Fera Komalasari

Beranda » Pendidikan » Profil Pembelajar Tingkat Mahir (TEFL)

Profil Pembelajar Tingkat Mahir (TEFL)

Arsip

Kategori

Jenis Latihan untuk Siswa pada Tahap Awal

Tujuan Proses Bottom-Up dan Jenis Latihan

Tujuan: membedakan antara bentuk intonasi dalam kalimat

  • Dengarkan sebuah rangkaian pola kalimat baik intonasi naik atau turun. Tempatkan tanda pada lajur 1 (naik) atau lajur 2 (turun), menurut pola yang kamu dengar (Abraham & Macky, 1986, hal. 29)

Tujuan: Memdakan antara fonem

  • Dengarkan pasangan kata-kata. Beberapa pasangan berbeda dalam konsonan akhir mereka (stay/steak), dan beberapa padang sama (laid/laid).bulatkan kata “sama” atau “berbeda” , menurut apa yang kamu dengar (Hagen, 1998, hal. 2).

Tujuan: Memilih mendengar untuk  analisis akhir /morphological

  • Dengarkan rangkaian sebuah kalimat. Lingkarkan “Ya” jika kata kerja berakhiran –ed, dan lingkarkan “tidak” jika tidak berakhiran –ed (Hagen, hal.77)
  • Dengarkan rankaian sebuah kalimat. Pada lembar jawabanmu ada tuga jenis kata kerja. Lingkari kata kerja yang diisi dalam kalimat yang kamu dengar (Hgen, hal.78).

Tujuan: memilih rincian dari teks (pengenalan kata)

  • Cocokkan kata yang kamu dengar dengan gambarnya (Boyd &Boyd, 182, hal. 27).
  •  Dengarkan berita cuaca. Lihat daftar kata-kata dan lingkari kata-kata yang kamu dengar (Abraham & Macke , hal.111)
  • Dengarkan sebuah kalimat yang berisi waktu. Lingkari waktu yang kamu dengar, diantara tiga pilihan (5:30, 5:45, 6:15) (Abraham &Mackey, hal. 124)
  • Dengarkan ikalan, pilihlah harga dari barang tersebut, dan tulis jumlah pada label harga. (Abraham &Mackey, hal.31)
  • Dengarkan rangkaian dokumnentasi pesan telepon dari mesin penjawab. Isi pada grafik dengan informasi dari masing-masing penelfon : nama, waktu, dan pesan (Fassman & Travers, 1985, hal. 21)

Tujuan:  mendengarkan kalimat biasa kalimat perintah

  • Dengarkan dialog pendek dan isi kata-kata yang hilang yang telah dihapus pada sebagian catatan (Gree & Hough, 1986, hal 86-87)

Tujuan Proses Top-Down dan Jenis Latihan

Tujuan: Memebedakan antara Reaksi Emosi

  • Dengarkan rangaian ucapan. Tempatkan penanda pada lajur yang mendiskripsikan reaksi emosi  yang kamu dengar: tertarik, bahagia, heran, atau tidak bahagia (Abraham & Mckey, hal.102).

Tujuan: mendapatkan intisari sebuah kalimat

  • Dengarkanlah sebuah kalimat yang mendskripsikan sebuah gambar dan pilih gambar yang benar (Huizenga, 1987, hal. 30-31).

Tujuan: Mengenal topic

  • Dengarkan dialog  dan tentukan dimana percakapan itu terjadi. Lingkari lokasi yang benar diantara tiga multiple choice. (Abraham & Macky, hal. 46-47).
  • Dengarkan percakapan dan lihat pada jumlah kartu ucapan yang digambar. Tentukan kartu ucapan yang mana yang telah dikirim. Tulis salam dibawah kartu yang cocok (Fassn & ravers, hal.18)
  • Dengarkan percakapan dan tentukan apa yang orang-orang sedang bicarakan. Pilih gambar yang menunjukan topic (Abraham & Mackey hal. 74-75)>

Tujuan Proses Interaktif dan Jenis Latihan

Tujuan: membangun sebuah jaringan semantik dari persatuan kata

  • Dengarkan sebuah kata dan satukan semua kata yang berhubungan yang datang pada pikiran (B. H. Foley 1984, hal 62).

Tujuan: Mengenal kata yang akrab dan menghubungkannya kedalam sebuah kategori

  • Dengarkan kata-kata dari daftar belanja dan cocokkan kata-kata dengan took yang menjualnya (Engish Language Center, 1990, hal 104-106)

Tujuan: Mengikuti Petunjuk

  • Dengarkan diskripsi sebuah arah dan jejak kedalam sebuah peta (Abraham & Mackey, hal.53).

Profil Pembelajar Tingakat Menengah

Pembelajar tingkat menengah melanjutkan untuk melanjutkan mendengarkan sebagai sumber penting dari input bahasa untuk meningkatkan perbendaharaan kata mereka dan pengertian struktural. Meskipun mereka telah mengetahui sistem ponemik dari bahasa  dengan wajar, mereka mungkin memiliki sedikit pengertian dari kompleksitas dari aturan ponologi yang berpengaruh terhadap pembicaraan yang cepat: pengurangan, penghilangan bunyi dalam ucapan, dan seterusnya. Mereka butuh praktik dalam pengenalan kata dan dalam membedakan perbedaan dengan baik dalam kata perintah dan bentuk tata bahasa, daftar pembicaraan, dan emosi nada tambahan.

Pembelajar tingkat menengah telah berpindah dibelakang batas kata dan frase; memori mereka dapat menyimpan frase dan kalimat lebih lama. Mereka dapat mendengar percakapan pendek atau naratif satu atau dua halaman. Mereka dapat mendapatkan intisari, menemuan ide pokok dan beberapa kalimat pendukung (ACTVL Proficiency Guidelines, riprented in Omaggio, 1986.). mereka sudah siap memptaktikkan lebih kepada keterampilan tahap percakapan. Memeprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya, dna menjelaskan hubungan antara kejadian dan ide.

Teknik untuk mendengar secara umum pada tahapan menengah, itu tidak lagi penting untuk menyediakan pembelajar untuk menyederhanakan kode dan memodifikasi percakapan. Tentu saja, pembelajar butuh mendengar teks autentik dengan menurunkan bentuk, fitur percakapan cepat, awal yang salah, ragu, salah, beberapa dialek tidak standar, dan perbedaan dari beberapa suara.

Ada beberapa definisi dari materi autentik. Porter dan Roberts (1987) menyatakan bahwa teks autentik adalah itu”contohdari bahasa yang diucapkan yang tidak diajukan untuk tujuan pengajaran… tidak diniatkan untuk pembelajar asli dari bahasa tersebut” (hal. 176). Sebaliknya, teks buatan guru lebih gampang diidentifilasi oleh langkah yang lebih santai, perbendaharaan kata yang terbatas, kalimat lengkap, pengulangan dari struktur target, intonasi yang berlebihan, ucapan yang jelas, dna kekurangan suara latar belakang- semua cirri-ciri yang kita sebutkan sebagaimana yang diingnkan pada level awal ketika pemahaman dipercepat oleh kode penyederhanaan!

Kebutuhan untuk menyediakan materi autentik kepada siswa untuk tujuan mendengar didaftar oleh akhir dari level awal dibantu oleh fakta bahwa kebanyakan mendengarkan diluar kelas tidak menyesuaikan diri kepada kode yang lebih sederhana. Pada setiap level, siswa dapat mengerti lebih banyak dari apa yang mereka dapat ucapkan, dan prinsip itu juga dipegang oleh praktik mendengarkan dari teks autentik. Dengan beberapa praktik, siswa dapat menguasai dengan baik dengan materi autentik,  diberikan beberapa cici-ciri dari teks autentik:

  1. Latar belakang bunyi, gangguan dan saling melengkapi dalam kembali-mengambil, gerakan nonverbal dan nada dari suara dalam percakapan autentik sebenarnya menyediakan petunjuk untuk mengerti seting, hubungan dari peserta, dan motivasi mereka dan tujuan untuk berbicara. Dari pada bekerja yang sulit pada proses memecahkan kode, fitur ini sebenarnya mungkin bertujuan pemahaman karena mereka memfasilitasi akses kepada pengertian pembelajar pada budaya dan skema formal.
  2. Teks autentik sebenarnya lebih berlebihan dan terulang dari teks naskah, dan lebih mudah untuk dimengerti (Ure, 1969).
  3. Teks Autentik melahirkan struktur informasi yang menyesuaikan diri dengan tujuan komunikatif (Porter & Roberts, 1987). Penggunaan yang tepat dari teks ini adalah untuk mengidentifikasi inti dari informasi dan untuk mebiarkan sisa informasi. Demikian, tugas beba pembelajar  sebenarnya sedikit terbatas. Pembelajar seharusnya tidak ditanya untuk menguasai setiap poin informasi, tapi hanya detail itu dimana  teks sebenarnya didirikan untuk disampaikan.

Kemurnian dalam penggunaan teks autentik juga memungkinkan. Untuk pembelajar yang belum siap untuk mendengar materi autntik yang belum diperiksa, Geddes and White (1978) menyarankan penggunaan seminaskah simulasi berbicara autentik (SSAS). Ini adalah “bahasa yang dihasilkan untuk tujuan pedagogic, fitur yang diperlihatkan yang memiliki kemungkinan yang tinggi dari kejadian dalam aksi asli dari komunikasi” 9hal.137). Finger (1985) bekerja dengan kutipan yang belum diperiksa dari berita televise malam, tapi telah dikembangakan sebuah bingkai dari pendukung linguistik yang mencangkup (1) latihan sebelum mendengarkan, (2) mendengarkan kutipan yang belum diperiksa, (3) mendengarkan versi yang dimodifikasi dari teks dimana isinya adalah dipelihara tapi bahasanya dipermudah, dan (4) mendengar kedua kepada yang aslinya, versi yang tak diedit.

Teknik untuk memilih mendengar. Pada level menengah, siswa membutuhkan program yang diorganisasikan dengan baik dari pemilihan mendengar untuk fokus kepada perhatian mereka pada fitur sistematis pada kode bahasa. Pada level ini, keakuratan dalam memebedakan fitur gramatikal adalah sangat penting. Jika pembelajar tidak bisa mendengar akhir yang ridak ditekankan, artikel, infleksi, dan kata fungsi, mereka kemungkinak tidak memasukkan mereka kedalam kompetensi gramatikal. Siswa pada level menengah yang telah dilatih dengan kode yang disederhanakan dan model pengucapan yang jelas mungkin tidak dikenal kata yang sama dan perase dalam percakapan yang normal dan cepat.

Akhirnya, level menengah adalah saat yang tepat untuk mengajarkan secara eksplisit beberapa strategi mendengarkan secara interaktif: bagaimana untuk menggunakan pengetahuan seseorang pada grammar formal untuk memeriksa makna umum dari stetmen pembicara. Pendengar dapat diperkenalkan dengan kalimat yang sedikit berbeda dalam struktur dan kata, dan mereka dapat disuruh untuk mengidentifikasi apakah artinya sama atau berbeda.

Jenis-jenis latihan pendengar tingkat menengah

Mencapai tujuan dengan bawah-atas dan jenis-jenis latihan

Tujuan: mengenal bentuk berbicara cepat

  • Fungsi kata-kata yang tidak ditekankan. Dengarkan rentetan kalimat yang mengandung kata-kata yang tidak memiliki fungsi yanf tidak ditekankan. Lingkari pilihanmu diantara tiga kata pada lenbar jawaban-misalnya: “atas”, “sebuah”, “of” (Hagen, p. 10).

Tujuan: menemukan suku kata yang memiliki penekanan nada

  • Dengarkan dua atau tiga sukukata. Tandai kata yang meiliki penekanan nada dan prediksi pengucapan suku kata yang tidak memiliki penekanan nada (Hagen, p.4).

Tujuan: mengenak kata-kata dengan sukukata yang dikurangi

  • Bacalah daftar kata yang bersuku kata banyak dan prediksi sukukata huruf hidup yang akan dihapus. Dengarkan kata-kata yang dibaca cepat dan perkuat prediksimu (Hagen, p. 6).

Tujuan: mengenal kata-kata dalam hubungan mereka dalam aliran ucapan.

  • Dengarkan rentetan kalimat pendek dengan penghubung huruf consonant atau hurug hidup diantara kata-kata. Tandai hubungan mereka dalam lembar jawabannmu.

Tujuan: mengenal hubungan rinci dalam aliran pengcapan.

  • Dengarkan percakapan pendek diantara seorang bos dan seorang sekretaris mengenai perubahan daftar kegiatan harian. Gunakan kalender temu janji. Silang temu janji yang telah dirubah dan tulislah yang baru (Schechter, 1984., p. 36).
  • Dengarkan pengumuman kedatangan dan keberangkatan dinas penerbangan. Dengan model dari papan informasi penerbangan di depanmu, isilah nomor penebangan, tujuan, nomor pintu masuk, dan waktu keberangkatan (Tansey & Blatchford, p.33).
  • Dengarkan rentetan dialog pendek. Sebelum mendengarkan, bacalah pertanyaan yang aka nada dalam dialog. Sambil memndengarkan, temukan jawaban untuk menanyakan tentang harga, tempat, nama, dan nomor. Contoh: “ dimana orang yang berbelanja? Berapa harga semua  semua roti gandum?” (Tansey & Blatcford, 1987, p. 40).
  • Dengarkan percakapan singkat di telepon antara seorang pelanggan dengan seorang manager petugas stasiun. Isi dalam grafik yang mendaftarkan perbaikan mobil yang harus diselesaikan. Periksa bagian mobil yang harus diperbaiki, alas an, dan harga yang pas (Schecter, p.26).

 

Profil pembelajar tingkat mahir

Terdapat bukti bahwa  pada tingkatan pembelajaran, pada suatu tempat diantara tingkat menengah ke atas dan tingkat mahir, perubahan kwalitatif muncul pada gaya pemahaman siswa (Cummins, 1980a). Cummins mencatat bahwa  kepandaian yang sebenarnya pada mata pelajaran dua bahasa adalah mampu untuk menggunakan keahlian bahasa kedua mereka secara penuh untuk  mendapatkan ilmu pengetahuan: mereka memiliki kognitif dan kecakapan akademis bahasa (CALP). Siswa pada tingkat mahir dalam waktu yang tidak lama secara sederhana belajar untuk mendengarkan, atau mendengarkan untuk belajar bahasa. Mereka sedang mendengarkan bahasa untuk belajar tentang isi dari bidang-bidang lain. Untuk membangun ke arah level ini, kurikulum dan perencana program membuat kursus untuk tujuan spesifik (ESP) (merujuk pada John di buku ini), bahasa inggris untuk tujuan akademis (EAP), dan mengatur kursus-kursus dimana dukungan bahasa ditawarkan pada isi utama kelas-kelas ( lihat Salju pada buku ini).

Penjabaran tentang pendengar mahir pada petunjuk kemahiran ACTFL (dicetak ulang di Omaggio, 1986) medaftarkan kompetensi-kompetensi berikut ini. Pembelajar mahir bisa mendengarkan teks yang lebih panjang, seperti radio dan acara televise, dan perkuliahan akademis. Perbendaharaan kata mereka termasuk topic-topik pada peristiwa terkini, sejarah, dan budaya; mereka sesuai dengan derajat abstract tertentu. Pendengar memulai untuk mengisi celah-celah dan bisa membuat kesimpulan-kesimpulan ketika teks tidak lengkap atau latar belakang  pengetahuan mereka kurang. Tetapi, pemahaman mereka terhadap bahasa tetap pada bidang harfiah dasar, jadi mereka bisa saja tidak menangkap candaan, ucapan popular, dan referensi kebudayaan.

Pada saat ini banyak pembelajar mahir lebih ahli dalam membaca dari pada mendengarkan. Hal ini terutama sekali benar bagi siswa yang telah belajar bahasa inggris mereka pada sebuah konteks bahasa asing dan pelatihannnya ditekankan pada tatabahasa, kebendaharaan kata, dan membaca. Siswa-siswa seperti itu memahami percakapan lisan lebih baik jika mereka bisa lebih dulu menggerakkan pengetahuan mereka dengan bacaan pilihan tertentu.

Untuk banyak siswa internasional,  nada tidak resmi perkuliahan-perkuliahan dan pengurangan-pengurangan pada logat normal menghadirkan permasalahan pemahaman utama. Kelas-kelas mendengarkan pada tingkat mahir butuh untuk memasukkan program mendengarkan secara sistematis untuk mengurangi ucapan sebagaimana komponen strategis mendengarkan untuk membedakan cirri-ciri percakapan penting dari percakapan-percakapan tidak penting.  Tinjauan kembali tekanan, selaan, pola titinada, dan pola-pola intonasi bisa dibuat untuk membuka kunci misterius struktur percakapan, dan menilai siswa berdasarkan pengakuan penilaian secara terorganisasi, perlengkapan terpadu, dan definisi pada konteks. Sebagaimana siswa belajar untuk mengidintifikasi muatan penting kata-kata melalui pengetahuan penekanan , mereka akan menemukan bahwa kemampuan belajar mereka meningkat.

Sebuah tekhnik yang berguna untuk membantu memahirkan siswa membuat transisi dari bahasa tulisan ke bahasa percakapan dianjurkan oleh Lebauer (1984): penggunanaan catatan dosen pada tahap awal mendengarkan menunjukkan siswa yakni perlengkapan terpadu, penilaian percakapan, dan pengertian penting muncul di dalam teks, dan menunjukkan siswa bagaimana untuk mengakui cirri-ciri ini.

Pekerjaan pengajaran bahasa kedua telah dating secara umum untuk mengakui nilai proses tingkat atas, dan pada dasawarsa terakhir telah memproduksi sejumlah artikel yang membuktikan kemanjuran dari schemata yang digunakan apada kedua perkuliahan baik mendengarkan maupun membaca ( Carrel dan Eisthold,1983; P. Jhonson, 1981-982). Tetapi Eskey (1988) menekankan pada kebutuhan yang terus menerus sesuai dengan kemampuan bawah ke atas, meskipun juga pada tingkatan mahir. Yang membedakan di antara pembaca yang baik dan pembaca yang kurang baik bukanlah kemampuan mereka untuk menggambarkan penegtahuan latar belakangnya, tetapi pemahaman mereka secara otomatis ( Stanovich, 1980). Untuk mencari model yang interaktif  kemampuan penutur asli untuk pelajaran mendengarkan atau membaca , proses dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah harus dipelajari.

Peterson (1989), mempelajari mata kulyah tertulis merumuskan bahwa dua tingkatan kemahiran penutur asli maupun bukan penutur asli untuk menentukan ukuran di mana mata kulyah diberikan: ide utama  atau informasi level rendah.  Ketiga kelompok mencatat informasi tingkat atas yang sama, yang mengidentifikasikan bahwa lebih sedikit kemahiran pendengar mungkin digunakan untuk menggunakan schemata resmi dan isi schemata pada memproses teks perkuliahan sebagaimana kemahiran pendengar. Setiap ukuran kelengkapan dalam proporsi dan dalam perkuliahan sebagai keseluruhan indikasi bahwa kurangnya kemahiran penutur asli secara sederhana tidak dikuasai sebanyak informasi pada tingkatan yang cocok. Sebagai konsekuensinya, mereka juga kurang kemampuan untuk menggambarkan kesimpulan atau mengisi kurangnya informasi pada saat perkuliahan. Tanpa kemahiran kemampuan bawah-atas, hakikat interaktif mendengarkan tidak tercapai.

Rekomendasi berikutnya untuk pendengar mahir menganggap sebuah populasi siswa internasional yang membutuhkan peningkatan kemahiran kognitif dan bahasa akademis untuk pembelajaran efektif bahasa Inggris.

Jenis-jenis latihan untuk pembelajar tingkat mahir

Mencapai tujuan dengan bawah-atas dan jenis-jenis latihan

Tujuan: menggunakan ciri-ciri penekanan kalimat dan volume untuk mengidentifikasi informasi penting untuk pembelajaran

  • Mendengarkan sejumlah kalimat dan membuat inti sari dari kandungan kata-kata, yang dibaca dengan pemberian tekanan nada yang paling baik. Tuliskan kandungan kata-kata sebagai catatan (Ruetten, 1986, pp. 78-79).

Tujuan: menyadari cirri-ciri tingkatan kalimat dalam teks perkuliahan

  • Mendengarkan bagian perkuliahan sambil membaca catatan materi. Perhatikan kalimat yang tidak lengkap, jeda, pengisi lisa (Lebauer, 1984, pp. 7-15).

Tujuan: menyadari isyarat organisasi pada teks lisan.

  • Lihatlah catatan perkuliahan  dan lingkari semua kata isyarat yang digunakan untuk menyebutkan satu demi satu inti pokok. Kemudian dengarkan bagian lisan dan catat isyarat organisasi (Lebauer, p.11)).

Tujuan: menyadari penanda untuk masuk dalam kamus dan penanda untuk menentukan pembagian untuk mendefinisikan.

  • Baca daftar isyarat kamus yang menandakan makna; dengarkan penanda yang pembicara maksudkan seperti pertanyaan retorika, mendengarkan pola intonasi khusus, pola jeda yang digunakan dengan cocok (Lebauer, p. 54).
  • Dengarkan bagian pendek bahasa lisan yang mengandung istilah-istilah baru dan definisi mereka dalam konteks. Gunakan pengetahuan tentang kamus dan isyarat intonasi untuk mengidentifikasi pengertian kata (Lebauer, p. 55).

Tujuan: identifikasi inti khusus informasi

  • Baca kerangka badan dari materi, yang mana terdapap kategori inti tetapi contoh khususnya dibiarkan kosong. Dengarkan materi, dan temukan informasi yang harusnya ada di bagian kosong itu (Ruetten, p. 36).

Mencapai tujuan atas-bawah dan jenis-jenis latihan

Tujuan: gunakan perkenalan materi untuk memprediksikan pemusatan materi dan arah materinya

  • Dengarkan bagian perkenalan dari materi. Kemudian baca sejumlah topic pada lembar jawaban dan pilih topic terbaik yang menyatakan apa yang akan dibahas dalam materi itu (Lebauer, p. 50).

Tujuan: menggunakan catatan materi untuk memprediksikan isi dari sesi selanjutnya

  • Baca catatan dari sebuah sesi materi. Berhenti membaca di titik waktu maksudnya dan prediksikan apa yang akan dibahas selanjutnya. Kemudian baca untuk memperkuat prediksimu (Lebauer, p.21).

Tujuan: temukain ide utama dari bagian materi

  • Dengarkan bagian materi yang menjabarkan kecendrungan statiktis. Sambil kamu mendengarkan, lihat tiga grafiik terbaik yang menunjukkan perbedaan setiap waktu dan pilih grafik terbaik yang menggambarkan materi (Lebauer, p. 48).

Mencapai tujuan interaktif dan jenis-jenis latihan

Tujuan: menggunakan perincian yang masuk untuk menentuka ketepatan prakiraan isi

  • Dengarkan kalimat pengenalan untuk memperkirakan beberapa ide pokok yang kamu harapkan didapatkan pada materi ini.  Dan dengar pada bahasa lisan sebagaimana itu dimainkan. Catat ada tidaknya dari materi dibicarakan tentang pokok yang kamu prediksi. Jika ada, catat informasi rincinya (Aebersold, Kowitz, Schwarte, & Smith, 1985, p. 12).

Tujuan: menentukan ide pokok dari bagian materi dengan analisis secara detil pada bagian itu.

  • Dengarkan sebuah bagian materi dan pelajari detail penting. Kemudian hubungkan rincian itu untuk membentuk sebuah pemahaman pada pokok utama pada bagian itu. Pilih dari daftar ide yang mungkin ada (Aebersold, et al, pp. 37-42).

Tujuan: membuat kesimpulan  dengan mengidentifikasi ide0ide yang ada pada tingktan kalimat yang membawa pada pernyataan evaluative.

  • Dengarkan pernyataan dan mempelajari kata-kata penting. Nyatakan makna mendalam yang bisa disimpulkan dari pernyataan.  Nyatakan kata dalam pernyataan asli yang menunjuk kepada kesimpulan (Aebersold, et al., p. 94).

Tujuan: gunakan pengetahuan teks dan isi dari materi untuk melengkapi informasi yang hilang.

  • Dengarkan bagian materi untuk mendapatkan intisari. Kemudian dengarkan pernyataan yang dari mana kata-kata dihilangkan. Gunakan pengetahuanmu tentang teks dan isi umum, isi informasi yang hilang. Cek pemahamanmu dengan mendengarkan seluruh bagian (Aebersold et al., p. 109).

Tujuan: gunakan pengetahuan tentang teks dan isi materi untuk menutup pernyataan yang salah dan untuk mendukung ide yag dimaksud.

  • Dengarkan bagian materi yang mengandung istilah tidak tepat. Tulis istilah yang tidak tepat itu dan isitilah yang harusnya materi itu gunakan. Akhirnya, indikasi apa isyarat yang membantumu untuk menemukan pernyataan yang salah (Aebersold et al., p. 113).

RANGKUMAN

Guru bahasa kedua memiliki beberapa tanggung jawab pada kemampuan mendengarkan.  Pertama, mereka harus mengerti peran yang sangat penting yang dimiliki oleh mendengarkan dalam proses mempelajari bahasa untuk menggunakannya bukan menghalangi proses ini. Kedua, mereka harus mengerti kerumitan hakikat interakif dari proses mendengarkan  dan perbedaan jenis mendengarkan yang harus dikerjakan siswa dalam rangka menyiapakna siswa mereka dengat keragaman yang cocok dan tingkat pengalaman latihan yang cocok.  Pada akhirnya, guru harus memahami kemsmpusn mendengarkan dikembangkan pada pembelajar bahasa kedua- dan mampu untuk menaksir tingkat mendengarkan siswa mereka, jadi siswa berpotensi untuk mendapatkan jenis aktivitas mendengarkan yang cocok pada tingkat kemahirannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya

Desember 2012
S S R K J S M
« Agu   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

follow My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: