuh. Wawww… langsung sesak dada saya. Saya member tahu teman-teman dan mereka berkata, tadi disana disuruh maju karena disana juga tak ada lahan parkir. Wawww…  tragis sekali. Untuk kedua kalinya, saya turun dari motor dan mencari solusi lain. Ternyata ada tempat parkir kosong tapi harus berbelok kanan dan mengambil lahan parkir desebelah kiri. Saya senang melihat keadaan itu dan member tahu teman-teman. Tapi ternyata, kondisi aneh terjadi. Karena berada didekat pagar, motor kawan-kawan susah untuk berbelok kanan dan didahului oleh pengunjung yang datang belakangan. Padahal mereka sudah menunggu lebih dari satu jam.

Gambar

#tHEY are scream.. wow… antrian sampai kilometer 10 dari pantai…

pengunjung histeris teriak sejadi-jadinya….

Gambar

# pemerintah kabupaten Lombok Tengah memungut biaya masuk sebesar 5 ribu rupiah… bayangin aja kali jutaan manusia yang datang hahhaa… bisa kaya sehari kalau seandainya uang dikasi ke saya aja😀

Hmm… inisiatif…. Saya berbicara dengan petugas keamanan dan melobi tukang parkir, mencari alternative lain walau inisiatif saya ditolak. Haha… taka pa tapi mereka mendengarkan saya dengan sangat baik. Saya berbincang-bincang dengan mereka beberapa waktu hingga akhirnya saya dapatkan jawaban dari mereka, “Tempat parkir ini sudah tidak bisa digunakan karena karcis sudah habis. Jadi yang belakangan masuk ini, tidak membayar karcis masuk. Karcis untuk tempelan motorpun habis sehingga kami tidak bisa membiarkan mereka masuk kesini, takut ada kehilangan tanpa ada tempelan nomor karcis. Jadi mereka harus berbalik”…. Waww… jawaban yang sunggu menyedihakan… saya memberikan solusi lain,” Bagaimana kalau menggunakan tempat parkir diluar area ini. bisa digunakan 1 kilo meter dari arah ini. kalau begini kisahnya… mereka samapi nanti pun taka akan mendapatkan tempat. Nah… jadi salah seorang melaporkan kepetugas gerbang agar menyetop motor dan mobil masuk dan mengarahkan mereka ketempat parkiran baru. Kan para petugas bisa berjaga disana”…. Hmmm… mereka menolaknya karena alasan keamanan. Padahal itu merupakan hal yang urgent. Bisa jadi nantinya para wisatawan asing ataupun baru kapok untuk datang kesana lagi pada tahun-tahun berikutnya sehingga meninggalkan citra yang buruk.

“Saya dan kawan-kawan datang dari Mataram jam setengah tujuh dan samapai jam setengah satu belum juga mendapat tempat parkir. Padahal ini merupakan tanggung jawab pemerintah kota untuk menjamin kami Karena mereka telah menyebar iklan dijalan-jalan dan itu menarik perhatian kami. Ini seharusnya tidak terjadi”…. Kataku dengan sangat prihatin.

“Iya mbak… tapi karcis sudah habis dan kami tidak berani bertanggung jawab atas kehilangan kalau sampai terjadi hal semacam ini.”, Jawab mereka

“Lho, memangnya sebelumnya bagaimana? Apa ini adalah yang terramai?”, Tanayaku dengan penuh rasa ingin tahu

“Iya mbak, ini diluar target. Sebelumnya tidak pernah seperti ini, dan ini adalah yang terramai sampai-sampai kami kehabisa karcis”, Jawab mereka.

“Kalau begitu, pemerintak kota sebelumnya harus mengantisispasi hal semacam ini. mereka seharusnya membuat karcis lebih. Pertimbangannya adalah, dengan jumalah iklan yang mereka pampang dijalanan. Ini seharusnya bisa dijadikan gambaran seberapa banyak pengunjung nantinya”, Jawabku tangkas.

“Iya mbak. Tetapi ini diluar target.”

“Lalu bagaimana dengan kawan-kawan saya? Kami berangkat dari jam setengah tujuh tetapi belum juga mendapat tempat”, Kataku mengulangi

“Dari mana mbak?”, tanya seseorang

“Mataram”

“Kuliah dimana?”, tanyanay labi.

“Unram”

“Jurusan?”

“Bahasa Inggris”

“Oh saya dari teknik baru semester awal”

“Oh iya… teman-teman sayapun dari teknik  tapi mereka masih mencari lahan parkir”

“Kenalkan. Oh ya saya kesana dulu ya”, Katanya

Well…. Hmmmm

        Tak ada inisiatif lain, saya bertindak sebagai juru parkir karena keadaannya mamang benar-benar mencengangkan. Beberapa menit saya mengajak para petugas mengobrol, ternyata parkiran sudah terlihat penuh. Mereka melarang penunung untuk parkir disana. Saya mengawasi dan mengarahkan motor-motor yang berada didekat pagar tepatnya berdiri di pembelokan agar kawan-kawan dapat membelokkan motornya.

“Kiri-kiri mas. Yak, stop dulu. Yang ini maju trus. Stop”, Kataku dengan tegas sembari menggendong helm yang memang sudah ada ditanganku. Teman-teman dengan wajah prihatin ahkirnya dapat membelokkan motor. Alhamdulillah.

Menyebakan juga ternyata karena setelah berbelok, petugas melarang orang-ornag untuk parkir diarea itu sehingga banyak orang ngomel-ngomel dan kembali ke gerbang keluar. Aku berdiri lagi didekat petugas. Mereka melihatku dengan sedikit serius dan mungkin memahami maksudku bahwa yang ada dihadapanku adalah teman-teman yang ku ceritakan tadi. Alhamdulillah, mereka membolehkan kami masuk. Dan itu, hanya kami. Hanya motor-motor kami yang diperbolehkan masuk. Alhamdulillah. Aku kearah parkiran. Dan pamit untuk mencari polisi yang sempat aku bertanya padanya. Well, sang polisi terlihat sangant sibuk. Padahal tujuanku adalha memberikan solusi.

“Pak, boleh bicara sebentrar?”, Pintaku

“Sebentar ya”, Jawabnya dan berlalu dari hadapanku menuju gerbang. Karena memang keadaannya benar-benar tak terkendali. Setelah beberapa menit, aku benar-benar mulai lelah dankembali keparkiran mencari kawan-kawan. Sesampai disana beberapa kawa berteiak padaku

“Trimaksih Fer.. trimaksih. Akhirnya kita bisa markir”

“Hebat kamu Fer… bisa ngelobi”

“I Love you so much Fer”

Welah.. nampaknya mereka sangat bahagia mendapat temppat parkir. Well… wah benar-benar melelahkan. Eh… satu orang group kami menghilang. Dwi.. nggak tau kemana… teman-teman mencari tapi nggak juga nemu. Ngak tau dia kemana. Ditelfon, signalnya mandek. Welahh…

Wah…. Ini baru pemandangan. Tau apa? Pesta kembang api… gila berkali-kali tu kembang pai nyala. Wahh…. Tau aja ne orang-orang kalau aku doyan banget sama kembang api. Jadi keinget tahun baru, wajib aku nggak tidur gara-gara nungguin kembang api dari atas loteng rumah. Nelihatnya aja, udah buat aku melayang-layang bahagia. Hmm… dari Madrasah Aliah emang kembang api jadi hal yang sangant menyenangkan dipandanganku. #Pesta kembang api#. Nggak menyenangkannya, sampai berkali-kali potret, nggak dapet juga gambar kembang apinya. Huwhhh…. Well males banget denger music dangdut. Panggungnya kelihatan mewah tapi sayannya artis yang diundang, hmmm nggak artis yang lahi nge-hits. Mahal kali ya.. ini seharusnya jadi pertimbangan buat tahun-tahun berikutnya, agar pengunjung merasa puas, pihak penyelenggara seharusnya menyewa artis yang sedikit bagus.

Dari parkiran… tulisan #Core Event Bau Nyale# bisa terlihat. Tulisan yang ada diatas bukit memperindah suasana. Ternyata banyak orang yang berjalan menuju bukit. Kami lalu berjalan menuju bibir pantai. Tertidur sebentar disana. Ada beberapa teman yang menghilang tadi, 3 orang jumlahnya, berada diatas bukit. Darmawan membawa kami kesana dan waw…. Ini lebih amazing. Luar biasa,… naik bukit lumayan capai, hmmm terbayar dengan pemandangna super wow dari atas… teman-teman langsung mengambil posisi untuk tidur. Aku juga. Tapi karena sudah tidur sebentar tadi dibibir pantai, aku putusin buat shalat tahajjud aja. Wow…. Sensasinya luar biasa. Shalat ditempat yang tinggi dan dikelilingi laut itu merupakan hal yang benar-benar luar biasa. Hmmm… nggak kebayang sebelumya, berada ditempat tinggi, disebelah kiri ada laut, didepan ada perbukitan indah, disekeliling kita orang-orang lagi tidur… hhmmm…. Shalat tahajjud kali ini jadi lebih apa ya, lebih terkenang aja. Untung aja ada si mukena pink yang sering aku bawa kehutan😀

Gambar

Kelihatan banget tulisan, Core Event Bau Nyale di perbukitan

Gambar

fire work….

Gambar

otw menuju pantai

Gambar

Rizal Satria Aryadi dan Fera

Gambar

Kiki haha jongkok gituuuu

Gambar

Kompak gila di pantai… ITC emang seru gilaaa

Gambar

GambarGambar

move move move tidur ke atas bukit samapi jam 4

Gambar

Jam 4 lewat… pagi bener….. laut sudah terliaht bercahaya. Eh itu ternyata orang-orang yang turun buat nangkep ‘NYALE’, atau ‘BAU NYALE’ bahasa Sasaknya. Jumlahnya masih sedikit. Amazing… Darmawan ngajakin buat beli jaring buat nangkep nyale. Ketika akan turun, haha kami kenalan dengan bule asal Finland. Aku bercakap-cakap sebentar. Namanya Belle

“I  have a friend from Finland. She stayed in my home when I was in first grade in my collage”, Ceritaku

“So what do think about this view?”, Tanyaku

Ya…. Untung juga jadi anak bahasa Inggris hehhe…. Beberapa waktu kemudian, we left him hehehe dan turun kebawah mencari jaring.

“Pire pak?”,Tanya Darmawan

“1O.OOO”, Jawab pedagang itu

“5000 ?”

“wahh…Ndek mauk”

Darmawan skip lagi kepedagang-pedagan berikutnya dan jawaban 4 orang pedangan sama saja. Hingga kami melihat ada jaring yang tidak sebesar jaring tadi.

“Pire pak?”

“5000”

Wahh… kami tanpa tanda tanya kami langsung mengeluarkan uang.

“Ternyata begitu cara belanja yang murah Sat”, Kataku Pada Satria- Teman Teknik Elektro semester 2 dan ia meng-ia kan.

Kami naik lagi dan teman-teman menggulung 3 tikar yang digunakan untuk tidur. Gambar

uyeee… dapat beli jaring buat nagkep Nyale… Gambar

From Unram with love h

#BAU NYALE alias menagkap nyale#

Tepat jam 5 subuh… kemi turun ke laut dan wow…. Benar-benar lautan manusia. Air yang tadi memebuhi bibir pantai, kini benar-benar surut dan mundur ratusan meter jauhnya. Amazing. Pemandanngan yang luar biasa. Ada dua orang yang menjaga tas kami dan yang lainnya turun kelaut menagkap nyale.

Tau ‘Nyale itu apa?’… nyale itu cacing laut yang kaya protein. Katanya sih gitu. Nyale dipercaya oleh masyarkat sebagai jelmaan Putri Mandalika- seorang putri berparas cantik jelita yang menceburkan dirinya kelaut lantaran diperebutkan oleh pangeran nda masyarakat. Itu merupakan legenda asal Lombok yang benar-benar dipercaya oleh masyarakat. Patung putri mandalika diabadikan dijalan-jalan dipulau Lombok dan digambarkan sebagai seorang putrid yang melentangkan tangannya kearah belakang mancoba untuk membngkukkan badanya kedepan dan ada lelaki yang seolah-olah tak rela putri Mandalika menceburkan diri ke laut.   Adapun festifal nyale, terjadi hanya sekali dalam setahun di pulau Lombok. Tahun ini Core Ivent Bu Nyale diadakan pada bulan Maret, tanggal 3.

Pertama kali lihat nyale, wow… ngerasa surprise banget. Kalau dulu saya hanya bisa mendengar tentang orang-orang yang pergi ke pantai Kute untuk memburu nyale, sekarang saya bisa merasakan sendiri Nyale menari-nari diatas perut saya dan membuat perut saya merasa geli. Ahh gila.. sensasinya aneh dan beda banget. Nggak pernah ngerasain ini sbelumya. Kami emang kompak banget. 3 jaring, satu senter, ada yang pegang botol, ada yang serius ngelihat… wahh kompak…. Meski hanya dengan tiga jaring. Sesekali aku nebeng sama pemburu nyale yang lain. Habisan, senter kami Cuma senter korek yang bernyala kecil.

” Kalau mau dapet nyale banyak, jaringnya harus kecil dan cahaya senter harus besar”, Kata salah seorang teman yang memang lihai mencari nyale…

Gila…. Seru-seruan diair laut… kami nggak sampai tengah banget seperti orang-orang.  Dan… ahh nggak kerasa matahari bentar lagi nyebul kedaratan. It’s the time to get gome.

 Gambar

Gambar

#KUNCI MOTOR MANA#

Memang sudah takdir, waktu mau naik keatas, eh Jhon ngilangin kunci motorku. Dicari-cari setengah jam dipantai, ehh nggak ketemu juga. Dicari diatas bukit tempat kami tidur semalam, eh nggak nemu juga. Haha… untung aku nggak cemas. Nggak tau napa.. mood aku lagi bagus-bagusnya emang. Sampai-sampai aku ngak bisa marahdari kemarin.. hahha… finally, emang matahari udah menyembul keluar. Terpaksa ke tempat parkiran untuk cari solusi lain.

Ehm…They are Teknik student

9 orang anak tekhik,,,, dan berhasil mengobrak-abrik motorku. Mulai dari ngangkat bagasi motor dengan sekuat tenaga, buka bagasi, buka tempat kunci, sampai buka kepala motor bagian depan. Ah nggak ngerti masalah anak teknik. Jadi aku ketawa aja ngelihatinnya. Aneh banget seharusnya aku sedih gara-gara tu kunci hilang tapi ini malah jeprat-jepret sama satria. Muka jhon serius banget benerin tu motor supaya kunci gandanya bisa lurus. Wah udah makan waktu dua jam belum pula kelar. Nggak jelas memang. Untung aja mereka anak teknik. Kalau mau cari tukang kunci didaerah ini, ya mana dapet. Kalau mau balik ke Mataram, wah nggak jamin deh bakalan cepet. Antrian didepan pasti nggak jelas banget saking ramainya. Huft…. Dengan bermodal obeng dan batu akhirnya, kuci ganda sedikit mulai bisa diluruskan.

Aku mengambil tempat didekat teman-teman yang duduk sembari menikmati pemandangna yang sangat indah. Alhamdulillah masih bisa menikmati keindahan sehebat ini, kuasa Allah Swt…. Ehh nggak taunya teman-teman pada ngetawain da’i-da’I yang dianggap konyol itu. Bayangin aja, mereka datang keteman-teman bertanya ada apa dan menawarkan kunci. Pada awalnya, motor itu nggak terblok luarnya. Tanpa rasa bersalah sang da’I menutup kunci luar motor dan menambah pekerjaan teman-teman untuk membongkar paksa tu motor. Gilaa… hahhaa… dengan tanpa bersalah da’i2 itu pergi ninggalin motor yang udah ditambah kegawatannya. Ajip dah buat ngocok perut teman-teman. Hahaha…. Ditambah lagi sang da’I menghampiri beberapa motor yang bermasalah, ya masalah kehilangna kunci juga, dan terlihat ia menawarkan bantun yang sama dengan apa yan dialkukan tadi. Benar-benar teman2 ketawa nggak terhalang. Wkakkwkakwkkakk…😛

Eh unik lho…. #Damawan makan nyale mentah-mentah.

Teman-teman heran ngelihatnya. Ternyata mereka berburu nyale bukan untuk memakannya melainkan penasaran aja pengen lihat nyale itu seperti apa…😛

#aku juga makan nyale mentah-mentah

Habisan penasaran sama rasanya. Masak lelah-lelah diburu trus nggak dimakan gitu😛 kan kasian….

Uniknya itu, setelah sampai didarat, nyale yang tadinya berwarna merah, ungu, coklat, hijau, de el el… eh setelah diangkat dari laut, sisanya itu nyale yang berwarna hijau dan coklat doang.

Alhamdulillah, jam setengah Sembilan kurang sepuluh, motor udah bisa ditanggulangi. Siapa dulu yang ngetraij, anak Teknik Mesin. Ya kalau Cuma anak FKIP gini kan mana bisa….

Alhamdulillah banget nggak rame. Tu kan aku bilang apa.. untung ajapulangnya agak siang gini… haha…. Tapii ternyataaa.. sama saja…. Beberapa kilometer dari sana, antrian lagi…. Welahhhh.. sampai di Teknik sekitar jam 10. Langsung ambil kunci motor ke rumah dan motor ku masuk ke ‘Bengkel Teknik Mesin’… wahh… sepertinya petualangan dengan teknik yang tak terlampaui nihh… ye e laahh…. Sebenarnya sekenarionya nggak kayak gini. Seharusnya sekenarionya itu, jam 10 aku udah adah di tempat Les Nari… jreng-jreng-jreng-jreng…. Tapi ya ceritanya jadi seunik ini,, nggak nyangka ah….

Eh ini ada yang unik lho… perlu penelitian lebih lanjut. Serius deh… kenapa setelah beberapa jam diangkat dari laut, nyale yang berwarna hijau mati semua dan yang kesisa bertahan hidup itu Cuma nyale yang berwarna coklat lho… dan pas jam 12 siang tuh nyale udah bener-benar mati. Kasihan, ternyata mereka hidup untuk mati. Lagian diangkat sedikit saja, tubuh mereka gampang kepotomg dan meleleh pula setelah beberapa waktu… sabar ya Nyale….. Puteri Mandalika Ratu Nyale….  A legend….

Ehh… thankz banget buat temant2 ITC yang udah punya keseruan luar binasa pada acara core ivent bau nyale 2013 tahun ini…. petualangan yang seru naget deh pokoknyaa….

  1. Rizal Satria Aryadi (boncengan dengan kiki)
  2. Fadlul-( Boncengan dengan Lingkar)
  3. K Andi- (Boncengna dengan Dwi)
  4. Kak Lingkar
  5. Kiki- Rizki Hasti Febdilan alias Febdialn Kyohyun
  6.  Fera Komalasari- Ya aku sendiri
  7. Dwi
  8. Darmawan
  9. Jhon (Boncengan dengan Fera)
  10. Sofian Hadi
  11. Nggak tau namanya
  12. Nggak tau namanya

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

Maret 2013
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: